Achilles :
Menurut saya, Akar dari kericuhan yang kita lihat hari ini bukan sekadar DPR atau aparat di jalanan. Itu hanya gejalanya. Akar sesungguhnya ada di sistem politik yang kita biarkan berjalan puluhan tahun: partai-partai yang dikendalikan elit, ormas yang kabur fungsinya, dan aturan main yang selalu tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Selama siapa yang duduk di DPR dan siapa yang jadi Presiden hanya bisa dipilih lewat pintu partai, selama itu juga kita hanya muter di lingkaran yang sama. Jadi kalau hari ini kita marah, jangan berhenti di permukaan. Jangan cuma salahkan DPR sebagai 'penonton yang ketahuan tidur'. Kita harus berani buka mata: yang mengatur kursi DPR adalah mesin politik di belakangnya. Kalau akar ini nggak disentuh, semua kemarahan hanya akan jadi siklus lima tahunan.
Dan masalahnya, rakyat sering dibikin sibuk marah ke gejalanya, bukan ke akarnya. Demo bisa meledak, aparat bisa jadi kambing hitam, DPR bisa dihujat habis-habisan. Tapi setelah reda? Sistem tetap jalan, partai tetap pegang kendali, oligarki tetap aman di balik layar.
Kalau kita serius mau perubahan, arah kemarahan ini harus diarahkan ke jantung penyakitnya: partai politik dan aturan main yang busuk. Transparansi nol, rekrutmen elitis, dan ormas yang lebih sibuk cari panggung daripada mengabdi.
Reformasi kemarin runtuhkan rezim, tapi lupa membongkar mesin yang memproduksi wajah-wajah busuk.
Hasilnya? Kita hidup dalam ilusi demokrasi, padahal rakyat cuma jadi stempel legalitas.
Jadi jangan berhenti di teriakan 'bubarkan DPR'. Bubarkan sistem busuk yang bikin DPR kayak sekarang. Kalau akar nggak dicabut, percuma kita marah. Kita hanya mewariskan lingkaran setan ini ke generasi berikutnya.
2025-08-30 15:07:16