@officiallte: Adakah Seorang Wali Dalam 40 Orang Jamaah_Abu Manan Blang Jruen #tastafiaceh #tastafibireuen2025 #tastafi

T-Entertainment Studio
T-Entertainment Studio
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 15 August 2025 14:23:54 GMT
34909
1193
16
56

Music

Download

Comments

skynot03
iPull.Skynot :
sehat sabe abu allah brie🤲❤
2025-08-15 22:32:47
2
hapyypp
MUZA 78 💯💯💯💯 :
sehat sabe
2025-08-20 09:33:34
0
cutnilam616
Cut Nilam :
sehat sabe ulama kamo....bermamafaat that surah Abu.......
2025-08-16 00:20:41
0
m.yusuf8975
M Yusuf :
bismillah semoga sehat selalu Aamiin Aamiin Ya Rab aamiin
2025-08-18 23:55:26
0
fadhlimohdnafialuepungke
fadhli mohd.nafi alue pungkehi :
masya allah
2025-09-11 20:28:15
0
rbt2027
berkelana :
lon turoet ikuti petunjuk dari guree,
2025-08-20 13:38:26
0
tgkamiruddin78
tgkamiruddin78 :
tapi yg kita tau ilmu para wali kejahatan itu dan kebaikan lansung dari allah.beda dengan kita masih bilah2.untung baik dan untung jahat dari allah.
2025-08-16 00:50:40
1
fadhlimohdnafialuepungke
fadhli mohd.nafi alue pungkehi :
izin share
2025-09-11 20:27:37
0
dofa591
Palestine :
🥰🥰🥰
2025-08-15 14:34:36
0
nek.amad
nek amad :
🥰🥰🥰
2025-08-18 13:01:44
0
putehabuabu3
insan tafir :
🥰🥰🥰
2025-10-14 18:13:08
0
khairulnasnas4
Raja Hamirah :
🥰🥰🥰
2025-08-18 06:45:42
0
koboy0578
koboy :
🥰
2025-08-17 03:35:33
0
aufasaif115
Nek Tu :
kesalahan grak geutanyoe Hn merasa grak Allah Nyoe maksiat. soal shalat jenazah kenapa terjadi 4 takbir..ini yg wajib di fahami bukan hitungan 40.
2025-08-18 10:55:20
0
muhammad.iqbal.r1
☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️ :
semoga Allah geubri kee abu Blang jrun 'saban Sabee dalam bimbingan alah..
2025-08-21 13:26:53
0
To see more videos from user @officiallte, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About