@n0_y0u0: #kripumgr 🩷

Kripa Thapa
Kripa Thapa
Open In TikTok:
Region: NP
Saturday 09 August 2025 15:57:33 GMT
7733
384
13
19

Music

Download

Comments

iskra_0604
𝓟ᥫ᭡ :
😂vibes💗
2025-08-09 16:10:07
2
dipson.magar190
MGRX × DIPSON🗡️ :
kati nachako😂
2025-08-09 16:15:18
1
nishkal.mahar
Nishkal Mahar :
Woho fire 😳❤️😍
2025-08-09 16:04:00
0
laku656
Zio lusi :
Khatra dancer 💃 ❤️🥰
2025-08-09 16:04:45
0
amikarki
Ami karki :
🥰🥰🥰🥰👌👌
2025-08-10 11:31:00
1
mr.milan26
Milan) (⚔️,🫀 :
🤗🤗🤗
2025-08-09 16:03:02
1
binita27797
SUBIN🩷SUBIDHA🌹SB :
🥰🥰🥰
2025-08-14 13:58:18
0
prabesh_099
Prabesh :
🔥🔥🔥❤️❤️❤️
2025-08-09 16:03:16
0
salomimoktan.1
सलोमि मोक्तान :
🤣
2025-08-15 19:38:16
0
To see more videos from user @n0_y0u0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aksi ini merupakan bentuk protes keras karena janji manajemen yang dianggap ingkar. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mencairkan dana talangan sebesar sekitar Rp82 miliar ke rekening PT Pakerin menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Dana tersebut diklaim diperuntukkan bagi pembayaran upah pekerja periode Oktober, November, dan Desember 2025, serta Januari, Februari 2026, dan THR. Namun, harapan itu pupus. Realisasi pembayaran baru mencakup gaji bulan Oktober hingga Desember 2025, sementara upah Januari dan Februari 2026 serta THR hingga kini masih menggantung .   Tak hanya persoalan upah, kekhawatiran baru muncul di kalangan pekerja. PT Pakerin diduga berupaya mengeluarkan mesin dan aset pabrik secara diam-diam untuk kepentingan sepihak. Menanggapi hal ini, PUK FSPMI PT Pakerin melakukan pengawasan ketat di 3 titik pintu keluar pabrik. Anggota berjaga 24 jam secara bergantian untuk memastikan tidak ada satu pun aset yang keluar tanpa sepengetahuan serikat pekerja.   Samsul, salah satu karyawan yang berjaga di titik pintu masuk, menyampaikan kepada awak media Perdjoeangan terkait alasan tegas mereka melakukan pendudukan. “Upah beberapa bulan dan THR belum juga diselesaikan. Padahal sebelum hari raya Idul Fitri 2026, PT Pakerin sudah mendapat dana Rp82 miliar yang diperuntukkan untuk gaji beberapa bulan dan THR. Kenyataannya, hanya beberapa bulan saja yang diberikan,” ujarnya dengan nada sumbang.    https://www.koranperdjoeangan.com/dana-rp82-m-mengalir-tapi-buruh-pakerin-masih-gigit-jari-upah-beberapa-bulan-dan-thr-tertahan/ #fspmi #ptpakerin #beritaterkini #2026 #fyp
Aksi ini merupakan bentuk protes keras karena janji manajemen yang dianggap ingkar. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mencairkan dana talangan sebesar sekitar Rp82 miliar ke rekening PT Pakerin menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Dana tersebut diklaim diperuntukkan bagi pembayaran upah pekerja periode Oktober, November, dan Desember 2025, serta Januari, Februari 2026, dan THR. Namun, harapan itu pupus. Realisasi pembayaran baru mencakup gaji bulan Oktober hingga Desember 2025, sementara upah Januari dan Februari 2026 serta THR hingga kini masih menggantung .   Tak hanya persoalan upah, kekhawatiran baru muncul di kalangan pekerja. PT Pakerin diduga berupaya mengeluarkan mesin dan aset pabrik secara diam-diam untuk kepentingan sepihak. Menanggapi hal ini, PUK FSPMI PT Pakerin melakukan pengawasan ketat di 3 titik pintu keluar pabrik. Anggota berjaga 24 jam secara bergantian untuk memastikan tidak ada satu pun aset yang keluar tanpa sepengetahuan serikat pekerja.   Samsul, salah satu karyawan yang berjaga di titik pintu masuk, menyampaikan kepada awak media Perdjoeangan terkait alasan tegas mereka melakukan pendudukan. “Upah beberapa bulan dan THR belum juga diselesaikan. Padahal sebelum hari raya Idul Fitri 2026, PT Pakerin sudah mendapat dana Rp82 miliar yang diperuntukkan untuk gaji beberapa bulan dan THR. Kenyataannya, hanya beberapa bulan saja yang diberikan,” ujarnya dengan nada sumbang.   https://www.koranperdjoeangan.com/dana-rp82-m-mengalir-tapi-buruh-pakerin-masih-gigit-jari-upah-beberapa-bulan-dan-thr-tertahan/ #fspmi #ptpakerin #beritaterkini #2026 #fyp

About