@jennyvipham: I’m bi btw…i think #bi #lqbtq

JennyViPham
JennyViPham
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 26 August 2025 02:18:48 GMT
5490
708
9
2

Music

Download

Comments

marya.tsukino
marya tsukino :
I love you!!!!
2025-08-26 02:28:18
11
user70960508433136
凛岛冬 :
我的天😳
2025-08-27 17:51:45
0
.gogeta93
♡︎✩𝐌𝐨𝐨𝐧 𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭☆♡︎ :
Lo suponía 🗣️‼️🙏
2025-08-26 03:51:39
8
little.ninii.zzz
Melz..♡ :
I get you 😭
2025-08-26 02:33:40
1
cataline.miranda
༄☾𝓚𝓸𝓻𝓮𝓽𝓪❊༄ :
Jaja, el video todo que ver, pero chica adoro esa risa 🙈
2025-08-26 03:26:33
2
zoye3894
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚zoye˚*•̩̩͙✩•̩̩͙ :
😁
2025-08-26 20:48:05
0
winterart2
Wintemy :
TE ENTIENDO, es que las chicas.. mmghh😩😩😩
2025-08-26 02:22:06
5
To see more videos from user @jennyvipham, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar unjuk rasa di Mapolda Kalimantan Barat, Pontianak pada Sabtu (30/8/2025).
 
 Massa yang berjumlah ratusan orang itu melakukan orasi di depan gerbang Mapolda Kalbar, sebelum akhirnya berhasil masuk ke halaman Polda Kalbar. 
 
 Satu per satu perwakilan dari masing-masing organisasi, melakukan orasi. Mereka menyoroti berbagai Tindakan represif yang dilakukan aparat selama aksi di Kalimantan Barat. Mereka juga menyebut “Polisi Pembunuh”, atas insiden Affan Kurniawan, seorang ojek online yang terlindas mobil taktis Polisi, di Jakarta. 
 
 Setelah berorasi, para demonstran ini menggelar sidang rakyat, dengan terdakwa Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto dan Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, atas tindakan represif yang dilakukan anak buahnya terhadap sejumlah pengunjuk rasa, pada aksi 27 Agustus 2025 dan 29 Agustus 2025.
 
 Hanya saja, pada sidang rakyat tersebut, Kapolda Kalbar tidak hadir, dan massa hanya mengadili Kapolresta Pontianak, Kombers Pol Suyono, didampingi Kombes Pol Arief. 
 
 Pada persidangan rakyat itu, mereka menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prawobo untuk mencopot Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, karena telah terbukti memerintahkan anak buahnya untuk melakukan Tindakan kekerasan atau represif terhadap aksi massa. 
 
 Selain itu, mereka juga menuntut Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono untuk mengundurkan diri dari jabatannya.   
 
 Setelah menggelar sidang rakyat, masing-masing  perwakilan dari organisasi menandatangi tuntutan yang kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. 
 
 Setelah tuntutan disampaikan, massa aksi pun membubarkan diri. Sebagian dari mereka menuju Gedung DPRD Kalimantan Barat.
Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar unjuk rasa di Mapolda Kalimantan Barat, Pontianak pada Sabtu (30/8/2025). Massa yang berjumlah ratusan orang itu melakukan orasi di depan gerbang Mapolda Kalbar, sebelum akhirnya berhasil masuk ke halaman Polda Kalbar. Satu per satu perwakilan dari masing-masing organisasi, melakukan orasi. Mereka menyoroti berbagai Tindakan represif yang dilakukan aparat selama aksi di Kalimantan Barat. Mereka juga menyebut “Polisi Pembunuh”, atas insiden Affan Kurniawan, seorang ojek online yang terlindas mobil taktis Polisi, di Jakarta. Setelah berorasi, para demonstran ini menggelar sidang rakyat, dengan terdakwa Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto dan Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, atas tindakan represif yang dilakukan anak buahnya terhadap sejumlah pengunjuk rasa, pada aksi 27 Agustus 2025 dan 29 Agustus 2025. Hanya saja, pada sidang rakyat tersebut, Kapolda Kalbar tidak hadir, dan massa hanya mengadili Kapolresta Pontianak, Kombers Pol Suyono, didampingi Kombes Pol Arief. Pada persidangan rakyat itu, mereka menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prawobo untuk mencopot Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, karena telah terbukti memerintahkan anak buahnya untuk melakukan Tindakan kekerasan atau represif terhadap aksi massa. Selain itu, mereka juga menuntut Kapolresta Pontianak Kombes Pol Suyono untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Setelah menggelar sidang rakyat, masing-masing perwakilan dari organisasi menandatangi tuntutan yang kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Setelah tuntutan disampaikan, massa aksi pun membubarkan diri. Sebagian dari mereka menuju Gedung DPRD Kalimantan Barat.

About