@accountess_: This vanilla bodywash leaves you smelling sooo good every time 🤎 #vanilla #vanillagirl #gourmand #skincare #bodywash

accountess_
accountess_
Open In TikTok:
Region: US
Friday 08 August 2025 19:45:42 GMT
693
12
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @accountess_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jamaah Shalat Jum’at yang Dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa yang tidak hanya tercermin dalam rukuk dan sujud kita di dalam masjid, tetapi juga memancar dalam akhlak dan interaksi kita di luar masjid. Hari ini, kita hidup di era yang serba cepat. Era digital yang tanpa kita sadari sering kali memupuk sifat egosentris. Media sosial mengajarkan kita untuk selalu menonjolkan diri, ingin selalu terlihat benar, dan enggan mendengarkan orang lain. Penyakit
Jamaah Shalat Jum’at yang Dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa yang tidak hanya tercermin dalam rukuk dan sujud kita di dalam masjid, tetapi juga memancar dalam akhlak dan interaksi kita di luar masjid. Hari ini, kita hidup di era yang serba cepat. Era digital yang tanpa kita sadari sering kali memupuk sifat egosentris. Media sosial mengajarkan kita untuk selalu menonjolkan diri, ingin selalu terlihat benar, dan enggan mendengarkan orang lain. Penyakit "pokoke"—pokoknya saya yang benar, pokoknya pendapat saya yang harus diikuti—telah merasuki sendi-sendi kehidupan kita, mulai dari lingkup rumah tangga, pertemanan, hingga kehidupan berbangsa. Oleh karena itu, khutbah kali ini mengangkat tema yang sangat krusial bagi jiwa kita: "Mengikis Ego, Merajut Damai: Mengalah Bukan Berarti Kalah." Sidang Jum’at yang Berbahagia, Egoisme atau dalam bahasa agama sering disebut dengan Ananiyah (keakuan) adalah musuh tersembunyi di dalam dada. Ia bagaikan api yang pelan-pelan membakar amal kebaikan kita. Ketika ego menguasai hati, seseorang akan melihat dunia hanya dari sudut pandangnya sendiri. Ia merasa turun wibawanya jika meminta maaf, dan merasa jatuh harga dirinya jika harus mengalah. Padahal, dalam pandangan Islam, mengalah demi kebaikan, demi tegaknya kedamaian, dan demi menjaga hati sesama Muslim, bukanlah sebuah kelemahan. Mengalah adalah puncak kedewasaan iman. Mengalah bukan berarti kita kalah atau tunduk dalam kehinaan, melainkan sebuah kemenangan besar melawan musuh terbesar manusia: hawa nafsu kita sendiri. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Fushshilat ayat 34: "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." Ayat ini adalah resep ilahi untuk meruntuhkan tembok egoisme. Ketika seseorang membalas ego dengan ego, yang lahir adalah kehancuran. Namun, ketika keangkuhan dibalas dengan kelapangan dada untuk mengalah, permusuhan pun akan mencair menjadi persaudaraan. Jemaah yang Dirahmati Allah, Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam mempraktikkan konsep "mengalah untuk menang". Ingatkah kita pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah? Saat itu, secara lahiriah, poin-poin perjanjian yang diajukan kaum musyrikin Quraisy sangat merugikan umat Islam. Bahkan sahabat sekelas Umar bin Khattab RA sempat merasa keberatan karena menganggap Islam terkesan "mengalah". Namun, Rasulullah dengan kejernihan hati dan bimbingan wahyu memilih untuk mengalah demi menghindari pertumpahan darah. Apakah Islam kalah? Tidak! Sejarah mencatat, setelah perjanjian itu, justru terjadi fathu Makkah (pembebasan kota Makkah) dan manusia berbondong-bondong masuk Islam. Mengalahnya Rasulullah adalah strategi dan kemenangan yang nyata (Fathan Mubina). Rasulullah SAW juga memberikan jaminan yang luar biasa bagi mereka yang mau menurunkan egonya demi menghindari perdebatan. Dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, beliau bersabda: Aku menjamin sebuah rumah di pinggir surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berada di pihak yang benar." Bayangkan, jemaah sekalian! Bahkan ketika kita berada di posisi yang benar secara fakta, namun kita memilih untuk diam dan mengalah demi menjaga ukhuwah dan mencegah keributan, Rasulullah menjamin sebuah rumah di surga untuk kita. Sidang Jum’at yang Dimuliakan Allah, Mengikis ego memang berat, karena ego selalu menuntut kepuasan instan. Mengenai hal ini, seorang ulama besar, Imam Al-Ghazali dalam kitab masterpiecenya, Ihya Ulumuddin, memberikan nasihat yang sangat menyentuh jiwa: "Sifat sombong dan egois adalah hijab (penghalang) terbesar antara seorang hamba dengan akhlak mulia. Seseorang tidak akan mampu mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, selama di dalam hatinya masih ada sisa-sisa keangkuhan." teks lengkap pdf 085794034161 #khutbah #fyp #khutbahjumat

About