@maryanm55: #يوم_الجمعه #جمعة_طيبة #جمعة_مباركة #اكسبلور #هاشتاق

A’laa
A’laa
Open In TikTok:
Region: SA
Friday 29 August 2025 06:00:20 GMT
2310
131
2
155

Music

Download

Comments

mustafaa8984
mustafaa :
اللهم امين يارب العالمين
2025-08-29 06:01:36
0
bobakr.tsade
ابوبكر :
💝💝💝
2025-11-02 10:11:07
0
To see more videos from user @maryanm55, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dunia maya khususnya di Kota Cirebon gempar, dengan kasus yang menimpa puluhan siswi dari salah satu SMA Negeri favorit di Kota Cirebon. Mereka menjadi korban manipulasi foto asusila berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI), yang dilakukan oleh tiga orang pelaku. Foto-foto hasil rekayasa itu kemudian diperjualbelikan melalui aplikasi Telegram. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Fajar Cirebon, ketiga pelaku bukanlah orang asing bagi para korban. Mereka disebut berasal dari dua sekolah favorit lain di Cirebon. Dengan memanfaatkan teknologi AI, para pelaku mengedit foto puluhan siswi hingga menjadi konten tidak senonoh. Seorang sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan menyebut, bahwa hasil penjualan foto-foto tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, bahkan diduga untuk membeli akses permainan online. “Uangnya buat judi online,” ungkap sumber tersebut. Di Jual melalui Grup Telegram Foto-foto hasil manipulasi itu dipasarkan oleh pelaku melalui Grup Telegram. Platform tersebut kerap digunakan karena dianggap lebih aman bagi pelaku untuk melakukan transaksi ilegal. Kasus ini telah mendapat perhatian serius dari pihak sekolah. Meski begitu, beberapa korban dan keluarganya merasa penanganan yang ada saat ini masih belum memberikan kepuasan dan keadilan. Isu Penahanan Korban Dinyatakan tidak Benar Selain heboh soal modus operandi pelaku, sempat beredar kabar bahwa beberapa korban justru sempat ditahan pihak kepolisian. Namun, hal ini langsung dibantah oleh Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fajri, pada Jumat, 22 Agustus 2025. “Tidak ada,” tegas AKP Fajri. Nah, pada Hari Sabtu (23/8), tiga remaja yang diduga terlibat dalam kasus penyebaran foto hasil editan bermuatan asusila akhirnya dipertemukan langsung dengan para korban di Mapolres Cirebon Kota. Sejak pagi, ketiga pelaku berinisial V, I, dan A datang bersama orangtuanya. Tak lama kemudian, para korban yang juga siswi SMA Negeri di Kota Cirebon turut hadir untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fajri Ameli Putra, menjelaskan bahwa para pelaku sebelumnya telah diamankan dari salah satu sekolah pada Jumat malam. Hingga kini, pemeriksaan masih berjalan di ruang Satreskrim. “Kita kumpulkan pelaku dan orang tuanya untuk kepentingan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan). Saat ini ada lima unit ponsel yang sudah diamankan sebagai barang bukti,” ujar Fajri. Dengan demikian, isu penahanan korban dinyatakan tidak benar. Polisi memastikan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada pelaku penyebaran dan penjualan foto asusila tersebut. Ada Pembiaran sehingga Kasus Ini Meledak Sementara itu, Kuasa Hukum 5 korban kasus edit foto asusila Sharmila SH menyayangkan, adanya pembiaran dari pihak berwenang. Dibeberkannya, persoalan ini sebenarnya terjadi pada Maret 2025. Kemudian makin membesar dan sempat dilaporkan oleh 2 orang korban pada Juni 2025 ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon.
