@ai_asmr_lab6: ASMR_Pencil_Drawing_Video_Generated 鉛筆で同じ円を描き続ける、ただそれだけで落ち着く✍️ AIが作ったASMR動画です。 #ASMR #PencilASMR #CircleDrawing #WritingSounds #PaperASMR #AIASMR #AIMade #OddlySatisfying #FYP #SatisfyingSounds

AI_ASMR_Lab
AI_ASMR_Lab
Open In TikTok:
Region: JP
Thursday 28 August 2025 09:00:00 GMT
19265
61
2
102

Music

Download

Comments

lalunablueasmr
La Lunablue ASMR :
this would b so easy to do yourself. why use ai, that's silly.
2026-08-13 18:00:42
0
htklove7
𝓢𝓺𝓾𝓲𝓼𝓱𝔂 𝓛𝓪𝓷𝓪🎀 :
😅
2026-07-14 21:15:03
0
To see more videos from user @ai_asmr_lab6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pada pertempuran dihari ketiga belas Bharatayudha, pihak Korawa menantang Pandawa untuk mematahkan formasi tempur melingkar yang dikenal sebagai Cakrabyuha. Para Pandawa menerima tantangan tersebut karena Kresna dan Arjuna tahu bagaimana cara mematahkan berbagai formasi tempur. Namun, pada hari itu Kresna dan Arjuna sibuk bertarung dengan Raja Susarma dari Trigarta, dan laskar Samsaptaka yang dikenal tahan banting. Pandawa yang telanjur menerima tantangan tersebut, tidak memiliki pilihan kecuali menaruh harapan kepada Abimanyu yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mematahkan formasi Cakrabyuha, tetapi tidak tahu bagaimana cara keluar dari dalamnya. Untuk meyakinkan bahwa Abimanyu tidak akan terperangkap dalam formasi tersebut, Pandawa bersaudara memutuskan bahwa, mereka dan sekutu akan mengawal Abimanyu serta membantu sang pemuda keluar dari Cakrabyuha.[7] Abimanyu berhasil menembus Cakrabyuha. Pandawa bersaudara dan sekutu mereka mencoba untuk mengikuti, tetapi dihadang oleh Jayadrata, Raja Sindhu, yang memakai anugerah Siwa sehingga mampu menahan serangan para Pandawa—kecuali Arjuna—hanya untuk satu hari. Setelah tertinggal, Abimanyu berjuang sendirian dalam menghadapi serangan pasukan Korawa. Abimanyu membunuh beberapa kesatria yang mendekatinya, termasuk putra Duryodana, yaitu Laksmana. Menyaksikan putra kesayangannya terbunuh, Duryodana menjadi murka dan memerintahkan segenap perwira Korawa yang ada di sana—meliputi Dursasana, Sangkuni, Aswatama, Karna—untuk segera membunuh Abimanyu. Tanpa menghiraukan aturan perang, mereka menyerang Abimanyu secara serentak. Setelah gagal menghancurkan baju zirah Abimanyu, Karna menghancurkan busur Abimanyu dari belakang. Kemudian keretanya dihancurkan, kusir dan kudanya dibunuh, dan seluruh senjatanya terbuang, Abimanyu mampu bertahan sampai pedangnya patah dan roda kereta yang ia pakai sebagai perisai hancur berkeping-keping. Tak berapa lama kemudian, Abimanyu dibunuh oleh putra Dursasana dengan cara menghancurkan kepalanya dengan gada.[5] Abimanyu gugur saat istrinya sedang hamil tua. Putra Abimanyu, yaitu Parikesit, lahir setelah kematiannya. Ia merupakan satu-satunya keturunan Arjuna yang masih hidup setelah Bharatayuddha, dan melanjutkan garis keturunan Dinasti Kuru. Abimanyu sering kali dianggap sebagai kesatria yang terberani dari pihak Pandawa, yang mengorbankan dirinya pada peperangan dalam usia yang masih sangat muda. #bharatayudha #wayangkulit #wayang #fyp #pandawa
Pada pertempuran dihari ketiga belas Bharatayudha, pihak Korawa menantang Pandawa untuk mematahkan formasi tempur melingkar yang dikenal sebagai Cakrabyuha. Para Pandawa menerima tantangan tersebut karena Kresna dan Arjuna tahu bagaimana cara mematahkan berbagai formasi tempur. Namun, pada hari itu Kresna dan Arjuna sibuk bertarung dengan Raja Susarma dari Trigarta, dan laskar Samsaptaka yang dikenal tahan banting. Pandawa yang telanjur menerima tantangan tersebut, tidak memiliki pilihan kecuali menaruh harapan kepada Abimanyu yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mematahkan formasi Cakrabyuha, tetapi tidak tahu bagaimana cara keluar dari dalamnya. Untuk meyakinkan bahwa Abimanyu tidak akan terperangkap dalam formasi tersebut, Pandawa bersaudara memutuskan bahwa, mereka dan sekutu akan mengawal Abimanyu serta membantu sang pemuda keluar dari Cakrabyuha.[7] Abimanyu berhasil menembus Cakrabyuha. Pandawa bersaudara dan sekutu mereka mencoba untuk mengikuti, tetapi dihadang oleh Jayadrata, Raja Sindhu, yang memakai anugerah Siwa sehingga mampu menahan serangan para Pandawa—kecuali Arjuna—hanya untuk satu hari. Setelah tertinggal, Abimanyu berjuang sendirian dalam menghadapi serangan pasukan Korawa. Abimanyu membunuh beberapa kesatria yang mendekatinya, termasuk putra Duryodana, yaitu Laksmana. Menyaksikan putra kesayangannya terbunuh, Duryodana menjadi murka dan memerintahkan segenap perwira Korawa yang ada di sana—meliputi Dursasana, Sangkuni, Aswatama, Karna—untuk segera membunuh Abimanyu. Tanpa menghiraukan aturan perang, mereka menyerang Abimanyu secara serentak. Setelah gagal menghancurkan baju zirah Abimanyu, Karna menghancurkan busur Abimanyu dari belakang. Kemudian keretanya dihancurkan, kusir dan kudanya dibunuh, dan seluruh senjatanya terbuang, Abimanyu mampu bertahan sampai pedangnya patah dan roda kereta yang ia pakai sebagai perisai hancur berkeping-keping. Tak berapa lama kemudian, Abimanyu dibunuh oleh putra Dursasana dengan cara menghancurkan kepalanya dengan gada.[5] Abimanyu gugur saat istrinya sedang hamil tua. Putra Abimanyu, yaitu Parikesit, lahir setelah kematiannya. Ia merupakan satu-satunya keturunan Arjuna yang masih hidup setelah Bharatayuddha, dan melanjutkan garis keturunan Dinasti Kuru. Abimanyu sering kali dianggap sebagai kesatria yang terberani dari pihak Pandawa, yang mengorbankan dirinya pada peperangan dalam usia yang masih sangat muda. #bharatayudha #wayangkulit #wayang #fyp #pandawa

About