@kristyshandmadecreations:

Kristy
Kristy
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 26 August 2025 01:54:00 GMT
51570
594
22
36

Music

Download

Comments

mila35494
Mila :
hola,que tela usas?
2025-08-29 20:40:39
0
user8668138665993
user8668138665993 :
What do u set ur presser foot tension to? Mine are super wavy even on 1
2025-08-27 23:14:24
0
a.l.efrnc
alee :
Me imagino realiza la tira Cn la tela a esa medida y luego ya lo cose
2025-08-29 02:13:10
0
la.infanta.lul
la infanta Lulú :
buen día desde Venezuela. cómo hago las tiras? y necesariamente debe pegarse con zikzak porque solo tengo recta
2025-08-26 12:20:59
0
edna.denmi.lpez.l
Edna denmi López López :
como se llama el material que usa
2025-08-29 00:00:29
0
elienepereira8695
eliene :
moça por favor me mostra como que começa pelo meio
2025-08-28 20:50:07
0
countryporchplants
Cindy’s Honest Reviews :
Awww this is so pretty!!!
2025-08-26 13:08:02
1
messhazel
MessHazel :
You should check my sunflower rug out. I started it round, but I took it apart and did it a squatty oval.
2025-08-26 18:49:24
0
noehmy.parrales.m
cridtalita :
Q tela es +?
2025-08-28 17:36:44
0
terrycarp1
Terry🦋🌸🦋 :
Love the stickers on the machine.
2025-08-27 16:07:06
1
nidicruze
nidicruze :
ensina a fazer
2025-08-27 00:46:01
0
mariaveronicanovoa
Maria Veronica Novoa Aguilera :
hola soy de chile como se llama esa pieza que esta en la prensatela desde ya gracias
2025-08-26 05:03:05
0
user394664221097
user394664221097 :
🥰
2025-08-29 21:57:10
1
rhonda2466
Rhonda | Fern & Thistle Art :
😁😁😁
2025-08-28 10:43:37
1
huseynova7376
Huseynova :
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
2025-08-27 15:43:15
1
f.l6051
F.L :
🥰
2025-08-30 15:17:24
0
To see more videos from user @kristyshandmadecreations, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ini cerita tentang seseorang yang pernah jadi langitku tempatku pulang, meski aku tak pernah benar-benar menyadarinya. Namanya Yushi. Teman sekelasku sejak SMP. la bukan tipe orang yang banyak bicara, bukan pula yang suka menonjol di tengah keramaian. Tapi Yushi selalu ada. Saat aku jatuh di lapangan, dia yang pertama membantuku berdiri. Saat aku lupa membawa payung, ia muncul di gerbang sekolah dengan senyum kikuk dan satu payung kecil. Saat aku patah hati untuk pertama kali, dia duduk diam di bangku taman sebelahku, mendengarkan tangisku tanpa bertanya apa pun. la tidak banyak bicara. Tapi kehadirannya selalu menenangkan, seperti langit sore yang diam-diam menyelimuti tanpa mengganggu. Aku selalu menganggapnya sebagai teman. Hanya teman. Hingga suatu hari, ia menghilang. Bukan kabur. Bukan pula pergi tanpa jejak. Tapi sakit. Yushi ternyata mengidap kelainan jantung sejak kecil. Dan selama ini di balik semua perhatian diamnya dia sedang berjuang. Menahan rasa sakitnya sendiri, menyembunyikan lelah yang tak pernah ia tunjukkan. Beberapa minggu setelah kepergiannya, adiknya menyerahkan sebuah surat kepadaku. Tulisan tangan Yushi yang kukenal begitu baik.
