@m______a86: تابع حسابي ربما تجد ما يعبر عن مشاعرك #تعبانه #حزينه #خواطر #عبارات #fyp

:تِـعٰـ⃪ب:𝟏𝟐:𝟎𝟎
:تِـعٰـ⃪ب:𝟏𝟐:𝟎𝟎
Open In TikTok:
Region: EG
Friday 29 August 2025 21:33:11 GMT
27499
1691
9
187

Music

Download

Comments

1617mf2
❀⋆.ೃ࿔*:_f,,🎀 :
كيف انسى وهي كانت صديقتي واختي لمده 9 سنين😖
2025-08-29 21:38:34
2
hls9990n
اليافعي 2222 :
وذا كان العكس
2025-08-29 22:52:00
0
marejk4
رغــدَ ‹ . ،𖢘. ❥َ ‹ :
💔....
2025-08-29 21:36:37
1
meralwael2
Mero🇱🇾 :
🥺😭😭
2025-08-30 17:56:28
0
gtt9h
🦋 :
😔😔😔
2025-08-30 10:45:13
0
jojo.jojita86
Jojo jojita :
😔
2025-08-30 00:59:25
0
ayam.lwl
Ayam LWL :
☺️
2025-08-29 23:23:23
0
user8523095613401
نَـآدِيــنُ :
🥺🥺🥺💔💔💔
2025-08-29 21:36:32
0
To see more videos from user @m______a86, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

