sangat sulit kalau cuma presiden yang mau membubarkan DPR, buktinya gusdur di lengserkan. kecuali rakyat ikut andil demo besar-besaran dan presiden mengeluarkan dekrit, kemungkinan DPR bisa di bubarkan. karena DPR di lindungi oleh UUD. Jadi presiden maupun rakyat sulit membubarkan DPR.
2025-08-20 04:47:49
43
🅝🅐🅓🅘🅡🅐 Ⓜⓐⓕⓗⓐⓩⓐ :
mudaha2n jdi kenyataan,,era skrng 🤲
2025-08-20 04:30:10
14
far :
Assalamu'alaikum izin repost ya kak🥰 TERIMAKASIH
2025-08-28 09:04:02
2
pipiopi :
aamiin ya Allah
2025-08-20 08:30:16
2
hayuuu :
Qususon Ila Ruhi Mbah Gus Dur.. lahul Fatehah..
2025-08-20 14:58:14
1
eventnusantara :
tau kn knp orang baik byk musuhnya
2025-08-21 10:18:43
0
Bachtiar Riza Fahma :
😁
2025-08-30 13:13:34
0
RajaManullang15 :
😜
2025-08-21 12:46:32
0
.by59 :
🥰🥰🥰
2025-09-24 22:27:04
0
Firman Andiansyah :
😂
2025-08-22 04:09:14
0
Bachtiar Riza Fahma :
🥰
2025-08-30 13:13:34
0
itsme :
😁
2025-08-22 14:37:51
0
Miti Dijodi :
@partaigerindra yang begini.. rakyat mau
2025-08-29 06:19:17
0
Lica :
sekarang seperti kebalikannya, rakyat pingin melengserkan cmn sepertinya mustahil presiden mau mengeluarkan dekrit itu.
2025-08-20 13:50:00
1
Dil :
masyarakat tholol mala bela mega wati hancurkan negara ini di penuhi korupsi 😂
2025-08-21 09:17:32
1
Muqaffi信宜 :
Pada hari Senin tanggal 23 Juli 2001 pukul 01.10 di Istana Negara, Presiden mengeluarkan maklumat.[1] Presiden mengeluarkan maklumat tersebut dengan alasan demi keselamatan bangsa, selain itu Presiden juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat.[2] Berikut ini isi dari Maklumat Presiden:
Maklumat Presiden Republik Indonesia
Setelah melihat dan memperhatikan dengan saksama perkembangan politik yang menuju pada kebuntuan politik akibat krisis konstitusional yang berlarut-larut yang telah memperparah krisis ekonomi dan menghalangi usaha penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang disebabkan oleh pertikaian politik kekuasaan yang tidak mengindahkan lagi kaidah-kaidah perundang-undangan.
Apabila ini tidak dicegah, akan segera menghancurkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dengan keyakinan dan tanggung jawab untuk menyelamatkan negara dan bangsa serta berdasarkan kehendak sebagian besar masyarakat Indonesia, kami selaku Kepala Negara Republik Indonesia terpaksa mengambil langkah-langkah luar biasa dengan memaklumkan:
1. Membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
2. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan untuk menyelenggarakan pemilihan umum dalam waktu satu tahun.
3. Menyelamatkan gerakan reformasi total dari hambatan unsur-unsur Orde Baru, dengan membekukan Partai Golkar sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung.
Untuk itu, kami memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan langkah-langkah penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang serta menjalankan kehidupan sosial ekonomi seperti biasa. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa meridhoi negara dan bangsa Indonesia.
Jakarta, 22 Juli 2001
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
KH Abdurrahman Wahid
2025-08-22 18:17:20
0
Pocii :
🔥
2025-08-22 14:02:12
0
Muqaffi信宜 :
Pada hari Senin tanggal 23 Juli 2001 pukul 01.10 di Istana Negara, Presiden mengeluarkan maklumat.[1] Presiden mengeluarkan maklumat tersebut dengan alasan demi keselamatan bangsa, selain itu Presiden juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat.[2] Berikut ini isi dari Maklumat Presiden:
Maklumat Presiden Republik Indonesia
Setelah melihat dan memperhatikan dengan saksama perkembangan politik yang menuju pada kebuntuan politik akibat krisis konstitusional yang berlarut-larut yang telah memperparah krisis ekonomi dan menghalangi usaha penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang disebabkan oleh pertikaian politik kekuasaan yang tidak mengindahkan lagi kaidah-kaidah perundang-undangan.
