@mrs.yoon14: Jeonghan berjalan seperti hantu—atau lebih tepatnya, seperti hantu kocak yang tersesat di acara komedi. Selimut menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajahnya yang menampakkan senyum menyebalkan itu. Dia seperti pocong edisi premium: versi absurd dan nyebelin. “Kamu kenapa, Han? Mau tidur di sini?” tanyamu setengah terkantuk, setengah jengkel. “Enggak bisa tidur… kepalaku penuh pikiran.” “Hah, pikirin apa? Dunia? Kehidupan? Alam semesta?” “Nggak, aku kepikiran... kalo seandainya ayam bisa ngerti bahasa manusia, mereka bakal ngamuk gak sih pas tahu nasib mereka tuh jadi nugget?” “...JEONGHAN.” “Ssstt! Pelan, nanti ketauan,” katanya sambil langsung selonjor di sebelahmu, masih dengan selimut kayak bekicot. “Ayam itu…” “Diam atau aku bakar kamu kayak jagung tadi.” Dia hanya cengengesan, wajahnya dekat banget di bawah cahaya remang dari lampu taman yang masih menerobos tirai. Kamu bergeser sedikit, tapi dia tetap menatapmu serius—well, se-serius yang bisa Jeonghan lakukan tanpa melontarkan jokes aneh. “Tapi serius... malam-malam kayak gini tuh paling enak buat ngobrol hal-hal yang nggak penting tapi bikin kita deket,” bisiknya. Kamu menarik nafas panjang. Walau lelah, kamu tahu kamu tidak akan bisa menolak momen ini. Bukan karena kamu gak bisa marah… tapi karena di balik semua kebodohannya, Jeonghan membuat malam terasa hidup. “Oke, satu pertanyaan absurd. Setelah itu kamu harus tidur.” “Deal!” katanya semangat, matanya langsung berbinar. “Kalau kamu jadi makanan, kamu pengen jadi apa?” Dia berpikir sebentar, lalu menjawab penuh percaya diri: “Aku pengen jadi bakwan. Soalnya… semua orang suka bakwan. Murah, merakyat, dan kalau di toples pasti tinggal aku yang terakhir.” “Karena kamu nggak enak?” “Nggak, karena aku... spesial. Limited edition.” Kamu hanya bisa menggeleng sambil menutup wajah dengan bantal. “Tuhan, kenapa kau kirimkan makhluk absurd ini ke hidupku?” “Karena hidup kamu terlalu normal sebelum aku datang. Ini semesta yang seimbangkan segalanya.” Kalian tertawa pelan, nyaris tak bersuara. Lalu sunyi sebentar. “Aku suka malam kayak gini,” katanya tiba-tiba. “Bukan karena jokes... tapi karena kamu." “Hah?” “Kamu selalu ada. Bahkan pas aku paling menyebalkan.” Kamu menoleh. Dia menatapmu, lebih lembut dari biasanya. Tidak ada selimut yang bisa menutupi ketulusan di matanya saat itu. “Kamu harus tidur, Han.” “Oke…” katanya sambil memejamkan mata, tapi bibirnya masih menyunggingkan senyum kecil. Kamu menatap langit-langit. Jantungmu berdetak agak cepat. Malam itu, tidak banyak kata lagi. Hanya suara napas yang mulai tenang, dan rasa nyaman yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.
wstarr7
Region: ID
Monday 11 August 2025 13:32:34 GMT
Music
Download
Comments
chi-ah :
manis banget han,kek idup lama aja lu😔
2025-08-11 13:47:35
5
tattaa⋆❀° :
kak lanjut demi hati kecil aku🥺
2025-08-11 14:44:27
3
To see more videos from user @mrs.yoon14, please go to the Tikwm
homepage.