@9.qu3: #ليبيا🇱🇾 #طرابلس #بنغازي #واقع #fyp

H
H
Open In TikTok:
Region: LY
Friday 29 August 2025 20:01:48 GMT
58980
5980
148
1416

Music

Download

Comments

tamem_268
tamem. :
هذي بلادي نحبها نعيش و نموت فيها
2025-08-30 11:45:35
332
.iiiiretaj_
رِتاج || ه‍ـ1431 :
ليبيا حلوة وطبيعتها جميلة لكن الحُكام فسدوها وخلوها غير صالحه للعيش
2025-08-30 09:31:41
91
.7775801
سني🏴 :
نعيش في بلادي ونموت فيها🔥
2025-08-30 02:44:29
71
i2xdrr
🇱🇾 :
፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰ بلادنا مش ذنبها السبب عباد الكراسي 🙏🏻 ፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰፰
2025-08-30 15:01:31
70
gats.ds
عبدو :
اللهم اخرجنا منها فإن عدنا فإنا ضالمون
2025-08-30 13:31:00
36
osama.altarhone
اسامه الترهوني :
خير من اي بلد تاني
2025-08-30 12:06:23
25
jokerlibya2025
Joker Libya :
لا شي ينقص من عمر الانسان الا العيش في ليبيا
2025-08-30 07:06:49
23
wjk_97
صـُـوصِـي⁷ 🎀 . :
نحب بلادي ، بس مستحيل ننكر انها تحطم في احلامنا .
2025-08-30 02:51:53
19
limon54y
limon54y :
والله بلادنا حلوة طبيعة وثروات المشكلة فينا
2025-08-30 15:41:03
17
kaiiy.88
💫 :
اهم شيء نعيشوا احرار و نموتوا احرار ولا يحكمنا طاغية ☝🏻
2025-08-30 12:42:12
16
awisha_sh0
عَ :
الحمد لله الذي شرّفني بالإسلام أولًا، ثم زادني عزًا أن خُلقت ليبية ومن لا يفتخر بهذا فليبحث عن نعمة تُضاهيها ❤️🇱🇾.
2025-08-30 13:19:35
10
l_i_070
العُظْمى || 🌴🇱🇾 :
بلادي وان جارت علي عزيزه
2025-08-30 17:12:09
7
qaisalhassi
Qais Al Hassi :
هذي بلادنا وفخر لنا 🤍
2025-08-30 02:20:01
4
_2p.7r
الـعـطـاࢪ🥷🏽🔥. :
لابنزينه لاضي لا نت مدرسه قريب نفسيه زيرو
2025-08-30 13:58:08
6
gndz.06
Keith :
دولتي نعيش ونموت فيها
2025-08-30 19:44:49
5
ii12.m0
مَ'12. :
الصراحة أنا نحبها وهي سمحه بكل ونتمنى أنها تقعد أفضل ومانضطرش نطلع منها❣️
2025-08-30 10:25:33
4
mo_18l
𝐿𝐸𝑂𝑁 🇱🇾 :
حقيقي
2025-08-30 12:42:23
5
erh0m3
ارحــومــة | ERHOUMA :
اسمع بلادك بلادك لاكن الله غالب ربي يفرج
2025-08-30 06:15:48
4
iiii.2i0
Abdul Salam🇺🇸 :
الحمدلله الذي اخرجنا منها
2025-08-30 13:10:33
3
awonking
👑AWONKING 👑 :
👍👍👍للاسف بلادنا بلاد عز بس الله غالب
2025-08-30 10:05:52
3
alfrde2005
وذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين) :
اللهم اجعل هذا بلدا أمنا وارزق اهله من ثمرات من امن منهم بي الله واليوم الاخر وعمل صالحا
2025-08-30 19:44:33
3
omar.ab802
Omar Ab :
بعد قتلو معمر قذافي هيك صار البلد بعد كل الي سمعوه قتلوه ليبيا اصبحت غير صالحه اللعيش 😞
2025-08-30 10:24:51
3
use125866
𖣂 :
الهروب هوا لامل لاني هني ماعندي شي نخسرا
2025-08-30 21:46:53
2
nezak963
N E Z A K :
قول الحمدلله على كل شيء
2025-08-30 15:55:17
2
nilo7dev
Nilo7 :
حصل
2025-08-30 01:11:01
2
To see more videos from user @9.qu3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Malam itu, hujan sudah reda. Udara terasa dingin, dan aroma tanah basah merayap lewat jendela kamar. Lampu tidur berwarna kuning temaram, memberikan cahaya hangat di sudut ruangan. Kamu berbaring di tempat tidur, memeluk Ryan yang meringkuk di pelukanmu. Tangannya masih memegang dinosaurus hijau kesayangannya, seperti tak mau lepas. “Bunda…” suaranya pelan. “Iya, Sayang?” “Kalau Papah beneran sayang sama Ryan… kenapa nggak dari dulu?” Kamu menarik napas dalam, berusaha mencari kata-kata yang bisa dimengerti anak seusia Ryan. “Kadang, orang dewasa itu bikin keputusan yang salah, Nak. Papah juga manusia… dia bisa salah. Tapi yang penting, sekarang dia mau memperbaiki semuanya.” Ryan diam. Matanya menatap kosong ke arah dinding. Kamu mengusap rambutnya. “Harusnya anak sekecil kamu belum perlu tahu hal seperti ini… tapi Bunda mau kamu ngerti, kalau Papah nggak pernah benci atau ninggalin kamu karena