@superseceretaccount11:

jaydih
jaydih
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 30 August 2025 03:04:27 GMT
173135
34412
54
348

Music

Download

Comments

lolololo3_3
mettbrot_mia :
such a pretty girllll
2025-08-30 13:53:23
296
ilovesiyana
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
hope he doesn’t see this
2025-08-30 20:38:17
20
robin2real3
R :
I’m the chosen one
2025-08-30 20:28:55
7
danicachristinaa
Danica Christina :
You’re so beautiful!!
2025-08-30 03:16:06
2
444.velly
🐙. :
you’re stunning🥰
2025-08-30 03:09:16
8
_user65o
n𝜗𝜚 :
lashes?
2025-08-30 06:04:52
3
user.7770770
user.7770770 :
2025-08-30 14:57:40
26
dzesminn1
jasmi :
dream
2025-08-30 05:14:44
2
erzsbet091
✝️ :
keep going baddie u got this!!❤️
2025-09-07 17:03:27
1
fxoxo.fsx
𝑭 :
U the prettiest baddie tbh😍💞💞
2025-08-30 04:53:03
4
user17171881819967
sharona🪼 :
in my head we are besties
2025-08-31 00:26:11
1
444babygyal
444babygyal :
makeup tutorial please? REINAAAA 😍😍😍
2025-09-19 15:39:00
0
bexxabutteflies
bexxabutteflies :
woah
2025-08-30 15:53:56
0
pera_st4r
sophie🌻 :
u are so so so so pretty 😭
2025-10-22 18:05:04
0
yourfavvamp001
Secretaccount🦄 :
Dose this cutie reply <
2025-09-12 14:33:26
0
ydk.usmii
❣️ :
oh to look like youuu
2025-09-13 18:57:23
0
yasmeencomet
Yasmeencomet :
if i had to look like u my life would be complete
2025-09-12 13:00:22
0
msrie.xxx
msrie.xxx :
2025-09-04 09:21:30
0
tear_bear_95
Tear-Bear-95 :
very beautiful girl damn 🥰
2025-09-04 11:32:17
0
mora51550
mora :
2025-08-31 04:11:08
0
17.znigthw
𝒦𝒶𝓁𝑒 🗽 :
So prettyyyyy girrrllll
2025-09-12 03:05:31
0
c4sawiyaaa
🇲🇦🥊 :
Imma js start cryin
2025-09-12 13:42:28
0
def.not.niicole
def.not.niicole :
OMGGG U ARE SOO PRETTYYYY💓💓
2025-10-23 05:59:12
0
its.romi_na
𝙍𝙤𝙢𝙞 :
Damn girl 😍
2025-08-30 18:34:35
0
To see more videos from user @superseceretaccount11, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 1 |  Keonho punya satu kebiasaan yang sampai sekarang belum berhasil kamu pahami. Dia selalu mengganggu. Entah saat kamu sedang diam atau bahkan sedang tidak melakukan apa-apa, cowok itu seolah selalu menemukan alasan untuk membuatmu kehilangan kesabaran.  Kadang barangmu tiba-tiba berpindah tempat. Kadang kursimu digeser ketika kamu hendak duduk. Kadang dia cuma lewat, menyenggol bahumu tanpa alasan, lalu pergi sambil tertawa ketika melihatmu menoleh dengan tatapan kesal. Yang lebih menyebalkan, Keonho tidak pernah melakukannya dengan wajah bersalah. Dia justru terlihat seperti orang yang mendapatkan hiburan gratis setiap kali berhasil membuatmu bereaksi. Dan kamu sudah terlalu hafal dengan perangainya.  Pagi ini pun begitu. Kamu bahkan belum sempat melewati pintu kelas ketika sebuah bola melayang ke arahmu. Refleks, kedua tanganmu langsung terangkat. Bola itu menghantam telapak tanganmu dengan cukup keras sampai langkahmu terhenti.  Beberapa detik kamu hanya berdiri di ambang pintu sambil menatap benda bulat yang sekarang berada di tanganmu, sebelum perlahan mengangkat wajah dan mencari siapa orang yang merasa pagi-pagi sudah punya nyawa lebih.  Kamu tidak perlu mencari terlalu lama. Keonho duduk di salah satu meja bagian belakang dengan posisi setengah menyandar. Satu kakinya masih menginjak lantai, sementara tangan kanannya terangkat santai seperti orang yang baru saja menyelesaikan lemparan paling biasa di dunia. Begitu mata kalian bertemu, dia tersenyum. Senyum yang membuatmu langsung tahu.  Sengaja.  Kamu menarik napas panjang. Sudah hampir setengah tahun kalian sekelas, dan selama itu pula Keonho sepertinya tidak pernah kehabisan ide untuk membuatmu menyesal datang ke sekolah.