📑 WAWU SEBAGAI PENGGANTI DHOMMAH Rofa' memiliki 4 tanda: 1. Dhommah (الضَّمَّةُ), 2. Wawu (الوَاوُ), 3. Alif (الْأَلِفُ), dan 4. Nun (النُّوْنُ) Alhamdulillah dalam tulisan sebelumnya kita telah menjelaskan tanda asal dari rofa', yakni dhommah dan tempat-tempatnya. Untuk tulisan ini kita akan menjelaskan tanda rofa' berikutnya, yakni wawu sebagai pengganti dari dhommah, dan dimana saja tempat-tempatnya? Berkata Ibnu Ājurrūm rahimahullāh: وَأَمَّا الْوَاوُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِرَفْعِ فِيْ مَوْضِعَيْنِ : فِي جَمْعِ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ وَفِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ وَهِيَ: أَبُوْكَ، وَأَخُوْكَ، وَحَمُوْكِ، وَفُوْكَ، وَذُوْ مَالٍ. Wawu (و) menjadi tanda i'rob rofa' menggantikan dhommah pada 2 tempat: 1⃣ Jamak Mudzakkar Salim Jamak mudzakkar salim adalah isim yang menunjukkan beberapa orang laki-laki (2 atau lebih), dengan penambahan pada akhirnya wawu (و) dan nun (ن) ketika rofa' dan tambahan ya (ي) dan nun (ن) ketika nashob dan khofd/jar. Contoh: جَآءَ المُدَرِّسُوْنَ (Para guru telah datang) 🔎 Perhatikan kata:   المُدَرِّسُوْنَ Al-Mudarrisūna (المُدَرِّسُوْنَ) adalah jamak mudzakkar salim posisinya sebagai fa'il (pelaku perbuatan) karena datang setelah fi'il jā'a dan dirofa'kan, tanda rofa'nya adalah wawu (و) sebagai pengganti dari dhommah. ● Kalau kita i'rob:   جَآءَ المُدَرِّسُوْنَ جَآءَ : فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ Ja-a : fi'il madhi mabni (tetap) diatas fathah, المُدَرِّسُوْنَ : فَاعِلٌ مَرْفُوْعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الوَاوُ نِيَابَةً عَنِ الضَّمَّةِ لِأَنَّهُ جَمْعِ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ. al-Mudarrisūna : fa'il (pelaku perbuatan) posisinya dirofa'kan dan tanda rofa'nya wawu (و) sebagai pengganti dari dhommah, karena al-mudarrisūna adalah jamak mudzakkar salim. 2⃣ Al-Asmaul Khomsah Yaitu isim-isim yang lima: أَبُوكَ، وأَخُوكَ، وحَمُوكِ، وفُوكَ، وذُوْ مَالٍ Contohnya: ١. جَآء أَبُوْكَ  (Telah datang ayahmu) ٢. نَجَحَ أَخُوْكَ (Saudaramu telah lulus) ٣. جَآءَ حَمُوْكِ (Iparmu telah datang) ٤. هَذَا فُوْكَ (Ini mulutmu) ٥. زَيْذٌ ذُوْ مَالٍ (Zaid adalah pemilik harta). Masing-masing dari: أَبُوكَ، وأَخُوكَ، وحَمُوكِ، وفُوكَ، وذُوْ مَالٍ Pada contoh diatas datang sebagai fa'il (فَاعِلٌ) pelaku perbuatan, maka dirofa'kan dengan wawu (و) sebagai ganti dari dhommah, karena termasuk isim-isim yang lima. ● Kalau kita i'rob: جَآءَ أَبُوْكَ جَآءَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ Jā-a: fi'il madhi mabni diatas fathah,  أَبُوْكَ: فَاعِلٌ مَرْفُوْعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الْوَاوُ نِيَابَةً عَنِ الضَّمَّةِ لِأَنَّهُ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، Abūka: fa'il (pelaku perbuatan) yang dirofa'kan dan tanda rofa'nya wawu (و) sebagai pengganti dhommah, karena abūka termasuk isim-isim yang lima.  وَهُوَ (أَبُوْكَ) مُضَافٌ وَالْكَافُ ضَمِيْرٌ مُتَّصِلٌ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ فِيْ مَحَلِّ جَرٍّ/خَفْضٍ مُضَافٌ إِلَيْهِ Abūka: mudhof (kata yang disandarkan), dan al-kāf (ك) : dhomir yang bersambung mabni diatas fathah pada tempatnya jar/khofd dan al-kāf (ك) mudhofun ilaihi (kata yang disandari). Syarat-syarat yang harus ada pada setiap isim-isim yang lima [*] : a) Mukabbaroh (مُكَبَّرَة), yakni tidak diperkecil dengan diubah bentuknya menjadi wazan فُعَيْلٌ, seperti: أُبَيٌّ، أُخَيٌّ، حُمَيٌّ، فُوَيٌّ، ذُوَيٌّ b) Mufrod, yakni tidak dimutsannakan atau tidak dijamakkan. c) Diidhofahkan (disandarkan) kepada kata lain. d) Diidhofahkannya (disandarkan) kepada selain ya al-mutakallim. [*] Syarat-syarat khusus: i) Pada فُوْ : Agar akhirnya tidak bersambung dengan huruf mim, seperti: فَمٌ ii) Pada ذُوْ : Agar bermakna صَاحِبٌ (pemilik) dan disandarkan kepada isim jenis. Semoga memahamkan... #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #masukberanda #ilmu #songarabic #ilmuagama #ilmunahwu #nahwu #shorof #bahasaarab