nggak mau. Dia nggak tahu… kalau kamu udah ada di perut Bunda waktu itu.” Butuh beberapa menit sebelum Ryan mengangguk pelan. “Ryan ngerti… tapi di sini…” Ia menunjuk dadanya. “…masih sakit.” Kamu tersenyum lembut dan memeluknya lebih erat. “Nggak apa-apa. Rasa sakit itu akan pelan-pelan hilang. Bunda sama Papah bakal ada di sini, nemenin kamu sampai rasa itu nggak ada lagi.” Malam itu, kalian tertidur sambil berpelukan, ditemani suara hujan yang tersisa di kejauhan. Hari-hari berikutnya berjalan berbeda. Ryan mulai mau duduk di dekat Mingyu saat makan, meski wajahnya tetap datar. Kadang dia pura-pura nggak dengar saat Mingyu memanggil, tapi diam-diam memperhatikan kalau Mingyu sedang bercerita. Pagi-pagi, Mingyu kadang mengantar Ryan ke sekolah. Ryan cuma berkata singkat, “Thanks,” tanpa menatap, tapi di balik sikap juteknya, ada sedikit senyum yang cepat-cepat ia sembunyikan. Kamu melihat semua perubahan itu. Mingyu juga melihatnya. Ia tak pernah memaksa, tapi selalu ada. Membawa mainan kecil, makanan kesukaan Ryan, atau sekadar duduk di sofa menonton acara yang sama. Sore itu, setelah Ryan tidur siang, Mingyu mendekat padamu di dapur. “Terima kasih… udah kasih aku kesempatan lagi,” ucapnya pelan. Kamu tersenyum, menatapnya sambil mengaduk teh. “Aku maafin kamu… bukan karena lupa masa lalu. Tapi karena aku mau kita punya masa depan yang lebih baik.” Mingyu memegang tanganmu, genggamannya hangat. “Aku janji… aku nggak akan pernah pergi lagi. Sekarang aku mau ada di sini, bukan cuma jadi tamu… tapi jadi bagian keluarga ini.” Kalian berdiri di dapur yang sederhana itu, saling menatap dalam diam. Tidak ada janji manis berlebihan, hanya kesungguhan yang terasa di hati. Di ruang tengah, Ryan mulai terbangun dan memanggil pelan. Mingyu tersenyum dan langsung berjalan menghampirinya. Dan untuk pertama kalinya, Ryan membalas dengan senyum kecil… walau hanya sebentar. Itu sudah cukup. Awal dari keluarga yang pelan-pelan kembali utuh. Pagi itu, udara Sabtu terasa segar sekali. Matahari baru saja muncul dari balik pepohonan, sinarnya lembut memantul di dedaunan basah oleh embun. Mingyu sudah datang sejak pagi dengan mobilnya, bagasi penuh dengan keranjang piknik, tikar besar, dan aneka makanan yang ia siapkan sendiri. Ia tersenyum lebar saat melihat kamu dan Ryan keluar dari rumah. Ryan berjalan di sebelahmu, kaos biru muda dan celana jeans pendeknya sambil memegang boneka dinosaurus kecil membuatnya terlihat menggemaskan. Tapi wajahnya tetap datar, sesekali melirik Mingyu lalu cepat-cepat mengalihkan pandangan, pura-pura fokus melihat tanah. “Ayo naik, sayang,” ucap Mingyu sambil membukakan pintu mobil untuk Ryan. “Jangan panggil aku sayang,” gumam Ryan lirih, meski akhirnya tetap masuk ke mobil. Kamu yang melihat tingkah itu hanya menggeleng sambil tersenyum tipis. Perjalanan menuju taman kota terasa hangat. Mingyu mengajak ngobrol kamu sesekali, tangannya terkadang menyentuh tanganmu secara refleks.  #povstories #mingyu #masukberandafyp #fypシ゚viral🖤tiktok #fypdongggggggg
