@baudaja: KH. Abdurrahim bin KH. Keming Rawalini Teluknaga Tangerang Banten. KH. Abdurrahim bin KH. Keming Lahir pada tahun 1890 Di Rawalini Teluknaga Tangerang Banten dan wafat pada tahun 1994. Rawalini, daerah yang berada Di Wilayah Teluknaga Tangerang Utara, sejak tahun 1890 an pendidikan Islam disini cukup terkenal. Tokoh kampungnya berperan aktif dalam mengajarkan kajian islam kepada masyarakat yang berlatar belakang jawara dan akulturasi budaya Betawi dan Cina Benteng. Ini terlihat dari pola kondangan di acara pernikahan sarat hubungannya dengan budaya Cina Benteng. Namun kultur jawara yang identik dengan kekerasan dan kultur budaya Cina Benteng terus terkikis keberadaannya sejak awal abad 19. Rawalini dikenal sebagai teladan kegigihan dalam melawan penjajah, berbeda dengan daerah sekitarnya yang masih didominasi para jawara yang identik dengan kesaktian dan kekerasan, dan dipengaruhi budaya Toinghoa. Kehidupan sosial dan budaya jawara yang dahulu erat dengan ciri-ciri fisik, seperti halnya selalu membawa golok kemana-mana, memakai peci dan pakaian serba hitam sudah tidak dipergunakan lagi. Bukti empirik akan kuatnya kultur Jawara sekitar Rawalini adalah pada tahun 1925 an, KH. Keming bin Muhayar mengadakan pesta pernikahan puteranya KH. Abdurrahim dan Hj Rohadah, Rawalini akan diserang para jawara sekitar. Tetapi KH. Keming mengundang sahabatnya sosok jawara santri yang bernama H. Pukara bin Pulung. jawara santri berkuda dari Bugel Tigaraksa ini membuat para jawara di sekitar Rawalini segan dan mengurungkan niatnya untuk menyerang kampung tersebut. Hingga demi mempererat silaturahmi, Hj. Maryam binti H.Pukara bin Pulung dijodohkan dengan keponakan KH. Keming yang bernama H. Samirin bin Khadijah binti Mari'ah binti Muhayyar. Bukti empirik kedua bahwa Rawalini memiliki kultur yang berbeda dari daerah sekitarnya yaitu, ketika Tubagus Musa asal Ciruas Serang sampai ke Rawalini dari pengejaran kolonial Belanda, diterima dengan baik oleh KH. Keming dan H. Damiri. Sampi akhirnya Tubagus Musa menikah dengan orang Rawalini dan menetap sampai akhir hayatnya. KH. Keming dan H. damiri adalah pejuang kemerdekaan Indonesia. Bersama Kiyai Banten lainya memandang hina pemerintah kolonial karena mereka telah merebut kekuasaan orang-orang islam. Dan hukumnya wajib diperangi. Hal tersebut mendapat dukungan penuh termasuk dari elit-elit sosial, bangsawan, dan para jawara. Hingga saat ini Rawalini dikenal sebagai pusat pengembangan Islam. Proses ini dimulai sejak tahun 1900 an oleh KH. Keming dengan cara mengirim anaknya KH. Abrurrahim pada tahun 1914 untuk menuntut ilmu Di Mekkah tepat ketika terjadinya peralihan kekuasaan dari Gubernur Syarif Husain Kerajaan Turki Usmani ke Kerajaan Bani Sa’ud (Saudi Arabia) Kepulangan Abdurrahim dari Mekkah sangat diharapkan ayahnya agar ia mengamalkan ilmunya sesuai dengan kultur dan budaya masyarakat Teluknaga. KH. Abudurrahim memiliki banyak santri. Dari sekian banyak santri, terdapat satu murid yang mencuri perhatiannya yaitu Ujang. Nama Kecil KH. Muhammad Hasan, anak dari keluarga yang tidak mampu asal Rawa Jambe. tapi Ketekunan dan semangat Ujang dalam mengaji menjadikan sang guru dan masyarakat Rawalini bergotong royong memberikan beasiswa agar anak ini bisa melanjutkan ke jenjang pesantren yang lebih tinggi dengan harapan agar dapat mentransfer ilmu yang di dapat untuk masyarakat sekitar. Dinarasikan dari berbagai sumber #ulama #ulamaindonesia #tangerang #kiyai #abuya
Hajibaud Aja
Region: ID
Friday 15 August 2025 09:42:29 GMT
Music
Download
Comments
Ali Syibrom :
Alfatihah
2025-08-17 16:33:09
1
Mr.zack7♒ :
🤲alfatihah🤲
2025-08-15 10:05:00
1
Icshal Nugraha :
karim asal nama beliau kali yah
2025-08-18 19:35:26
1
njh :
rawa lini barokah
2025-08-29 12:41:40
2
doel :
Deket rmh cing saya itu
2025-08-15 22:50:26
1
Raden bhyka trisulla :
makanya ada yg di sebut bodeman Karim.. yg pada jamnya dari tahun 90 Han dari rawa jambe itu banyak kunang2 karena lampu blm begitu meluas ..
2025-08-19 14:08:28
2
sy :
barkallah
2025-10-27 15:26:57
1
El faris :
masya allah tabarokallah.. kake sy jg ini. makom nya jg sejajar dngn makom bapa sy. Ahli surga nya allah. alpatehah
2025-08-21 10:41:19
2
Aurayani :
Alfatiha 🤲🤲🤲🤲
2025-08-16 05:19:01
1
Thezard Dani :
alfatiha
2025-08-19 16:50:46
1
R0y4d1 4d1 :
Sangat Bangga sebagai orang Rawa lini, terlebih lagi Nenek Kami Nenek Hj Maryam Binti H Pukara
ternyata bagian dari Keluarga Pahlawan Rawa lini
2025-11-04 13:59:45
0
Raden bhyka trisulla :
guru saya ini
2025-08-19 14:06:49
1
dedems79 :
🥰🥰🥰
2025-10-12 12:15:14
0
To see more videos from user @baudaja, please go to the Tikwm
homepage.