📑 WAWU SEBAGAI PENGGANTI DHOMMAH Rofa' memiliki 4 tanda: 1. Dhommah (الضَّمَّةُ), 2. Wawu (الوَاوُ), 3. Alif (الْأَلِفُ), dan 4. Nun (النُّوْنُ) Alhamdulillah dalam tulisan sebelumnya kita telah menjelaskan tanda asal dari rofa', yakni dhommah dan tempat-tempatnya. Untuk tulisan ini kita akan menjelaskan tanda rofa' berikutnya, yakni wawu sebagai pengganti dari dhommah, dan dimana saja tempat-tempatnya? Berkata Ibnu Ājurrūm rahimahullāh: وَأَمَّا الْوَاوُ فَتَكُوْنُ عَلَامَةً لِرَفْعِ فِيْ مَوْضِعَيْنِ : فِي جَمْعِ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ وَفِي الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ وَهِيَ: أَبُوْكَ، وَأَخُوْكَ، وَحَمُوْكِ، وَفُوْكَ، وَذُوْ مَالٍ. Wawu (و) menjadi tanda i'rob rofa' menggantikan dhommah pada 2 tempat: 1⃣ Jamak Mudzakkar Salim Jamak mudzakkar salim adalah isim yang menunjukkan beberapa orang laki-laki (2 atau lebih), dengan penambahan pada akhirnya wawu (و) dan nun (ن) ketika rofa' dan tambahan ya (ي) dan nun (ن) ketika nashob dan khofd/jar. Contoh: جَآءَ المُدَرِّسُوْنَ (Para guru telah datang) 🔎 Perhatikan kata: المُدَرِّسُوْنَ Al-Mudarrisūna (المُدَرِّسُوْنَ) adalah jamak mudzakkar salim posisinya sebagai fa'il (pelaku perbuatan) karena datang setelah fi'il jā'a dan dirofa'kan, tanda rofa'nya adalah wawu (و) sebagai pengganti dari dhommah. ● Kalau kita i'rob: جَآءَ المُدَرِّسُوْنَ جَآءَ : فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ Ja-a : fi'il madhi mabni (tetap) diatas fathah, المُدَرِّسُوْنَ : فَاعِلٌ مَرْفُوْعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الوَاوُ نِيَابَةً عَنِ الضَّمَّةِ لِأَنَّهُ جَمْعِ الْمُذَكَّرِ السَّالِمِ. al-Mudarrisūna : fa'il (pelaku perbuatan) posisinya dirofa'kan dan tanda rofa'nya wawu (و) sebagai pengganti dari dhommah, karena al-mudarrisūna adalah jamak mudzakkar salim. 2⃣ Al-Asmaul Khomsah Yaitu isim-isim yang lima: أَبُوكَ، وأَخُوكَ، وحَمُوكِ، وفُوكَ، وذُوْ مَالٍ Contohnya: ١. جَآء أَبُوْكَ (Telah datang ayahmu) ٢. نَجَحَ أَخُوْكَ (Saudaramu telah lulus) ٣. جَآءَ حَمُوْكِ (Iparmu telah datang) ٤. هَذَا فُوْكَ (Ini mulutmu) ٥. زَيْذٌ ذُوْ مَالٍ (Zaid adalah pemilik harta). Masing-masing dari: أَبُوكَ، وأَخُوكَ، وحَمُوكِ، وفُوكَ، وذُوْ مَالٍ Pada contoh diatas datang sebagai fa'il (فَاعِلٌ) pelaku perbuatan, maka dirofa'kan dengan wawu (و) sebagai ganti dari dhommah, karena termasuk isim-isim yang lima. ● Kalau kita i'rob: جَآءَ أَبُوْكَ جَآءَ: فِعْلٌ مَاضٍ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ Jā-a: fi'il madhi mabni diatas fathah, أَبُوْكَ: فَاعِلٌ مَرْفُوْعٌ وَعَلَامَةُ رَفْعِهِ الْوَاوُ نِيَابَةً عَنِ الضَّمَّةِ لِأَنَّهُ مِنَ الْأَسْمَاءِ الْخَمْسَةِ، Abūka: fa'il (pelaku perbuatan) yang dirofa'kan dan tanda rofa'nya wawu (و) sebagai pengganti dhommah, karena abūka termasuk isim-isim yang lima. وَهُوَ (أَبُوْكَ) مُضَافٌ وَالْكَافُ ضَمِيْرٌ مُتَّصِلٌ مَبْنِيٌّ عَلَى الْفَتْحِ فِيْ مَحَلِّ جَرٍّ/خَفْضٍ مُضَافٌ إِلَيْهِ Abūka: mudhof (kata yang disandarkan), dan al-kāf (ك) : dhomir yang bersambung mabni diatas fathah pada tempatnya jar/khofd dan al-kāf (ك) mudhofun ilaihi (kata yang disandari). Syarat-syarat yang harus ada pada setiap isim-isim yang lima [*] : a) Mukabbaroh (مُكَبَّرَة), yakni tidak diperkecil dengan diubah bentuknya menjadi wazan فُعَيْلٌ, seperti: أُبَيٌّ، أُخَيٌّ، حُمَيٌّ، فُوَيٌّ، ذُوَيٌّ b) Mufrod, yakni tidak dimutsannakan atau tidak dijamakkan. c) Diidhofahkan (disandarkan) kepada kata lain. d) Diidhofahkannya (disandarkan) kepada selain ya al-mutakallim. [*] Syarat-syarat khusus: i) Pada فُوْ : Agar akhirnya tidak bersambung dengan huruf mim, seperti: فَمٌ ii) Pada ذُوْ : Agar bermakna صَاحِبٌ (pemilik) dan disandarkan kepada isim jenis. Semoga memahamkan... #fyp #fyppppppppppppppppppppppp #masukberanda #ilmu #songarabic #ilmuagama #ilmunahwu #nahwu #shorof #bahasaarab

About