POV: Malam itu, hujan sudah reda. Udara terasa dingin, dan aroma tanah basah merayap lewat jendela kamar. Lampu tidur berwarna kuning temaram, memberikan cahaya hangat di sudut ruangan. Kamu berbaring di tempat tidur, memeluk Ryan yang meringkuk di pelukanmu. Tangannya masih memegang dinosaurus hijau kesayangannya, seperti tak mau lepas. “Bunda…” suaranya pelan. “Iya, Sayang?” “Kalau Papah beneran sayang sama Ryan… kenapa nggak dari dulu?” Kamu menarik napas dalam, berusaha mencari kata-kata yang bisa dimengerti anak seusia Ryan. “Kadang, orang dewasa itu bikin keputusan yang salah, Nak. Papah juga manusia… dia bisa salah. Tapi yang penting, sekarang dia mau memperbaiki semuanya.” Ryan diam. Matanya menatap kosong ke arah dinding. Kamu mengusap rambutnya. “Harusnya anak sekecil kamu belum perlu tahu hal seperti ini… tapi Bunda mau kamu ngerti, kalau Papah nggak pernah benci atau ninggalin kamu karena nggak mau. Dia nggak tahu… kalau kamu udah ada di perut Bunda waktu itu.” Butuh beberapa menit sebelum Ryan mengangguk pelan. “Ryan ngerti… tapi di sini…” Ia menunjuk dadanya. “…masih sakit.” Kamu tersenyum lembut dan memeluknya lebih erat. “Nggak apa-apa. Rasa sakit itu akan pelan-pelan hilang. Bunda sama Papah bakal ada di sini, nemenin kamu sampai rasa itu nggak ada lagi.” Malam itu, kalian tertidur sambil berpelukan, ditemani suara hujan yang tersisa di kejauhan. Hari-hari berikutnya berjalan berbeda. Ryan mulai mau duduk di dekat Mingyu saat makan, meski wajahnya tetap datar. Kadang dia pura-pura nggak dengar saat Mingyu memanggil, tapi diam-diam memperhatikan kalau Mingyu sedang bercerita. Pagi-pagi, Mingyu kadang mengantar Ryan ke sekolah. Ryan cuma berkata singkat, “Thanks,” tanpa menatap, tapi di balik sikap juteknya, ada sedikit senyum yang cepat-cepat ia sembunyikan. Kamu melihat semua perubahan itu. Mingyu juga melihatnya. Ia tak pernah memaksa, tapi selalu ada. Membawa mainan kecil, makanan kesukaan Ryan, atau sekadar duduk di sofa menonton acara yang sama. Sore itu, setelah Ryan tidur siang, Mingyu mendekat padamu di dapur. “Terima kasih… udah kasih aku kesempatan lagi,” ucapnya pelan. Kamu tersenyum, menatapnya sambil mengaduk teh. “Aku maafin kamu… bukan karena lupa masa lalu. Tapi karena aku mau kita punya masa depan yang lebih baik.” Mingyu memegang tanganmu, genggamannya hangat. “Aku janji… aku nggak akan pernah pergi lagi. Sekarang aku mau ada di sini, bukan cuma jadi tamu… tapi jadi bagian keluarga ini.” Kalian berdiri di dapur yang sederhana itu, saling menatap dalam diam. Tidak ada janji manis berlebihan, hanya kesungguhan yang terasa di hati. Di ruang tengah, Ryan mulai terbangun dan memanggil pelan. Mingyu tersenyum dan langsung berjalan menghampirinya. Dan untuk pertama kalinya, Ryan membalas dengan senyum kecil… walau hanya sebentar. Itu sudah cukup. Awal dari keluarga yang pelan-pelan kembali utuh. Pagi itu, udara Sabtu terasa segar sekali. Matahari baru saja muncul dari balik pepohonan, sinarnya lembut memantul di dedaunan basah oleh embun. Mingyu sudah datang sejak pagi dengan mobilnya, bagasi penuh dengan keranjang piknik, tikar besar, dan aneka makanan yang ia siapkan sendiri. Ia tersenyum lebar saat melihat kamu dan Ryan keluar dari rumah. Ryan berjalan di sebelahmu, kaos biru muda dan celana jeans pendeknya sambil memegang boneka dinosaurus kecil membuatnya terlihat menggemaskan. Tapi wajahnya tetap datar, sesekali melirik Mingyu lalu cepat-cepat mengalihkan pandangan, pura-pura fokus melihat tanah. “Ayo naik, sayang,” ucap Mingyu sambil membukakan pintu mobil untuk Ryan. “Jangan panggil aku sayang,” gumam Ryan lirih, meski akhirnya tetap masuk ke mobil. Kamu yang melihat tingkah itu hanya menggeleng sambil tersenyum tipis. Perjalanan menuju taman kota terasa hangat. Mingyu mengajak ngobrol kamu sesekali, tangannya terkadang menyentuh tanganmu secara refleks. #povstories #mingyu #masukberandafyp #fypシ゚viral🖤tiktok #fypdongggggggg

About