@dspriyadi: Reaksi menantang Bupati Sudewo pada rakyatnya memiliki buntut panjang. Puncaknya pada 13 Agustus lalu, kantor kabupaten digerudug sekitar 50 ribu massa yang menuntutnya mundur sukarela. Di tengah gelombang protes itu, Sudewo meminta maaf dan menyatakan siap memperbaiki perilakunya. Tapi massa tak lagi menghiraukan. Mereka melempari Sudewo dengan sandal dan botol minuman. Sungguh menyedihkan! Peristiwa sekejap itu langsung beredar ke seluruh dunia. Sudewo, Pati, dan rakyatnya: viral. Dan kabarnya, istana menanggapi dengan tensi tinggi. Prabowo, yang kredo kepemimpinannya adalah stabilitas, mbesengut dan menyesalkan—mengapa itu sampai terjadi? Tapi Sudewo kekeuh. Ia tak mau mundur. Dan yang bikin panas, massa 50 ribu itu disebutnya hanya sedikit orang. Tak mau mundur adalah hak Sudewo. Karena, seperti pernyataannya, ia dipilih secara konstitusional. Oke. Kita mesti menghargai. Tapi harus digarisbawahi, bahwa sikap menantang dan mengecilkan bukanlah perkara enteng. Apalagi, pidato dengan nada mengancam, sebagaimana pernah ia katakan: “Jangan sekali-kali ada seseorang yang mencoba, sengaja mencoba, mengganggu pemerintahan saya. Bilamana ada orang, yang mengganggu pemerintahan saya, urusannya lain. Saya memiliki karakter kepemimpinan tersendiri…. Bla… bla…bla…”. Seperti itu. Tentu, pidato Sudewo yang kacau semacam itu bukannya kurang bahan. Itu refleks dan tendensius. Aromanya jadi tak sedap. Bongkotan masalahnya sebenarnya pada soal etik itu. Tak hanya di Pati, di mana-mana itu soal yang sensitif. Pemimpin kudu sinau. Sebab kiblat hidup hakikinya lebih menjunjung kesejahteraan ketimbang kemakmuran. Keduanya penting, tapi skala prioritas mesti bener. Lebih-lebih ini di Pati. Tanahnya beda, manusianya beda, karena sejarahnya juga beda. Artinya watak masyarakat itu ada benang merahnya. Ada faktor yang membentuknya. Ada semacam konsensus yang menyeleksi dan merawat ingatan bersama. Yang Pati paling kidul, punya memori perjuangan Ki Samin Surosentiko. Komunitas militan, yang sejak era Mbah Tarno, getol melawan korporasi yang ngiler mau ndugili Gunung Kendeng untuk keuntungan mereka sendiri. Jihad mereka berhasil menggagalkan proyek tersebut. Rencana pabrik semen itu mencelat dari Sukolilo namun ditampani Rembang. Pati agak kidul, wilayah Kayen dan sekitarnya. Ini daerah wingit yang memiliki ikatan memori dengan tokoh sufi kawentar, Saridin. Pancernya di Landoh. Jika Pati sesekali disebut sebagai bumi Saridin, artinya itu identik dengan bumi merdeka. Merdeka berpikir, merdeka dalam spiritual, dan merdeka dari kebijakan arogan. Saridin seperti itu. Pati kota jelas dalam radar wibawa Adipati Pragola baik satu maupun dua. Mereka dianggap membrontak Mataram. Tapi versi Pati justru sebaliknya. Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang gagah berani dalam membela kedaulatan negerinya. Sebab di masa itu Pati adalah kerajaan otonom yang setara. Sementara Pati bagian Lor dinaungi kharisma wali yang tersohor, Mbah Mutamakkin, yang di abad 18 mengguncang bumi Kartasura. Beliau mewariskan tradisi kritis, pada hal-ihwal subtantif yang orang kebanyakan tak menyadarinya. Misal, formalisasi agama. Beliau sangat menghargai toleransi dalam berpikir dan melawan ortodoksi agama yang kaku, yang notabene adalah melawan hegemoni istana. Dan lain-lain, dan lain-lain. Artinya, Sudewo tak hanya menghadapi kubu rakyat yang melawan secara harafiah. Ia sekaligus menghadapi mitos kedaulatan, mitos kemerdekaan, mitos perlawanan, yang diam-diam tersimpan dan hidup dalam sel-sel tubuh setiap rakyat Pati. Itulah mengapa, kendati segala tuntutan dipenuhi, api perlawanan tak mau padam. Karena sumbu soalnya bukan semata teknokratis, melainkan etis. Sebab itu, para pemimpin, di manapun dan siapapun, janganlah mengulang lagi hal satu ini: berbicara dengan jumawa. Namun juga, kita semua wajib menghargai, jika memang ada hal-hal baik yang telah dilakukan oleh Sudewo. Tetap berlaku adil, betapapun juga terhadap orang-orang yang berseberangan. #demopati #pati #fyp #sudewo

DS Priyadi
DS Priyadi
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 28 August 2025 18:05:01 GMT
40840
344
26
47

Music

Download

Comments

user6194310805704
Aa Mm :
🥰
2025-09-22 18:48:22
1
sutris5422
stno :
🥰
2025-10-06 04:59:33
0
ahmad.raihan95
ahmad raihan :
@
2026-08-26 13:58:33
0
user6194310805704
Aa Mm :
😂
2025-09-22 18:48:22
0
user6194310805704
Aa Mm :
🥰
2025-09-22 18:48:23
0
azismuhantopo
Azis M :
mantap, setuju dgn adanya sejarah , termasuk eyang keturunan p.sudewo , kampung ,masyarakatnya yg bersih
2025-08-29 10:16:50
1
user4336672613556
user4336672613556 :
woooooooooow..benar" luar biasa ..Pati, itu sari....dr semua nya ituuuu
2025-08-28 22:13:08
0
m.najik
M N A J I K :
pk dewo kelahiran slungkep sedang slungkep kebanyakan samin,apa gk bersti pk dewo salah satu samin.tl anehnya samin gk suka dg pajak.knp pk dewo malah naikan pajak,trs gmn dg samin2 yg lain apa jg dukung pk dewo maaf hanya tanya
2025-08-29 01:03:54
8
penonton912
penonton1$ :
byk sejarah pati soal perlawanan pajak sejak 1300an terakhir 1998 dan terbaru 2025, jd terlalu aneh ada bupati yg mengaku asli pati tak mengenal karakter rakyatnya
2025-08-29 02:33:25
3
kurniawan085916
kurniawan085 :
luar biasa, pati melawan ketidak adilan...kompak selalu pati
2025-08-29 00:16:20
2
nenguphiitok
Neng_Ulphi :
😂
2025-10-06 09:04:20
0
mamahalip123.com
mamah alip :
🤲
2025-10-04 22:48:30
0
alfiyah5215
Alfiyah :
👍
2025-10-05 17:16:22
0
bpak.arya
maz antho :
😂
2025-10-07 16:04:43
0
wajiwaji719
Waji Waji :
😂
2025-10-05 22:33:17
0
estehanget0_0
🧚🏻‍♀️ :
😁
2025-10-06 14:56:17
0
tirto_tumetes
aku sopo :
bagus sekali tulisannya,,,bolehkah d copas
2025-08-29 07:04:10
0
waryono.warsan.wa
waryonowarsanwars :
koment yg obyektif
2025-08-30 02:52:51
0
To see more videos from user @dspriyadi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About