@yousafalijan0786786:

Yousif Ali jan
Yousif Ali jan
Open In TikTok:
Region: PK
Sunday 31 August 2025 01:58:03 GMT
460
210
43
0

Music

Download

Comments

naeem.jan4
nae em.jan :
♥️♥️♥️
2025-08-31 16:04:35
1
mujahidmaq
mujhaid :
❤❤❤
2025-09-03 07:19:01
0
safdarali3503
☂ᴿʜZiDi⁸⁰4 :
😔😔😔
2025-08-31 13:28:29
0
mukhtiarahmed7860
🥀💫Mukhtiar Ahmed 804💫🥀 :
💞💞💞
2025-08-31 13:59:25
0
m.dilshad4764
bhatti dilshad 4764 :
💓💓💓
2025-08-31 14:28:46
0
shahzadshahzad1342
shahzad :
🥰🥰🥰
2025-08-31 14:50:33
0
islamkhan.0786
ISLAM KHAN 🤟🙅💯💥 :
🥰🥰🥰
2025-08-31 16:49:41
0
iqbal.khan925
Iqbal Khan :
❤❤❤
2025-09-01 10:47:51
0
says.almgher
Syed Alamgir 🚩🇵🇰🚩💫💯🇵🇰 :
🌹🌹🌹
2025-09-02 02:36:34
0
says.almgher
Syed Alamgir 🚩🇵🇰🚩💫💯🇵🇰 :
🤲🤲🤲
2025-09-02 02:36:37
0
ranaali9433
sanwal 111 :
❤❤❤
2025-09-02 17:24:57
0
safdarali3503
☂ᴿʜZiDi⁸⁰4 :
🥹🥹🥹
2025-08-31 13:28:18
0
muhammad.siraj5349
Muhammad siraj :
💝💝💝
2025-09-04 02:22:12
0
m.waqas1428
M Waqas. FAYAZ :
😂😂😂
2025-09-04 06:01:36
0
muhammadliyaqat150
muhammadliyaqat150 :
♥️
2025-09-04 14:06:14
0
maliksalman786123
$ :
🥰🥰🥰
2025-09-05 01:52:13
0
mushtaqsab01
Mushtaq :
❤️❤️❤️
2025-09-05 05:48:02
0
shahpaz.sb
shahpaz.sb :
🥰🥰🥰
2025-09-05 11:33:55
0
shahpaz.sb
shahpaz.sb :
😭😭😭
2025-09-05 11:33:58
0
malikyfaraz6
✨ JOIYA ✨ MALIK :
🥰🥰🥰
2025-09-07 10:42:34
0
m.m.a.s61
M.M.A.S :
🥰🥰🥰
2025-10-20 12:36:33
0
hammadbahti786
hammad Bhatti :
❤️❤️❤
2025-10-25 04:33:45
0
junaidjaani195
Junaid Jani 666 :
🥰🥰🥰
2025-08-31 05:07:14
0
abdullah.7865983
Abdullah 786 :
🥰🥰🥰
2025-08-31 02:06:16
0
user72361046117227
hafiz :
🥰🥰🥰
2025-08-31 02:08:48
0
To see more videos from user @yousafalijan0786786, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MAKAM SYEH SITI JENAR TIDAK TERAWAT, menurut cerita konon Syeikh Siti Jenar mengajak manusia untuk selalu tumbuh berkembang seperti pohon sidratul muntaha, yang selalu aktif, progresif dan positif. Membangkitkan pribadi “insun sejati” melalui tauhid al-wujud, atau yang kenal dengan judul buku ini adalah “manunggaling kawula-gusti”. Gerakan yang dilakukan Syeikh Siti Jenar bersumbu pada pembebasan kultural, yang meliputi pembebasan kemanusiaan dari kungkungan struktur politik yang berdalih agama, sekaligus pembebasan dari pasungan keagamaan yang formalistik. Jadi, Syeikh Siti Jenar bukan hanya seorang penyebar agama Islam awal di Indonesia, tetapi sekaligus seorang suci yang sangat dihormati berbagai kalangan sampai saat ini, karena memang ajarannya yang aplikatif secara lahir dan batin juga mampu membawa rasa kebebasan bagi para penganutnya. Unsur kebebasan di bawah naungan kemanunggalan inilah mutiara yang termahal dalam hidup. Manunggaling Kawula Ian Gusti sunting Para pendukung Syekh Siti Jenar menegaskan bahwa ia tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Ajaran ini bukan dianggap sebagai bercampurnya Dzat Tuhan dengan makhluk-Nya, melainkan sifat-sifat Tuhan yang memancar pada manusia ketika manusia sudah melakukan proses fana (hancurnya sifat-sifat buruk pada manusia) [4] Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan sifat-sifat Tuhan dikala manusia sudah melakukan proses fana (Manunggaling Kawula Gusti). Perbedaan penafsiran ayat Al-Qur’an ini yang menimbulkan polemik, yaitu bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam roh Tuhan. Achmad Chodjim dalam bukunya “Syekh Siti Jenar” menjelaskan ketika Demak masih sibuk dalam penaklukan. Ajaran Syekh Siti Jenar lebih bisa diterima oleh raja-raja Jawa yang telah memeluk agama Islam. “Diceritakan dalam Babad Jaka Tingkir bahwa ada 40 orang tokoh yang berguru kepada Syekh Siti Jenar”, ungkap Chodjim dikutip Kamis (3/6/2021).