@zyloverse: we bringing toji edits back // ib me // #foryou #edit #aftereffects #animeedit #tojifushiguro #anime #sukuna

Zylo ✞
Zylo ✞
Open In TikTok:
Region: US
Friday 08 August 2025 23:20:27 GMT
1773
210
24
5

Music

Download

Comments

5starrzero
♡︎𝒥𝒶𝓎♡︎ :
Heavily underrated
2025-08-10 22:56:21
1
doggywaterzushi_
𝘇𝘂𝘀𝗵𝗶® :
2025-08-08 23:39:05
1
rizo.cc
Rizo :
peak🙏🔥
2025-08-19 04:44:01
1
ae.jerome
ae_jerome :
He finally finished 😭
2025-08-09 01:29:07
1
fearfx._
fearfx :
this amazing
2025-08-08 23:34:39
1
cxshkay
cxshkay :
tuff
2025-08-08 23:22:59
1
.1chrozo
￴￴chrozo𐙚 ྀི :
Tuff
2025-08-08 23:25:57
1
stxrmnoah0
Strmnoah :
Bro😭🙏 ts beyond peak it deserves a better title
2025-08-09 23:08:15
1
hassonbetterthenyoex
hasson :
Moots??
2025-08-09 21:10:07
0
salv.axp
Salv :
WHEN H GON FB
2025-08-09 13:46:22
0
aepthrax
Thrax :
yo new name is buns gng
2025-08-09 19:03:54
0
crozz.7
ℂ𝕣𝕠𝕫𝕫 :
Tuff plug 😭🔥(ima call you that now)
2025-08-08 23:27:06
1
aep.duke
DUKE ✞ シ :
moot up twin🔥🔥😭🙏
2025-11-15 12:03:44
0
To see more videos from user @zyloverse, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Semangat persatuan dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa kental di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Ribuan warga Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar, menggelar karnaval kemerdekaan dengan menampilkan beragam budaya lokal, kesenian, hasil bumi hingga ogoh-ogoh raksasa berbahan bambu dan limbah barang bekas, Senin (17/8/2026) pagi. Kemeriahan terlihat sepanjang pelaksanaan pawai. Warga dari berbagai kelompok turut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas masing-masing sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Karnaval yang mengambil start dan finish di Lapangan Desa Pohkumbang ini menempuh rute sekitar 7 kilometer mengelilingi Gunung Grenggeng. Rute tersebut melintasi Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar, Desa Klopogodo Kecamatan Gombong dan Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor. Kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Pohkumbang dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempererat kebersamaan dan persatuan warga. Panitia Karnaval Desa Pohkumbang, Feri, mengatakan karnaval tahun ini mengangkat tema budaya lokal. Warga diberikan kebebasan untuk mengekspresikan semangat kemerdekaan melalui berbagai kreativitas. “Untuk peserta mungkin kurang lebih sekitar 1.000 orang yang akan menempuh kurang lebih sampai 7 kilometer. Jalurnya melewati tiga desa dan tiga kecamatan,” ujar Feri. Menurutnya, pawai mengelilingi Gunung Grenggeng sudah menjadi rutinitas masyarakat setiap tahun. Berbagai persiapan bahkan telah dilakukan sejak dua hingga tiga bulan sebelum pelaksanaan karnaval. Salah satu daya tarik dalam pawai tahun ini adalah kehadiran sejumlah ogoh-ogoh berukuran raksasa. Warga membuat berbagai karakter, di antaranya penari lengger, burung hantu dan hiena, menggunakan bahan alami seperti bambu serta memanfaatkan limbah barang bekas. Selain ogoh-ogoh, warga juga mengarak miniatur Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional. Feri menjelaskan, pembuatan ogoh-ogoh melibatkan warga, pemuda karang taruna hingga kelompok masyarakat di tingkat lingkungan dan RT. Mereka bekerja bersama-sama untuk menghasilkan karya yang ditampilkan dalam karnaval. “Untuk ogoh-ogohnya ini hasil dari kreativitas warga Pohkumbang. Dari warga dan pemuda karang taruna, lingkungan atau RT membuat keterampilan. Beberapa ogoh-ogoh memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, dua sampai tiga bulan sebelumnya,” katanya. Antusiasme warga juga terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tahunan tersebut. Salah seorang peserta, Alriana, mengaku senang dapat kembali mengikuti karnaval bersama warga. “Seru sekali. Setiap tahun saya ikut bersama warga dalam karnaval dan setiap tahunnya partisipasi masyarakat juga selalu meningkat. Ini membuktikan bahwa kami warga Pohkumbang masih guyub dan melestarikan karnaval yang setiap tahun dilakukan sejak zaman dahulu,” ujar Alriana. Melalui karnaval kemerdekaan ini, masyarakat berharap tradisi kebersamaan dan gotong royong terus terjaga. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). #kebumen24jam #diswayjateng