Apabila ini tidak dicegah, akan segera menghancurkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dengan keyakinan dan tanggung jawab untuk menyelamatkan negara dan bangsa serta berdasarkan kehendak sebagian besar masyarakat Indonesia, kami selaku Kepala Negara Republik Indonesia terpaksa mengambil langkah-langkah luar biasa dengan memaklumkan:
1. Membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
2. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan untuk menyelenggarakan pemilihan umum dalam waktu satu tahun.
3. Menyelamatkan gerakan reformasi total dari hambatan unsur-unsur Orde Baru, dengan membekukan Partai Golkar sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung.
Untuk itu, kami memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan langkah-langkah penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang serta menjalankan kehidupan sosial ekonomi seperti biasa. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa meridhoi negara dan bangsa Indonesia.
Jakarta, 22 Juli 2001
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
KH Abdurrahman Wahid
2025-08-22 18:17:19
0
Muqaffi信宜 :
Pada hari Senin tanggal 23 Juli 2001 pukul 01.10 di Istana Negara, Presiden mengeluarkan maklumat.[1] Presiden mengeluarkan maklumat tersebut dengan alasan demi keselamatan bangsa, selain itu Presiden juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat.[2] Berikut ini isi dari Maklumat Presiden:
Maklumat Presiden Republik Indonesia
Setelah melihat dan memperhatikan dengan saksama perkembangan politik yang menuju pada kebuntuan politik akibat krisis konstitusional yang berlarut-larut yang telah memperparah krisis ekonomi dan menghalangi usaha penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang disebabkan oleh pertikaian politik kekuasaan yang tidak mengindahkan lagi kaidah-kaidah perundang-undangan.
Apabila ini tidak dicegah, akan segera menghancurkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dengan keyakinan dan tanggung jawab untuk menyelamatkan negara dan bangsa serta berdasarkan kehendak sebagian besar masyarakat Indonesia, kami selaku Kepala Negara Republik Indonesia terpaksa mengambil langkah-langkah luar biasa dengan memaklumkan:
1. Membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
2. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan untuk menyelenggarakan pemilihan umum dalam waktu satu tahun.
3. Menyelamatkan gerakan reformasi total dari hambatan unsur-unsur Orde Baru, dengan membekukan Partai Golkar sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung.
Untuk itu, kami memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan langkah-langkah penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang serta menjalankan kehidupan sosial ekonomi seperti biasa. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa meridhoi negara dan bangsa Indonesia.
Jakarta, 22 Juli 2001
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
KH Abdurrahman Wahid
2025-08-22 18:17:19
0
syl25 :
tahukan kenapa alm.gusdur mau membekukan MPR DAN DPR ..
2025-08-29 03:44:47
0
Muqaffi信宜 :
Pada hari Senin tanggal 23 Juli 2001 pukul 01.10 di Istana Negara, Presiden mengeluarkan maklumat.[1] Presiden mengeluarkan maklumat tersebut dengan alasan demi keselamatan bangsa, selain itu Presiden juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat.[2] Berikut ini isi dari Maklumat Presiden:
Maklumat Presiden Republik Indonesia
Setelah melihat dan memperhatikan dengan saksama perkembangan politik yang menuju pada kebuntuan politik akibat krisis konstitusional yang berlarut-larut yang telah memperparah krisis ekonomi dan menghalangi usaha penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang disebabkan oleh pertikaian politik kekuasaan yang tidak mengindahkan lagi kaidah-kaidah perundang-undangan.
Apabila ini tidak dicegah, akan segera menghancurkan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka dengan keyakinan dan tanggung jawab untuk menyelamatkan negara dan bangsa serta berdasarkan kehendak sebagian besar masyarakat Indonesia, kami selaku Kepala Negara Republik Indonesia terpaksa mengambil langkah-langkah luar biasa dengan memaklumkan:
1. Membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
2. Mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan untuk menyelenggarakan pemilihan umum dalam waktu satu tahun.
3. Menyelamatkan gerakan reformasi total dari hambatan unsur-unsur Orde Baru, dengan membekukan Partai Golkar sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung.
Untuk itu, kami memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan langkah-langkah penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyerukan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang serta menjalankan kehidupan sosial ekonomi seperti biasa. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa meridhoi negara dan bangsa Indonesia.
Jakarta, 22 Juli 2001
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
KH Abdurrahman Wahid
2025-08-22 18:17:20
0
To see more videos from user @rip.story1, please go to the Tikwm
homepage.