@khalid__ismail: طول الأمل Prolonged Hope

الشيخ خالد إسماعيل
الشيخ خالد إسماعيل
Open In TikTok:
Region: AE
Tuesday 19 August 2025 13:24:26 GMT
2783
264
12
15

Music

Download

Comments

user9488651406355
إسماعيل العمري :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم٠
2025-08-24 15:39:17
0
mohammedmeme06
꧁ زٍيَآدٍ ♡ وٌيَزٍنِ ꧂ :
لا إله إلا الله 🌺
2025-08-19 13:28:35
0
schaatser.jr
حرف جر :
اللهم بشر واحشر الصالحين في جنة ونعيم يارب العالمين
2025-08-19 17:02:27
0
mohammedmeme06
꧁ زٍيَآدٍ ♡ وٌيَزٍنِ ꧂ :
اللهم اعنا علي ذكرك وشكرك وحسن عبادتك يارب
2025-08-19 13:28:26
0
jaanu.adbara
jaanu adbara :
🤩
2025-09-02 03:36:07
0
user5181452094337
الزبير محمد :
🥰
2025-08-28 08:16:10
0
user3740596178115
احمد العطا :
❤️❤️❤️
2025-08-20 15:25:42
0
user82602125485683
ابكرمحمد لك تشاد :
👍👍👍
2025-08-19 17:35:28
0
telawat_quran91
Telawat_Quran91 :
سلسلة الإستغفار أنطلقت لا تدعها تتوقف عندك : استغفر الله الذي لا اله الا هو الحي القيوم واتوب اليه
2025-09-01 16:56:02
0
9amine6
امين كريكة📚☝️ :
👏👏👏
2025-08-19 13:31:02
1
user3402021363030
♡سبحان الله وبحمده♡ :
جزاك الله كل خيرا
2025-08-19 18:11:15
0
.331.a
. :
♥️♥️♥️
2025-12-08 17:01:31
0
To see more videos from user @khalid__ismail, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena rasanya usiamu yang masih 27 tahun hancur lebur seketika dalam satu malam.  Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh sesak, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: di usiamu yang baru menginjak 27 tahun, aku sudah resmi divonis terkena hipertensi dengan angka tensi melonjak sampai 180! Semua mimpi indah masa mudaku runtuh seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, masa iya anak umur 27 tahun sakitan? Paling cuma capek habis scrolling sosmed semalaman, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget sering makan seblak pedas gurih berlebihan, melahap mie gacoan tingkat pedas ekstrem, dan hobi begadang setiap hari sampai subuh demi scrolling TikTok atau ngerjain tugas. Aku selalu mikir karena usiaku masih muda belia, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup dan makanan merusak itu. Sampai akhirnya  hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhku langsung lemas tak berdaya.  Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena rasanya usiamu yang masih 27 tahun hancur lebur seketika dalam satu malam. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh sesak, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: di usiamu yang baru menginjak 27 tahun, aku sudah resmi divonis terkena hipertensi dengan angka tensi melonjak sampai 180! Semua mimpi indah masa mudaku runtuh seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, masa iya anak umur 27 tahun sakitan? Paling cuma capek habis scrolling sosmed semalaman, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget sering makan seblak pedas gurih berlebihan, melahap mie gacoan tingkat pedas ekstrem, dan hobi begadang setiap hari sampai subuh demi scrolling TikTok atau ngerjain tugas. Aku selalu mikir karena usiaku masih muda belia, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup dan makanan merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhku langsung lemas tak berdaya. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak di angka krisis ekstrem 180! Anak muda umur 27 tahun bisa setinggi ini?!" seru perawat dengan nada panik menyuruhku tenang total. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Kamu mengalami Hipertensi Kritis di usia muda! Pembuluh darahmu sudah sangat tertekan oleh pola makan dan gaya hidup buruk, dan ini hampir memicu stroke! Mulai hari ini, kamu harus bergantung pada obat dokter!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku sebagai anak muda berubah jadi penjara penderitaan: setiap hari harus dihantui rasa cemas takut kena stroke di usia muda, tubuh tersiksa pusing, dan masa depan terasa suram. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia tidak kenal usia bahkan di umur 27 tahun yang harusnya lagi produktif, dia bisa menyelinap diam-diam di balik sebungkus seblak dan mie gacoan, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, masa depan kita ikut dihancurkan tak tersisa. #viral #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About