@intelijensipil.id: Aktivitas ilegal yang diduga terorganisir ini bahkan disinyalir mendapat perlindungan dari oknum Aparat Penegak Hukum (APH), menggugah rasa keadilan masyarakat yang merasa dirugikan. Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai tindakan kolusi antara pelaku bisnis ilegal dan pihak berwenang, dimana kepentingan pribadi diduga mengalahkan kepentingan publik. Warga sekitar lokasi berinisial JR kepada koresponden 3Media Grup menjelaskan “BBM subsidi jenis solar disimpan di gudang dan ditutupi tarpal agar tidak terlihat”, Sabtu (16/8/2025). “Akibat penimbunan ini, pasokan BBM subsidi yang semestinya didistribusikan untuk masyarakat terbatas, sedangkan orang orang berduit bisa mengaksesnya secara sembunyi sembunyi melalui jaringan gelap” tambahnya. Hal ini semakin menambah kesulitan bagi masyarakat yang mengandalkan BBM subsidi untuk kegiatan sehari hari, terutama kalangan petani dan pengusaha kecil yang bergantung pada akses bahan bakar yang terjangkau. Mereka juga melaporkan adanya mobil pelangsir, seperti panther hitam dan L- 300, yang secara teratur mengangkut BBM dari beberapa SPBU sebelum dijual kembali sebagai BBM industri dengan harga lebih dari Rp.12.000 per liter, jauh diatas harga subsidi. “Praktik ini jelas menyalahi aturan dan dapat berpotensi memicu lonjakan harga di pasar, yang pada gilirannya bisa merugikan konsumen biasa” ungkap warga. Seorang warga lain, menekankan bahwa tindakan ini bukan hanya menciptakan ketidakadilan, tetapi juga dapat menyebabkan kekacauan pasokan energi di daerah tersebut. Namun, hingga kini belum ada tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) yang diharapkan oleh masyarakat. Menyikapi situasi ini, oknum wartawan berinisial RDI Siregar bahkan diduga turut menutup nutupi kasus tersebut, menandakan adanya masalah integritas dalam beberapa institusi yang seharusnya berfungsi untuk melindungi kepentingan publik. “Jika aparat hukum tetap diam, kami menduga ada pembiaran bahkan keterlibatan langsung dalam praktik ini. Ini sangat merugikan negara dan mencederai rasa keadilan masyarakat” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Masyarakat menuntut aparat segera menindak pelaku demi menjaga keamanan energi dan kepercayaan publik yang semakin menipis. Lokasi dugaan penimbunan berada di Kecamatan Padang Sidimpuan Utara, Jalan Kapten Koima No. 48 WIK (II) serta Jalan Lintas Sumatera Utara, tepat di depan Rumah Makan Simpang Jalan Baru Pass. Warga berharap pihak berwenang segera mengambil langkah konkret setelah pemberitaan ini tersebar secara nasional. Mengingat dampak yang ditimbulkan sangat luas dan berpotensi merusak tatanan sosial dan ekonomi masyarakat. “Ketidakpuasan ini harus ditangani dengan serius untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah” imbuh warga setempat.

intelijensipil.id
intelijensipil.id
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 22 August 2025 01:46:41 GMT
859
22
2
0

Music

Download

Comments

yoyok6175
yoyok6175 :
Gak mungkin TNI menimbun itu fitnah... TNI warga negara no 1..pantang berbuat curang...dan selalu jujur........katanya.
2025-08-22 10:02:54
1
buzzer1.0.0
BUZZER 100M :
TERSERAH MEREKA MAU APA KARNA MEREKA YG PUNYA NEGARA
2025-08-23 06:22:14
0
To see more videos from user @intelijensipil.id, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

الصلاة الصحيحة هي أداء الصلوات الخمس في أوقاتها، متطهرًا، مستقبلًا القبلة، مع استحضار النية والخشوع. تبدأ بتكبيرة الإحرام، وقراءة الفاتحة وسورة، ثم الركوع والسجود بطمأنينة، والجلوس للتشهدين (في الثلاثية والرباعية) أو واحد (في الفجر)، والختام بالتسليم، متبعًا فيها هدي النبي ﷺ [
الصلاة الصحيحة هي أداء الصلوات الخمس في أوقاتها، متطهرًا، مستقبلًا القبلة، مع استحضار النية والخشوع. تبدأ بتكبيرة الإحرام، وقراءة الفاتحة وسورة، ثم الركوع والسجود بطمأنينة، والجلوس للتشهدين (في الثلاثية والرباعية) أو واحد (في الفجر)، والختام بالتسليم، متبعًا فيها هدي النبي ﷺ ["صلوا كما رأيتموني أصلي"]. خطوات الصلاة الصحيحة (من التكبير إلى التسليم): الاستعداد: الوضوء، ستر العورة، واستقبال القبلة. النية: نية الصلاة المعينة بقلبك دون التلفظ بها. تكبيرة الإحرام: قول "الله أكبر" مع رفع اليدين حذو المنكبين. القيام والقراءة: قراءة سورة الفاتحة في كل ركعة، وما تيسر من القرآن في الركعتين الأوليين. الركوع: الانحناء مع وضع اليدين على الركبتين، وقول "سبحان ربي العظيم" ثلاثًا، مع الطمأنينة. الرفع من الركوع: الاعتدال قائمًا وقول "سمع الله لمن حمده"، ثم "ربنا ولك الحمد". السجود: السجود على الأعضاء السبعة (الجبهة والأنف، الكفان، الركبتان، أطراف القدمين) مع الطمأنينة وقول "سبحان ربي الأعلى" ثلاثًا. الجلوس بين السجدتين: الجلوس وقول "رب اغفر لي". التشهد: قراءة التشهد في الجلوس الثاني (الركعة الثانية) والأخير (الركعة الأخيرة)، والصلاة الإبراهيمية في التشهد الأخير. التسليم: الالتفات يمينًا وقول "السلام عليكم ورحمة الله"، ثم يسارًا كذلك. أركان الصلاة (لا تصح بدونها): القيام مع القدرة (في الفرض). تكبيرة الإحرام. قراءة الفاتحة. الركوع. الاعتدال من الركوع. السجود على الأعضاء السبعة. الرفع من السجود. الجلوس بين السجدتين. الطمأنينة (السكون في كل ركن). الترتيب بين الأركان. التشهد الأخير. الجلوس للتشهد الأخير. الصلاة على النبي ﷺ. التسليمتان. سنن ومستحبات الصلاة: رفع اليدين عند الركوع، والرفع منه، وعند القيام للثالثة. وضع اليد اليمنى على اليسرى على الصدر أثناء القيام. دعاء الاستفتاح بعد تكبيرة الإحرام. قراءة ما تيسر من القرآن بعد الفاتحة في الركعتين الأوليين. ملاحظات هامة: الطمأنينة (الهدوء والسكينة وعدم العجلة) ركن أساسي في الركوع والسجود والقيام. يجب مراعاة "الترتيب" أي فعل الأركان بالترتيب المذكور.#اللهم_صلي_على_محمد_وال_محمد #قران_كريم_ارح_سمعك_وقلبك #اعادة_نشر🔁 #quranrecitation #قران_كريم

About