Semangat persatuan dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa kental di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Ribuan warga Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar, menggelar karnaval kemerdekaan dengan menampilkan beragam budaya lokal, kesenian, hasil bumi hingga ogoh-ogoh raksasa berbahan bambu dan limbah barang bekas, Senin (17/8/2026) pagi. Kemeriahan terlihat sepanjang pelaksanaan pawai. Warga dari berbagai kelompok turut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas masing-masing sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Karnaval yang mengambil start dan finish di Lapangan Desa Pohkumbang ini menempuh rute sekitar 7 kilometer mengelilingi Gunung Grenggeng. Rute tersebut melintasi Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar, Desa Klopogodo Kecamatan Gombong dan Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor. Kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Pohkumbang dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempererat kebersamaan dan persatuan warga. Panitia Karnaval Desa Pohkumbang, Feri, mengatakan karnaval tahun ini mengangkat tema budaya lokal. Warga diberikan kebebasan untuk mengekspresikan semangat kemerdekaan melalui berbagai kreativitas. “Untuk peserta mungkin kurang lebih sekitar 1.000 orang yang akan menempuh kurang lebih sampai 7 kilometer. Jalurnya melewati tiga desa dan tiga kecamatan,” ujar Feri. Menurutnya, pawai mengelilingi Gunung Grenggeng sudah menjadi rutinitas masyarakat setiap tahun. Berbagai persiapan bahkan telah dilakukan sejak dua hingga tiga bulan sebelum pelaksanaan karnaval. Salah satu daya tarik dalam pawai tahun ini adalah kehadiran sejumlah ogoh-ogoh berukuran raksasa. Warga membuat berbagai karakter, di antaranya penari lengger, burung hantu dan hiena, menggunakan bahan alami seperti bambu serta memanfaatkan limbah barang bekas. Selain ogoh-ogoh, warga juga mengarak miniatur Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional. Feri menjelaskan, pembuatan ogoh-ogoh melibatkan warga, pemuda karang taruna hingga kelompok masyarakat di tingkat lingkungan dan RT. Mereka bekerja bersama-sama untuk menghasilkan karya yang ditampilkan dalam karnaval. “Untuk ogoh-ogohnya ini hasil dari kreativitas warga Pohkumbang. Dari warga dan pemuda karang taruna, lingkungan atau RT membuat keterampilan. Beberapa ogoh-ogoh memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, dua sampai tiga bulan sebelumnya,” katanya. Antusiasme warga juga terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tahunan tersebut. Salah seorang peserta, Alriana, mengaku senang dapat kembali mengikuti karnaval bersama warga. “Seru sekali. Setiap tahun saya ikut bersama warga dalam karnaval dan setiap tahunnya partisipasi masyarakat juga selalu meningkat. Ini membuktikan bahwa kami warga Pohkumbang masih guyub dan melestarikan karnaval yang setiap tahun dilakukan sejak zaman dahulu,” ujar Alriana. Melalui karnaval kemerdekaan ini, masyarakat berharap tradisi kebersamaan dan gotong royong terus terjaga. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). #kebumen24jam #diswayjateng

About