@userrtqnyh59ta:

❤️ស្រីពេជ្រ❤️ស្រីពេជ្រ❤️
❤️ស្រីពេជ្រ❤️ស្រីពេជ្រ❤️
Open In TikTok:
Region: KH
Friday 22 August 2025 23:49:03 GMT
242
29
14
8

Music

Download

Comments

user236564348
V :
ចាស
2025-08-23 04:13:52
1
accommodation268
អាមុី សុីងហ្គល :
❤❤❤❤
2025-08-25 10:56:32
1
user3132591778325
ច័ន្ទ បូណ៌មី :
🥰🥰🥰🥰
2025-08-25 08:41:48
1
user997786923755
ធារិនលក់ទា :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2025-08-23 03:07:29
1
bun.reach168
Bun Reach :
🥰🥰🥰
2025-08-22 23:51:51
1
kmengkhme168
ប្រូ លី 🥰🥰 :
🥰🥰🥰🥰
2025-08-23 00:27:17
1
mn.mn27084
ស្រីពេជ្រMN MN :
🥺
2025-10-11 16:56:52
0
bunreahc1
Bun Reach :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-07-20 18:41:23
0
To see more videos from user @userrtqnyh59ta, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keesokan paginya, Lena datang ke kampus lebih awal dari biasanya. Bukan karena rajin. Tapi karena ia takut terlambat lagi. Begitu sampai di depan kelas, ia melihat Miu sudah duduk di sana. Lena langsung tersenyum.
Keesokan paginya, Lena datang ke kampus lebih awal dari biasanya. Bukan karena rajin. Tapi karena ia takut terlambat lagi. Begitu sampai di depan kelas, ia melihat Miu sudah duduk di sana. Lena langsung tersenyum. "Kamu datang duluan?" Miu mengangkat wajah dari laptop. "Aku memang selalu datang duluan." "Oh." Lena duduk di sebelahnya. Miu melirik tas Lena. "Kamu bawa payung?" Lena terdiam. "Eh..." Miu menatapnya. "Lupa lagi?" Lena tersenyum kaku. "Kayaknya." Miu menghela napas. "Prakiraan cuaca bilang hujan." "Aku lupa." Miu membuka tasnya dan mengeluarkan payung lipat. "Ambil." Lena menerimanya. "Terima kasih." Miu kembali menatap laptop. Lena tersenyum kecil. "Baik banget." "Aku cuma nggak mau kamu kehujanan." Lena mengangguk polos. "Iya. Kamu memang teman yang baik." Miu berhenti mengetik. Teman. Lagi-lagi kata itu. Namun sebelum Miu sempat mengatakan sesuatu, Orm masuk bersama Lingling. Orm langsung melihat payung di tangan Lena. "Jangan bilang Miu kasih lagi." Lena mengangguk. "Iya." Orm menatap Lingling. Lingling hanya menggeleng. "Jangan mulai." "Aku belum ngomong." "Tapi wajahmu sudah." --- Setelah kelas selesai, Faye menghampiri mereka. "Lena." "Hm?" "Jadi hari ini jadi?" Lena mengernyit. "Jadi apa?" Faye tertawa. "Kemarin aku bilang mau mengajak kamu pergi." "Oh!" Lena langsung teringat. "Iya. Jadi." Miu yang sedang memasukkan laptop ke tas berhenti sebentar. Faye tersenyum. "Aku sudah pilih tempat." "Di mana?" "Rahasia." Lena langsung terlihat penasaran. "Kenapa rahasia?" "Kalau aku kasih tahu, bukan kejutan." Lena mengangguk. "Oh, benar." Orm mendekat. "Kalian mau kencan?" Lena langsung menoleh. "Ini bukan kencan." Faye tersenyum. "Kalau aku bilang kencan?" Lena membeku. Orm menutup mulut. Lingling langsung menarik Orm menjauh. "Jangan ikut campur." "Tapi seru!" "Orm." "Oke." Faye menatap Lena. "Jadi?" Lena mengangguk. "Oke. Kita pergi." Faye tersenyum puas. Miu diam-diam memperhatikan mereka. --- Sore harinya, Faye membawa Lena ke sebuah toko buku besar di pusat Bangkok. Lena langsung membelalakkan mata. "Serius?" Faye tertawa. "Kamu suka buku, kan?" "Suka." "Aku ingat." Lena berjalan masuk dengan wajah berbinar. Ia berhenti di depan rak novel. "Ini ada edisi yang aku cari!" Faye berdiri di sampingnya. "Ambil." "Tapi mahal." "Aku traktir." Lena langsung menggeleng. "Jangan." "Kenapa?" "Aku nggak enak." Faye mengambil buku itu dan menyerahkannya. "Kalau begitu anggap hadiah." Lena menatap buku tersebut. "Hadiah apa?" Faye tersenyum. "Hadiah karena hari ini kamu mau pergi sama aku." Lena terdiam. Wajahnya mulai memerah. Faye memperhatikannya. "Kamu malu?" "Enggak." "Merah." "Memang panas." Faye tertawa. "Toko ini pakai AC." Lena memukul lengannya pelan. "Jangan ganggu." Mereka kemudian berjalan ke sebuah kafe kecil di lantai atas. Faye memesan dua minuman. Lena melihat suasana di sekitar mereka. "Tempat ini bagus." "Aku sering ke sini." "Sendirian?" "Kadang." Faye menatap Lena. "Tapi hari ini lebih bagus." Lena mengangkat alis. "Kenapa?" "Karena ada kamu." Lena langsung salah tingkah. Ia menunduk dan memainkan sedotan minumannya. Faye tersenyum melihat reaksinya. "Kamu polos banget." Lena langsung mengangkat kepala. "Aku nggak polos." "Serius?" "Iya." Faye mendekat sedikit. "Kalau aku terus terang bilang aku suka kamu, kamu percaya?" Lena menatapnya. "Kamu bercanda?" Faye terdiam sesaat. Lalu tertawa kecil. "Nah, itu masalahnya." "Apa?" "Kamu benar-benar nggak sadar." Lena mengerutkan kening. "Apanya?" Faye hanya tersenyum. "Nggak apa-apa." --- Malamnya, Lena pulang ke apartemen. Begitu pintu terbuka, ia melihat Miu sedang duduk di sofa. "Kamu belum tidur?" "Belum." Miu melihat kantong buku di tangan Lena. "Dari mana?" "Tadi pergi sama Faye." Miu mengangguk. "Seru?" "Seru banget." Lena duduk di sampingnya. "Dia tahu aku suka buku." Miu menatap buku yang dibawa Lena. "Aku juga tahu." Lena menoleh. "Hah?" Miu langsung berdiri. "Besok kita beli buku." Lena tertawa. "Kamu cemburu lagi?" Miu berhenti. Lena tersenyum polos. "Kamu lucu kalau cemburu." Miu menatapnya lama. "Kamu benar-benar nggak tahu, ya?" "Tahu apa?" Miu menghela napas. "Sudahlah." #lingorm #fayeperaya #lenamiu #miulena #thaigl

About