@nipcooks: Sri Lankan Milk Tea made with @Dilmah Australia is the ultimate comfort drink for me. Here’s your reminder to grab a specially marked pack of Dilmah and stand a chance to win a trip to Sri Lanka 🇱🇰 Try my cozy milk tea recipe at home: Serves 2 Ingredients
• 3 x Dilmah Extra Strength tea bags
• 1 inch knob of ginger
• 5 cardamom pods
• 2 cloves
• Tiny piece of Ceylon cinnamon
• 1.5 cups milk
• 0.5 cups boiling water Method 1. Crush the ginger and spices well using a mortar & pestle. 2. Add them to boiling water along with the tea bags and let it brew for 5 mins. 3. Heat milk in the microwave for 1 minute. 4. Strain the tea into the milk, add sugar to taste, and stir. 5. Give it a few classic “chai pulls” to get that creamy texture. 6. Serve with your favorite Sri Lankan short eats #ad #CeylonTea #Chai #Tea  #DilmahAustralia

Nipcooks
Nipcooks
Open In TikTok:
Region: AU
Tuesday 19 August 2025 01:48:07 GMT
24729
656
9
41

Music

Download

Comments

shwetaandbuddy
shwetaandbuddy :
Nothing beats a cup of Indian Masala Chai
2025-08-19 04:55:32
0
dilmah.australia
Dilmah Australia :
It's amazing what a cup of tea can do <3
2025-08-19 02:03:07
7
user97241345276671
fairytale :
Dilmah it has to be for Real Taste.♥️♥️♥️♥️
2026-06-03 06:38:41
0
husam_qtr
Husam_QTR :
🤩🤩🤩🤩🤩
2025-08-22 06:16:27
0
therapywithvish
therapywithvish :
😍
2025-08-19 03:21:28
0
induni_hiripitiya
Indu 🤍 :
♥️♥️♥️
2025-08-19 01:53:07
0
sadyyy_kim
M🤍 :
💀
2025-09-01 03:27:59
0
To see more videos from user @nipcooks, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam khazanah budaya Jawa, weton merupakan perpaduan antara hari kelahiran dan lima pasaran Jawa yang secara turun-temurun dipercaya memiliki makna filosofis mengenai kecenderungan watak seseorang. Berbagai naskah primbon mengaitkan setiap pasaran dengan karakter tertentu sebagai pedoman hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagai media penyampaian nilai-nilai luhur, karakter lima pasaran kemudian dianalogikan dengan tokoh-tokoh pewayangan yang telah lama menjadi bagian penting dari budaya Nusantara.  Legi diibaratkan seperti Yudhistira, sosok yang menjunjung tinggi kejujuran, kebijaksanaan, keadilan, dan keharmonisan.  Pahing dianalogikan dengan Bima, yang melambangkan keberanian, ketegasan, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah.  Pon disandingkan dengan Arjuna, figur yang dikenal cerdas, tenang, analitis, dan mampu menyusun strategi secara matang. Sementara itu, Wage diilustrasikan melalui Nakula dan Sadewa, saudara kembar Pandawa yang menjadi simbol kesetiaan, kerendahan hati, ketekunan, kesabaran, dan pengabdian kepada keluarga maupun kebenaran.  Adapun Kliwon dianalogikan dengan Semar, tokoh yang merepresentasikan kebijaksanaan, kewibawaan, intuisi yang tajam, serta kepemimpinan yang mengayomi. Bagi kalangan budayawan dan pemerhati tradisi, analogi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat Jawa menyampaikan ajaran moral melalui kisah pewayangan.  Setiap tokoh tidak hanya berperan sebagai karakter dalam epos Mahabharata, tetapi juga menjadi simbol nilai-nilai kehidupan yang diharapkan dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Hingga kini, tradisi mengaitkan karakter weton dengan tokoh pewayangan tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa.  Warisan ini terus hidup melalui sastra, pertunjukan wayang, tradisi lisan, hingga berbagai kajian mengenai filosofi dan kearifan lokal, sebagai salah satu bentuk identitas budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Nusantara. #wetonjawa #primbonjawa #karakterweton #karakter #jawa
Dalam khazanah budaya Jawa, weton merupakan perpaduan antara hari kelahiran dan lima pasaran Jawa yang secara turun-temurun dipercaya memiliki makna filosofis mengenai kecenderungan watak seseorang. Berbagai naskah primbon mengaitkan setiap pasaran dengan karakter tertentu sebagai pedoman hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sebagai media penyampaian nilai-nilai luhur, karakter lima pasaran kemudian dianalogikan dengan tokoh-tokoh pewayangan yang telah lama menjadi bagian penting dari budaya Nusantara. Legi diibaratkan seperti Yudhistira, sosok yang menjunjung tinggi kejujuran, kebijaksanaan, keadilan, dan keharmonisan. Pahing dianalogikan dengan Bima, yang melambangkan keberanian, ketegasan, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah. Pon disandingkan dengan Arjuna, figur yang dikenal cerdas, tenang, analitis, dan mampu menyusun strategi secara matang. Sementara itu, Wage diilustrasikan melalui Nakula dan Sadewa, saudara kembar Pandawa yang menjadi simbol kesetiaan, kerendahan hati, ketekunan, kesabaran, dan pengabdian kepada keluarga maupun kebenaran. Adapun Kliwon dianalogikan dengan Semar, tokoh yang merepresentasikan kebijaksanaan, kewibawaan, intuisi yang tajam, serta kepemimpinan yang mengayomi. Bagi kalangan budayawan dan pemerhati tradisi, analogi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat Jawa menyampaikan ajaran moral melalui kisah pewayangan. Setiap tokoh tidak hanya berperan sebagai karakter dalam epos Mahabharata, tetapi juga menjadi simbol nilai-nilai kehidupan yang diharapkan dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Hingga kini, tradisi mengaitkan karakter weton dengan tokoh pewayangan tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa. Warisan ini terus hidup melalui sastra, pertunjukan wayang, tradisi lisan, hingga berbagai kajian mengenai filosofi dan kearifan lokal, sebagai salah satu bentuk identitas budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Nusantara. #wetonjawa #primbonjawa #karakterweton #karakter #jawa

About