@emilyfhart:

Emily Fonseca
Emily Fonseca
Open In TikTok:
Region: BR
Thursday 28 August 2025 18:46:33 GMT
3238
31
0
6

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @emilyfhart, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Warisan reflektif dari seorang pemimpin besar yang memahami bahwa kemerdekaan politik hanyalah awal dari perjuangan panjang suatu bangsa. Mengusir penjajah jelas berat, tetapi jelas juga siapa musuhnya. Sedangkan setelah kemerdekaan, tantangan menjadi lebih rumit: korupsi, ketidakadilan, keserakahan, dan pengkhianatan bisa datang dari dalam—dari saudara sendiri, dari sesama anak bangsa. Soekarno menyingkapkan paradoks besar dalam sejarah perjuangan: bahwa musuh dari luar seringkali lebih mudah dikenali dan dilawan dengan satu suara. Tapi setelah penjajahan fisik berakhir, musuh-musuh baru hadir dalam bentuk sistem yang rusak, elit yang mementingkan diri sendiri, dan rakyat yang terpecah karena kepentingan sempit. Perjuangan generasi setelah kemerdekaan bukan lagi mengangkat senjata, tetapi membangun karakter, menegakkan keadilan, dan menjaga persatuan. Dan itu, dalam banyak hal, lebih berat dan lebih menguras jiwa. Melalui kutipan ini, Soekarno seolah menitipkan pesan: jangan lengah setelah merdeka. Karena kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari kekuasaan asing, tetapi juga bebas dari penindasan oleh sesama, dari kebodohan yang dibiarkan, dan dari egoisme kolektif yang merusak cita-cita bersama. Perjuangan zaman baru menuntut kecerdasan, integritas, dan keberanian moral—melawan bukan dengan senjata, tapi dengan prinsip. Kutipan ini bukan hanya nostalgia perjuangan, tetapi juga panggilan agar kita tetap waspada dan teguh di medan juang yang tak kalah berat: melawan keburukan di antara kita sendiri. #sejarah #sejarahindonesia #soekarno #bungkarno #agustusan #tanahairkuindonesiaku #gugurbunga #singgasanakata #viral #viraltiktok #self #selflove #selfreminder #renungan #motivasi #motivasihidup #motivasidiri
Warisan reflektif dari seorang pemimpin besar yang memahami bahwa kemerdekaan politik hanyalah awal dari perjuangan panjang suatu bangsa. Mengusir penjajah jelas berat, tetapi jelas juga siapa musuhnya. Sedangkan setelah kemerdekaan, tantangan menjadi lebih rumit: korupsi, ketidakadilan, keserakahan, dan pengkhianatan bisa datang dari dalam—dari saudara sendiri, dari sesama anak bangsa. Soekarno menyingkapkan paradoks besar dalam sejarah perjuangan: bahwa musuh dari luar seringkali lebih mudah dikenali dan dilawan dengan satu suara. Tapi setelah penjajahan fisik berakhir, musuh-musuh baru hadir dalam bentuk sistem yang rusak, elit yang mementingkan diri sendiri, dan rakyat yang terpecah karena kepentingan sempit. Perjuangan generasi setelah kemerdekaan bukan lagi mengangkat senjata, tetapi membangun karakter, menegakkan keadilan, dan menjaga persatuan. Dan itu, dalam banyak hal, lebih berat dan lebih menguras jiwa. Melalui kutipan ini, Soekarno seolah menitipkan pesan: jangan lengah setelah merdeka. Karena kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari kekuasaan asing, tetapi juga bebas dari penindasan oleh sesama, dari kebodohan yang dibiarkan, dan dari egoisme kolektif yang merusak cita-cita bersama. Perjuangan zaman baru menuntut kecerdasan, integritas, dan keberanian moral—melawan bukan dengan senjata, tapi dengan prinsip. Kutipan ini bukan hanya nostalgia perjuangan, tetapi juga panggilan agar kita tetap waspada dan teguh di medan juang yang tak kalah berat: melawan keburukan di antara kita sendiri. #sejarah #sejarahindonesia #soekarno #bungkarno #agustusan #tanahairkuindonesiaku #gugurbunga #singgasanakata #viral #viraltiktok #self #selflove #selfreminder #renungan #motivasi #motivasihidup #motivasidiri

About