@bndondoesportsplus: Never a doubt #golf #golfersoftiktok

Coach Brandon
Coach Brandon
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 24 August 2025 18:02:27 GMT
423
16
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bndondoesportsplus, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) memang pernah mewacanakan pembubaran DPR dan pembekuan MPR pada tahun 2001, menjelang berakhirnya masa pemerintahannya. Ada beberapa latar belakang yang melatarbelakangi niat itu: 1. Konflik politik dengan DPR/MPR Gusdur menganggap bahwa DPR dan MPR tidak memiliki fungsi yang benar terhadap rakyat dan hanya kumpulan tikus yang memakan uang rakyat. Sejak awal menjabat, Gus Dur sering berselisih dengan DPR karena sikapnya yang spontan, kontroversial, dan kebijakan yang kadang tak sejalan dengan elite partai. DPR kala itu merasa Gus Dur tidak mampu memimpin dengan stabil. Beberapa kali hak interpelasi dan angket digulirkan untuk mengkritiknya. Hubungan semakin panas ketika DPR/MPR mulai mendorong agenda pemakzulan (impeachment) terhadap Gus Dur. 2. Kasus Bulog dan Brunei Gate Gus Dur dituduh terlibat dalam penyalahgunaan dana Bulog Rp 35 miliar dan dana sumbangan Sultan Brunei US$ 2 juta. Walau tidak terbukti kuat, kasus ini menjadi senjata politik untuk melemahkan posisinya. DPR memanfaatkan isu ini untuk menggiring opini bahwa Gus Dur tidak layak menjabat presiden. 3. Keinginan mempertahankan legitimasi Gus Dur merasa bahwa DPR/MPR saat itu sudah tidak mewakili aspirasi rakyat, melainkan menjadi alat politik kelompok tertentu (terutama Golkar dan PDIP yang dominan). Karena itu, ia berencana mengeluarkan Dekrit Presiden pada 23 Juli 2001 untuk: -Membubarkan DPR -Membekukan MPR -Mengembalikan kedaulatan langsung ke rakyat dengan rencana percepatan pemilu. 4. Namun gagal dilaksanakan Sebelum dekrit itu diumumkan, MPR sudah lebih dulu menggelar Sidang Istimewa dan secara resmi memberhentikan Gus Dur sebagai presiden, menggantikannya dengan Megawati Soekarnoputri pada 23 Juli 2001. Jadi, rencana pembubaran DPR/MPR tidak pernah benar-benar terealisasi. 5. Kenapa Gagal Nyata Karena Gus Dur tidak punya cukup dukungan politik (hanya didukung PKB dan sebagian kecil PAN). TNI, Polri, dan mayoritas partai di MPR tidak mendukung. Sehingga sebelum dekrit diumumkan, MPR bergerak lebih cepat menggelar Sidang Istimewa → Gus Dur jatuh, Megawati naik. 🔑 Intinya: Gus Dur ingin membubarkan DPR/MPR karena melihat lembaga itu lebih sibuk menjatuhkan dirinya ketimbang memperjuangkan rakyat. Tapi secara politik, langkah itu justru mempercepat upaya pemakzulannya. (Alm Gusdur Bapak Toleransi/Bapak Pluralisme Indonesia) #gusdur #megawati #jokowi #prabowo #DPRMPR
Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) memang pernah mewacanakan pembubaran DPR dan pembekuan MPR pada tahun 2001, menjelang berakhirnya masa pemerintahannya. Ada beberapa latar belakang yang melatarbelakangi niat itu: 1. Konflik politik dengan DPR/MPR Gusdur menganggap bahwa DPR dan MPR tidak memiliki fungsi yang benar terhadap rakyat dan hanya kumpulan tikus yang memakan uang rakyat. Sejak awal menjabat, Gus Dur sering berselisih dengan DPR karena sikapnya yang spontan, kontroversial, dan kebijakan yang kadang tak sejalan dengan elite partai. DPR kala itu merasa Gus Dur tidak mampu memimpin dengan stabil. Beberapa kali hak interpelasi dan angket digulirkan untuk mengkritiknya. Hubungan semakin panas ketika DPR/MPR mulai mendorong agenda pemakzulan (impeachment) terhadap Gus Dur. 2. Kasus Bulog dan Brunei Gate Gus Dur dituduh terlibat dalam penyalahgunaan dana Bulog Rp 35 miliar dan dana sumbangan Sultan Brunei US$ 2 juta. Walau tidak terbukti kuat, kasus ini menjadi senjata politik untuk melemahkan posisinya. DPR memanfaatkan isu ini untuk menggiring opini bahwa Gus Dur tidak layak menjabat presiden. 3. Keinginan mempertahankan legitimasi Gus Dur merasa bahwa DPR/MPR saat itu sudah tidak mewakili aspirasi rakyat, melainkan menjadi alat politik kelompok tertentu (terutama Golkar dan PDIP yang dominan). Karena itu, ia berencana mengeluarkan Dekrit Presiden pada 23 Juli 2001 untuk: -Membubarkan DPR -Membekukan MPR -Mengembalikan kedaulatan langsung ke rakyat dengan rencana percepatan pemilu. 4. Namun gagal dilaksanakan Sebelum dekrit itu diumumkan, MPR sudah lebih dulu menggelar Sidang Istimewa dan secara resmi memberhentikan Gus Dur sebagai presiden, menggantikannya dengan Megawati Soekarnoputri pada 23 Juli 2001. Jadi, rencana pembubaran DPR/MPR tidak pernah benar-benar terealisasi. 5. Kenapa Gagal Nyata Karena Gus Dur tidak punya cukup dukungan politik (hanya didukung PKB dan sebagian kecil PAN). TNI, Polri, dan mayoritas partai di MPR tidak mendukung. Sehingga sebelum dekrit diumumkan, MPR bergerak lebih cepat menggelar Sidang Istimewa → Gus Dur jatuh, Megawati naik. 🔑 Intinya: Gus Dur ingin membubarkan DPR/MPR karena melihat lembaga itu lebih sibuk menjatuhkan dirinya ketimbang memperjuangkan rakyat. Tapi secara politik, langkah itu justru mempercepat upaya pemakzulannya. (Alm Gusdur Bapak Toleransi/Bapak Pluralisme Indonesia) #gusdur #megawati #jokowi #prabowo #DPRMPR

About