Dunia maya khususnya di Kota Cirebon gempar, dengan kasus yang menimpa puluhan siswi dari salah satu SMA Negeri favorit di Kota Cirebon. Mereka menjadi korban manipulasi foto asusila berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI), yang dilakukan oleh tiga orang pelaku. Foto-foto hasil rekayasa itu kemudian diperjualbelikan melalui aplikasi Telegram. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Fajar Cirebon, ketiga pelaku bukanlah orang asing bagi para korban. Mereka disebut berasal dari dua sekolah favorit lain di Cirebon. Dengan memanfaatkan teknologi AI, para pelaku mengedit foto puluhan siswi hingga menjadi konten tidak senonoh. Seorang sumber yang tidak ingin namanya dipublikasikan menyebut, bahwa hasil penjualan foto-foto tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi, bahkan diduga untuk membeli akses permainan online. “Uangnya buat judi online,” ungkap sumber tersebut. Di Jual melalui Grup Telegram Foto-foto hasil manipulasi itu dipasarkan oleh pelaku melalui Grup Telegram. Platform tersebut kerap digunakan karena dianggap lebih aman bagi pelaku untuk melakukan transaksi ilegal. Kasus ini telah mendapat perhatian serius dari pihak sekolah. Meski begitu, beberapa korban dan keluarganya merasa penanganan yang ada saat ini masih belum memberikan kepuasan dan keadilan. Isu Penahanan Korban Dinyatakan tidak Benar Selain heboh soal modus operandi pelaku, sempat beredar kabar bahwa beberapa korban justru sempat ditahan pihak kepolisian. Namun, hal ini langsung dibantah oleh Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fajri, pada Jumat, 22 Agustus 2025. “Tidak ada,” tegas AKP Fajri. Nah, pada Hari Sabtu (23/8), tiga remaja yang diduga terlibat dalam kasus penyebaran foto hasil editan bermuatan asusila akhirnya dipertemukan langsung dengan para korban di Mapolres Cirebon Kota. Sejak pagi, ketiga pelaku berinisial V, I, dan A datang bersama orangtuanya. Tak lama kemudian, para korban yang juga siswi SMA Negeri di Kota Cirebon turut hadir untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fajri Ameli Putra, menjelaskan bahwa para pelaku sebelumnya telah diamankan dari salah satu sekolah pada Jumat malam. Hingga kini, pemeriksaan masih berjalan di ruang Satreskrim. “Kita kumpulkan pelaku dan orang tuanya untuk kepentingan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan). Saat ini ada lima unit ponsel yang sudah diamankan sebagai barang bukti,” ujar Fajri. Dengan demikian, isu penahanan korban dinyatakan tidak benar. Polisi memastikan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada pelaku penyebaran dan penjualan foto asusila tersebut. Ada Pembiaran sehingga Kasus Ini Meledak Sementara itu, Kuasa Hukum 5 korban kasus edit foto asusila Sharmila SH menyayangkan, adanya pembiaran dari pihak berwenang. Dibeberkannya, persoalan ini sebenarnya terjadi pada Maret 2025. Kemudian makin membesar dan sempat dilaporkan oleh 2 orang korban pada Juni 2025 ke Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon. "Sudah lapor ke DP3APPKB, andaikan ketika itu cepat diselesaikan, mungkin tidak akan meledak sekarang ini," kata Sharmila, Minggu, 24, Agustus 2025. Sharmila menyebut, persoalan ini membesar karena ada pembiaran dan kelalaian. Bahkan, baru-baru ini terjadi dugaan persekusi terhadap salah satu pelaku pada Jumat malam, 22, Agustus 2025. "Ada salah satu korban dan mantan pacarnya itu, lapor ke DP3APPKB di Bulan Juni, tetapi belum ditindaklanjuti," ungkapnya. Diungkapkannya, pembiaran tersebut menyebabkan para korban kecewa. Ditambah jumlah mereka sampai puluhan orang. "Ada pembiaran sehingga kasus ini meledak dan para korban kecewa dengan penanganan persoalan ini," tuturnya. Baca selengkapnya di fajarcirebon.com https://fajarcirebon.com/puluhan-siswi-sma-di-kota-cirebon-jadi-korban-manipulasi-foto-asusila/ #fyppppppppppppppppppppppp #foryoupageofficiall #fypviralシ #tiktokberita #tiktoknews

About