POV 1 | Keonho punya satu kebiasaan yang sampai sekarang belum berhasil kamu pahami. Dia selalu mengganggu. Entah saat kamu sedang diam atau bahkan sedang tidak melakukan apa-apa, cowok itu seolah selalu menemukan alasan untuk membuatmu kehilangan kesabaran. Kadang barangmu tiba-tiba berpindah tempat. Kadang kursimu digeser ketika kamu hendak duduk. Kadang dia cuma lewat, menyenggol bahumu tanpa alasan, lalu pergi sambil tertawa ketika melihatmu menoleh dengan tatapan kesal. Yang lebih menyebalkan, Keonho tidak pernah melakukannya dengan wajah bersalah. Dia justru terlihat seperti orang yang mendapatkan hiburan gratis setiap kali berhasil membuatmu bereaksi. Dan kamu sudah terlalu hafal dengan perangainya. Pagi ini pun begitu. Kamu bahkan belum sempat melewati pintu kelas ketika sebuah bola melayang ke arahmu. Refleks, kedua tanganmu langsung terangkat. Bola itu menghantam telapak tanganmu dengan cukup keras sampai langkahmu terhenti. Beberapa detik kamu hanya berdiri di ambang pintu sambil menatap benda bulat yang sekarang berada di tanganmu, sebelum perlahan mengangkat wajah dan mencari siapa orang yang merasa pagi-pagi sudah punya nyawa lebih. Kamu tidak perlu mencari terlalu lama. Keonho duduk di salah satu meja bagian belakang dengan posisi setengah menyandar. Satu kakinya masih menginjak lantai, sementara tangan kanannya terangkat santai seperti orang yang baru saja menyelesaikan lemparan paling biasa di dunia. Begitu mata kalian bertemu, dia tersenyum. Senyum yang membuatmu langsung tahu. Sengaja. Kamu menarik napas panjang. Sudah hampir setengah tahun kalian sekelas, dan selama itu pula Keonho sepertinya tidak pernah kehabisan ide untuk membuatmu menyesal datang ke sekolah. "Lumayan.." "..Refleks lo bagus" Kamu mendecakkan lidah, lalu melempar balik bola itu ke arahnya. Lemparanmu cukup keras sampai Keonho harus menangkapnya dengan kedua tangan. Bola itu menghantam telapak tangannya dan membuat tubuhnya sedikit terdorong ke belakang. Dia langsung menatapmu. Kamu balas menatapnya. “Refleks lo juga bagus” Keonho tertawa kecil. Bukan tawa yang keras, hanya hembusan pendek yang keluar dari hidungnya sambil tetap menatapmu. Bola masih berada di kedua tangannya, dan dari caranya menggenggam benda itu, kamu sudah bisa menebak kalau urusan pagi ini belum selesai. Dia berdiri lalu memantulkan bola sekali ke lantai. Buk. Kemudian menangkapnya lagi. Tatapannya tidak lepas darimu. “Jadi sekarang nantangin?” Kamu memutar mata, kemudian menarik kursi dan duduk. Namun baru saja tubuhmu menyentuh sandaran, Keonho ikut menarik kursi di sebelahmu. Kaki kursinya bergeser di atas lantai, menimbulkan suara gesekan pendek yang cukup mengganggu. Kamu melirik ke samping, lalu kembali melihat meja dengan ekspresi yang sudah menunjukkan keberatan bahkan sebelum dia sempat bicara. “Ngapain pindah?” Keonho duduk dengan santai, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Satu tangannya diletakkan di atas meja, sementara tangan lainnya masih memegang bola yang tadi dilemparkannya. “Kenapa?" “Tempat lo di sana" “Pengen aja di sini" Jawabannya sederhana sekali sampai kamu sempat terdiam. Akhirnya kamu mengembuskan napas. “Nyebelin” Suasana kelas pagi itu mulai berubah perlahan. Beberapa siswa yang sejak tadi masih sibuk dengan urusan masing-masing mulai berdatangan, membuat suara langkah kaki, gesekan kursi, dan percakapan kecil memenuhi ruangan yang sebelumnya cukup tenang. Cahaya matahari masuk dari sela-sela jendela di sisi kelas, jatuh memanjang di atas lantai dan beberapa meja bagian depan. Kamu mulai mengeluarkan barang-barang dari tas. Satu per satu kamu letakkan di atas meja, berusaha mengabaikan keberadaan Keonho yang sekarang terlalu dekat untuk ukuran orang yang katanya cuma ingin duduk. [ lanjut di saluran ] #pov #alternativeuniverse #keonho #cortis

About