@holdingmoonbeams: friendships are so hard in your 30s. i have friends. we love each other. but the back and forth of trying to find a time where everyone can meet is really hard. there’s always something going on. and then the isolation you feel because it’s so hard can be stifling.

Hollyce Hammond
Hollyce Hammond
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 28 August 2025 20:56:54 GMT
241
23
2
0

Music

Download

Comments

steffikerp
Steffi Kerpan :
I’m always hereeeeee
2025-08-28 21:33:55
2
To see more videos from user @holdingmoonbeams, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV:
POV: "Mending lo putusin Sunghoon secepatnya, karena masalahnya bisa lebih rumit," ucap Heeseung di perjalanan ke kampusmu. Kamu tertegun, lalu meliriknya, "Nggak usah ikut campur, kita udah nggak ada hubungan." "Siapa bilang, sekarang gue abang lo." "Bukan itu, tapi hubungan kita dulu.." Mobil berhenti di depan kampusmu, Heeseung mendekatimu hingga kamu merasakan hembusan nafasnya. "Hubungan apa? Tentang orang yang mutusin pacarnya dengan alasan buat fokus pendidikan, tapi malah pacaran sama adik mantannya sendiri?" Kamu menggeleng pelan. "Tapi.." "Udah sampe, turun." Kamu hanya bisa menghela nafas dan keluar, memandang mobil Heeseung yang mulai menjauh. ••• Pulangnya, Sunghoon yang menjemputmu dengan motor. Di perjalanan tangannya menggenggammu erat, melingkarkan di perutnya. "Bang Hee ngomong sesuatu ke lo?" Kamu menatap punggungnya, berpikir bahwa tak ada artinya berbohong. "Kita cuma ngomongin sedikit tentang masa lalu, tapi bukan seperti yang kamu pikir. Tadi dia cuma–" "Gue percaya, lo nggak mungkin ngehianatin gue demi dia, kan?" Kamu diam sejenak, lalu mengeratkan pelukanmu padanya, "Iya." Sunghoon tersenyum lega, tanpa berhenti mengelus tanganmu. Tapi sekarang kita adik kakak, kayaknya ini nggak bener.." Senyumnya sedikit memudar, "Gue tahu, cepat atau lambat kita harus jujur tentang hubungan kita." "Tapi aku takut ngecewain Ibu, Hoon." "Percaya sama gue, kita bisa nyelesain semuanya." Kamu tersenyum dan menguatkan pelukanmu. ••• Hari tetap berlalu seperti biasa, meski ada perubahan sejak kehadiran mereka di hidupmu. Malam itu kamu terbangun karena kehausan. Saat hendak turun ke dapur, langkahmu melambat mendengar suara dari ruang tengah. Sunghoon dan Heeseung. Kamu bersembunyi di balik dinding dengan jantung berdegup cepat. "Balapan motor?" tanya Sunghoon dengan nada penasaran. Heeseung menyeringai. "Besok kita balapan di lintasan barat. Kalau gue menang, lo putusin Y/N." Nafasmu tercekat. Sunghoon mengerutkan kening. "Lo gila?" "Lo takut?" Heeseung balik bertanya. Ruangan sepi sesaat, Sunghoon mengepalkan tangannya. "Kalo lo yang menang, gue jauhin dia." Kamu merasa harus segera menghentikan sebelum Sunghoon menyetujui ucapan Heeseung. Dan mengatakan bahwa kamu bukan hadiah yang bisa dipertaruhkan. Kamu melangkah, "Kalian.." "Kalian belum tidur?" potong ibumu dari tangga. Dengan cepat, Heeseung dan Sunghoon berekspresi seolah tak ada apa-apa. "Kita belum ngantuk, Bu." Kecoh Heeseung cepat. "Ini sudah larut, kalian harus segera tidur." Kamu menggigit bibir, terpaksa menelan suaramu. ••• Paginya, kamu ingin menanyakan tentang semalam, tapi keduanya tak terlihat sejak pagi. Alhasil kamu hanya bisa kembali menahan semuanya. ••• Kamu pulang agak larut karena kelas tambahan. Sesampainya di rumah, Sunghoon dan Heeseung tetap juga tak terlihat. Hanya satu jawaban, mereka pasti sudah berangkat balapan taruhan besar Panik, kamu langsung menyusul, berharap masih sempat menghentikan mereka. Sayangnya, ketika kamu tiba di lokasi, suara mesin sudah meraung-raung, dan lintasan sudah dipenuhi lampu. Akhirnya kamu hanya bisa melihat dari jauh, menunggu apa yang akan terjadi setelah garis finish, dan yang pastinya akan membawa perubahan lebih besar. Waktu berlalu, skor mereka berkejaran. Hingga akhirnya peluit terdengar. Heeseung menang. Keduanya berhadapan, Heeseung tersenyum remeh, jelas merasa di atas angin. "Sesuai janji, lo putusin dia." Namun Sunghoon tidak menyerah, "Gue nggak pernah janji buat mutusin dia, Y/N masih milik gue." "Tapi lo juga nggak pernah nolak. Jadi, mending lo mundur, Y/N sekarang punya gue." "Nggak usah kepedean, gue tau hubungan kalian dulu nggak baik." Kamu mendengar dari jauh, jantungmu berdegup keras. Kata-kata Sunghoon benar, hubunganmu dengan Heeseung dulu sering diwarnai pertengkaran kecil. Heeseung terlalu posesif, mudah terbakar cemburu, membuatmu merasa terkekang. Heeseung terpancing emosi, dan malam itu juga pertengkaran besar pecah. Mereka saling memukul tanpa henti. ••• (lanjut di komentar) #pov #fyp #foryoupage #heeseung #sunghoon

About