⋆. 𐙚 ˚payraaa :
ada paras yang tak sekadar elok, tapi hidup di antara embun dan cahaya, seolah semesta menitipkan rahasia lembutnya pada garis wajahmu. keelokanmu bukan sekadar rupa—ia adalah ketenangan yang meresap pelan ke dasar atma, meneduhkan segala riuh yang tak sempat kusebut doa. dalam matamu, langit berhenti berlari; ia belajar diam, menatap dirinya sendiri. setiap senyum yang singgah di bibirmu adalah jeda paling indah dalam waktu, tempat segala lelah beristirahat dan segala getir menjadi lembut seperti daun yang gugur di pelukan angin sore. kau berjalan tanpa tergesa, namun kehadiranmu terasa seperti sabda yang lama dicari manusia yang haus akan damai. barangkali, ketika semesta menciptakanmu, ia sedang jatuh cinta pada ketenangan.
dan aku, di sisi yang tak bernama ini, hanya mampu memandangmu seperti menatap mata air di tengah padang retak—tidak untuk diminum, hanya untuk diyakini ada. sebab parasmu bukan sekadar indah, tapi suci dalam kesederhanaannya, mengajarkanku arti menerima, tanpa perlu memiliki. engkau adalah nyanyian yang tak butuh lirik, cahaya yang tak butuh siang, dan waktu yang tak mengenal tergesa. barangkali begitulah cinta seharusnya—tidak mengikat, hanya meneduhkan; tidak membakar, hanya menghangatkan. dan di antara semua yang pernah singgah di bentala jiwaku, parasmu adalah yang paling lembut, yang paling diam, yang paling abadi
-faa🦋
2025-11-16 09:59:13