[5] Mereka antara lain adalah: Ki Ageng Banyubiru, Ki Ageng Getas Aji, Ki Ageng Balak, Ki Ageng Butuh, Ki Ageng Ngerang, Ki Ageng Jati, Ki Ageng Watalunan, Ki Ageng Pringapus, Kiai Ageng Nganggas, Ki Ageng Ngamba, Ki Ageng Babadan, Ki Ageng Wanantara, Ki Ageng Majasta, Ki Ageng Baya, Ki Ageng Baki, Ki Ageng Tembalang, Ki Ageng Karnggayam. Ki Ageng Ngargaloka, Ki Ageng Kayupuring, Ki Ageng Selandaka, Ki Ageng Purwasada, Kebo Kangan, Kiai Ageng Kebonalas, Ki Ageng Waturante, Kiai Ageng Taruntum, Kiai Ageng Pataruman, Kiai Ageng Purna, Kiai Ageng Gugulu. Kiai Ageng Gunung Pragota, Kiai Ageng Ngadibaya, Kiai Ageng Karungrungan, Kiai Jatingalih, Kiai Ageng Wandadi, Kiai Ageng Tambangan, kiai Ageng Ngampuhan, Kiai Ageng Bangsri, Kiai Ageng Pengging, Ki Ageng Tingkir WALAHUALAM BISAWAB
MAKAM SYEH SITI JENAR TIDAK TERAWAT, menurut cerita konon Syeikh Siti Jenar mengajak manusia untuk selalu tumbuh berkembang seperti pohon sidratul muntaha, yang selalu aktif, progresif dan positif. Membangkitkan pribadi “insun sejati” melalui tauhid al-wujud, atau yang kenal dengan judul buku ini adalah “manunggaling kawula-gusti”. Gerakan yang dilakukan Syeikh Siti Jenar bersumbu pada pembebasan kultural, yang meliputi pembebasan kemanusiaan dari kungkungan struktur politik yang berdalih agama, sekaligus pembebasan dari pasungan keagamaan yang formalistik. Jadi, Syeikh Siti Jenar bukan hanya seorang penyebar agama Islam awal di Indonesia, tetapi sekaligus seorang suci yang sangat dihormati berbagai kalangan sampai saat ini, karena memang ajarannya yang aplikatif secara lahir dan batin juga mampu membawa rasa kebebasan bagi para penganutnya. Unsur kebebasan di bawah naungan kemanunggalan inilah mutiara yang termahal dalam hidup. Manunggaling Kawula Ian Gusti sunting Para pendukung Syekh Siti Jenar menegaskan bahwa ia tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Ajaran ini bukan dianggap sebagai bercampurnya Dzat Tuhan dengan makhluk-Nya, melainkan sifat-sifat Tuhan yang memancar pada manusia ketika manusia sudah melakukan proses fana (hancurnya sifat-sifat buruk pada manusia) [4] Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan sifat-sifat Tuhan dikala manusia sudah melakukan proses fana (Manunggaling Kawula Gusti). Perbedaan penafsiran ayat Al-Qur’an ini yang menimbulkan polemik, yaitu bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam roh Tuhan. Achmad Chodjim dalam bukunya “Syekh Siti Jenar” menjelaskan ketika Demak masih sibuk dalam penaklukan. Ajaran Syekh Siti Jenar lebih bisa diterima oleh raja-raja Jawa yang telah memeluk agama Islam. “Diceritakan dalam Babad Jaka Tingkir bahwa ada 40 orang tokoh yang berguru kepada Syekh Siti Jenar”, ungkap Chodjim dikutip Kamis (3/6/2021).[5] Mereka antara lain adalah: Ki Ageng Banyubiru, Ki Ageng Getas Aji, Ki Ageng Balak, Ki Ageng Butuh, Ki Ageng Ngerang, Ki Ageng Jati, Ki Ageng Watalunan, Ki Ageng Pringapus, Kiai Ageng Nganggas, Ki Ageng Ngamba, Ki Ageng Babadan, Ki Ageng Wanantara, Ki Ageng Majasta, Ki Ageng Baya, Ki Ageng Baki, Ki Ageng Tembalang, Ki Ageng Karnggayam. Ki Ageng Ngargaloka, Ki Ageng Kayupuring, Ki Ageng Selandaka, Ki Ageng Purwasada, Kebo Kangan, Kiai Ageng Kebonalas, Ki Ageng Waturante, Kiai Ageng Taruntum, Kiai Ageng Pataruman, Kiai Ageng Purna, Kiai Ageng Gugulu. Kiai Ageng Gunung Pragota, Kiai Ageng Ngadibaya, Kiai Ageng Karungrungan, Kiai Jatingalih, Kiai Ageng Wandadi, Kiai Ageng Tambangan, kiai Ageng Ngampuhan, Kiai Ageng Bangsri, Kiai Ageng Pengging, Ki Ageng Tingkir WALAHUALAM BISAWAB

About