Ini cerita tentang seseorang yang pernah jadi langitku tempatku pulang, meski aku tak pernah benar-benar menyadarinya. Namanya Yushi. Teman sekelasku sejak SMP. la bukan tipe orang yang banyak bicara, bukan pula yang suka menonjol di tengah keramaian. Tapi Yushi selalu ada. Saat aku jatuh di lapangan, dia yang pertama membantuku berdiri. Saat aku lupa membawa payung, ia muncul di gerbang sekolah dengan senyum kikuk dan satu payung kecil. Saat aku patah hati untuk pertama kali, dia duduk diam di bangku taman sebelahku, mendengarkan tangisku tanpa bertanya apa pun. la tidak banyak bicara. Tapi kehadirannya selalu menenangkan, seperti langit sore yang diam-diam menyelimuti tanpa mengganggu. Aku selalu menganggapnya sebagai teman. Hanya teman. Hingga suatu hari, ia menghilang. Bukan kabur. Bukan pula pergi tanpa jejak. Tapi sakit. Yushi ternyata mengidap kelainan jantung sejak kecil. Dan selama ini di balik semua perhatian diamnya dia sedang berjuang. Menahan rasa sakitnya sendiri, menyembunyikan lelah yang tak pernah ia tunjukkan. Beberapa minggu setelah kepergiannya, adiknya menyerahkan sebuah surat kepadaku. Tulisan tangan Yushi yang kukenal begitu baik. "Aku ingin tetap bisa jagain kamu," tulisnya. "Kalau aku nggak bisa ada di sampingmu, aku harap kamu tetap merasa ada seseorang yang melindungimu, dari jauh." Aku menangis lama saat membaca surat itu. Tangisan karena kehilangan. Tapi lebih dari itu karena penyesalan. Selama ini, aku tak pernah benar-benar melihatnya. Aku hanya berjalan di bawah langit yang sama, tapi tak pernah menengadah dan menyadari betapa ia begitu dekat denganku. Hari-hari setelah itu sunyi. Tapi perlahan, aku belajar menata ulang diriku. Aku mulai menulis pesan untuk Yushi, walau tak pernah kukirim. Di catatan ponsel, di balik tiket kereta, di sudut-sudut halaman buku. "Aku akhirnya bisa presentasi tanpa gemetar." "Tadi pagi aku lihat pelangi, warnanya mirip banget sama warna favoritmu." Pernah suatu malam, aku memimpikan Yushi. la duduk di taman sekolah, di bangku yang sama tempat kami dulu sering duduk diam berdampingan. Wajahnya tenang, matanya hangat seperti biasa. Tapi ada cahaya lembut menyelimutinya, seolah ia bagian dari langit itu sendiri. "Yushi, kamu bahagia di sana?" tanyaku pelan. la hanya tersenyum. "Aku tenang karena kamu masih berjalan." Sejak malam itu, aku mulai bisa menerima. Rindu tak lagi menggerogoti, meski tetap ada. Tangis tak lagi deras, meski sesekali jatuh juga. Kehilangan tak pernah bisa disembuhkan, tapi bisa dipeluk. Seperti memeluk bayangan yang dulu hangat. Aku juga mulai memperhatikan orang-orang di sekitarku yang diam-diam hadir, seperti dulu Yushi. Ia mengajarkanku satu hal penting: bahwa cinta tidak selalu tentang kata-kata, atau pelukan, atau janji manis. Kadang, cinta paling tulus justru datang dari diam yang penuh makna. Dari seseorang yang hanya ingin melihatmu bahagia, meski ia sendiri diam-diam menahan rasa sakit. Hari ini, aku berdiri di depan gerbang sekolah lama kami. Di tanganku, setangkai bunga kamboja bunga favorit Yushi. Aku letakkan di bawah pohon besar tempat kami biasa berteduh bersama saat hujan. Lalu aku tersenyum. "Terima kasih, Yushi. Karena pernah jadi langitku. Kini, aku belajar menjadi langit juga untuk diriku sendiri, dan untuk orang-orang yang mungkin sedang melihatku dari jauh." Langit sore ini hangat. Angin menyapa rambutku pelan. Dan aku tahu, Yushi masih di sana. Menjagaku. Dengan cara yang tak bisa kulihat. Tapi bisa kurasa. Selalu. #yushi #pov #au #foryou

About