@diggle_kcontents: Kim Bum Hates Rom-Coms..?! Shocking Secret!😲 #diggle_kcontents #kstarnextdoor #KimBeom #BoysOverFlower

Diggle_Kcontents
Diggle_Kcontents
Open In TikTok:
Region: KR
Thursday 04 September 2025 11:00:00 GMT
494316
48501
166
1053

Music

Download

Comments

en_thereal
En-thereal :
I like him and Kim so eun more in boys over flowers than the main leads
2025-09-04 14:58:54
941
lilyafter30
lilyafter30 :
Kim Bum 💜 he should have more protagonist roles
2025-09-05 20:03:57
1
suridanial
Suri danial :
because romantic drama,u hv to be deep feeling with stranger,it hard than crime drama
2025-09-04 16:01:14
732
yvvassii
revvassii :
What if… he doesn’t want to do any romcoms bc he have a girlfriend? 😂
2025-09-04 15:15:53
156
flymeaway5
dani :
we had some crumbs back in the tale of the nine tailed 1938 😭
2025-09-04 19:21:38
599
diyclofenac
diy :
he just doesnt want his wife (me) to feel jealous 🥰
2025-09-05 22:06:02
36
lisa2348
Narlisacarpon :
That is my one of my kpop crush🥰🫶🫶
2025-09-04 11:03:57
47
leilei41214
leilei :
he can be main in solo leveling.
2025-09-05 08:15:02
57
nissa.d5
Nissa d :
but how come he doesn't age?
2025-09-05 01:47:44
184
marumaru008
MMRU :
Maybe he is secretly married and his wife got jealous if doing romantic drama.🤔🤣 But in Tale of the nine tailed 1938 his doing romantic character with the mermaid
2025-09-05 03:38:07
27
__mmy_
Maryam :
He looks so healthy and adorable
2025-09-07 10:38:50
99
merci0499
Merci :
He looks so different
2025-09-07 18:46:11
5
kdramaqueen222
Rejoice :
he never got the fame he deserve
2025-09-06 20:11:34
14
kim_yoshiiii
yoshiiii⁷ 💜 :
he's been robbing us😂😭 gwenchanayooooo😭😭😭 gwencha😭😭😭na
2025-09-04 19:02:23
10
caramealia
lia 🫧 :
Insane how he does not age one bit!
2025-09-05 17:03:42
11
amc9010
amc8112 :
fr... hope he does more romcoms. something good!
2025-09-04 23:36:29
6
norms1110
Christian DO 🐧 :
my goshhh , this oppa is a fine wine 🍷🥂🥂
2025-09-04 23:20:16
7
misha.kay1
Misha :
We need him back with his brother 💜💞❤️‍🔥🦊🦊❤️‍🔥💞💜
2025-09-04 16:35:07
11
kdrama_ace88
Kdrama_Ace88 :
Oh my, I do like him in villain or anti-hero roles😂😂
2025-09-04 21:51:38
11
lildarkpeachy
chy :
i remember lee junhyuk this is what exactly what he say 😅 He prefer to kill than to do romance 😅
2025-09-04 23:03:15
8
user5717775994112
B :
awwwww my first favourite before Byeon Woo Seok and PHS.. I love him omg
2025-09-04 20:59:20
7
xdncllr
🦦 :
i just realized that he kinda looks like tws jihoon 🥹
2025-09-05 03:30:30
5
krhosair
KRhosair :
Bro iso handsome -should be illegal- he has no business looking like this
2025-09-08 10:48:25
4
kimkim67771
Kim Kim :
I really adore this man 😫😫
2025-10-31 16:45:23
2
_elvepi_
Talen :
ryu hye young, law school season 2 please!!!!
2025-11-18 12:24:44
2
To see more videos from user @diggle_kcontents, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KENDARI – Sebanyak 9.545 warga memilih angkat kaki dari Kota Kendari dengan mengurus perpindahan domisili sepanjang tahun 2025. Pendidikan, pernikahan, hingga pekerjaan menjadi faktor utama yang mendorong ribuan warga meninggalkan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sultra mencatat, jumlah warga yang pindah keluar dari Kota Kendari menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara sepanjang 2025. Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Dukcapil Sultra, Muhammad Idris, mengatakan tingginya angka perpindahan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat di Kota Kendari berlangsung cukup tinggi. Menurutnya, perpindahan domisili dipengaruhi oleh berbagai faktor, dengan alasan pendidikan menjadi yang paling dominan. “Alasan yang paling banyak untuk pindah domisili adalah pendidikan, termasuk warga yang berpindah ke luar Sultra. Selain itu karena perkawinan dan pekerjaan,” kata Idris, Kamis (23/7/2026). Selain Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan menjadi daerah dengan jumlah penduduk pindah keluar terbanyak kedua, yakni mencapai 6.609 jiwa. Disusul Kabupaten Konawe sebanyak 6.497 jiwa, Kabupaten Muna 6.171 jiwa, Kabupaten Kolaka 5.790 jiwa, serta Kota Baubau 5.284 jiwa. Sementara itu, Kabupaten Buton Tengah mencatat 4.530 jiwa pindah keluar, Kabupaten Bombana 4.336 jiwa, Kabupaten Kolaka Utara 4.261 jiwa, Kabupaten Kolaka Timur 4.251 jiwa, Kabupaten Buton Selatan 3.355 jiwa, Kabupaten Buton 3.298 jiwa, Kabupaten Wakatobi 3.172 jiwa, Kabupaten Muna Barat 2.200 jiwa, Kabupaten Buton Utara 2.172 jiwa, Kabupaten Konawe Utara 1.992 jiwa, sedangkan Kabupaten Konawe Kepulauan menjadi daerah dengan jumlah perpindahan keluar paling sedikit, yakni 1.246 jiwa. Di sisi lain, meski menjadi daerah dengan angka perpindahan keluar tertinggi, Kota Kendari juga masih menjadi tujuan favorit perpindahan penduduk di Sulawesi Tenggara. Pada periode yang sama, sebanyak 12.672 jiwa tercatat pindah masuk ke Kota Kendari, terdiri dari 6.406 laki-laki dan 6.266 perempuan. Idris menjelaskan tingginya arus perpindahan masuk maupun keluar tersebut tidak lepas dari posisi strategis Kota Kendari sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi di Sultra. Kondisi itu membuat mobilitas penduduk di Kota Kendari jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Adapun daerah dengan jumlah penduduk pindah masuk terbesar setelah Kota Kendari adalah Kabupaten Kolaka sebanyak 12.471 jiwa. Selanjutnya Kabupaten Konawe Selatan 6.236 jiwa, Kabupaten Konawe 5.239 jiwa, Kota Baubau 3.804 jiwa, Kabupaten Muna 3.393 jiwa, Kabupaten Kolaka Utara 3.392 jiwa, Kabupaten Konawe Utara 3.365 jiwa, Kabupaten Buton Tengah 3.200 jiwa, Kabupaten Bombana 3.067 jiwa, Kabupaten Muna Barat 2.863 jiwa, Kabupaten Buton Selatan 2.798 jiwa, Kabupaten Buton 2.516 jiwa, Kabupaten Kolaka Timur 2.495 jiwa, Kabupaten Wakatobi 1.810 jiwa, Kabupaten Buton Utara 1.500 jiwa, dan Kabupaten Konawe Kepulauan 1.018 jiwa. Lebih lanjut, Idris menjelaskan masyarakat yang hendak mengurus perpindahan domisili cukup membawa Kartu Keluarga (KK) ke kantor Dukcapil di daerah asal untuk memperoleh surat keterangan pindah. Setelah tiba di daerah tujuan, KTP dan KK lama akan ditarik untuk diganti dengan dokumen kependudukan sesuai alamat yang baru. Ia juga mengimbau masyarakat agar mengurus perpindahan domisili melalui mekanisme resmi sehingga data administrasi kependudukan tetap akurat. Menurutnya, data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pelayanan publik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga perencanaan pembangunan di setiap daerah. #sultrafeeds #kawanfeeds
KENDARI – Sebanyak 9.545 warga memilih angkat kaki dari Kota Kendari dengan mengurus perpindahan domisili sepanjang tahun 2025. Pendidikan, pernikahan, hingga pekerjaan menjadi faktor utama yang mendorong ribuan warga meninggalkan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sultra mencatat, jumlah warga yang pindah keluar dari Kota Kendari menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara sepanjang 2025. Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Dukcapil Sultra, Muhammad Idris, mengatakan tingginya angka perpindahan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat di Kota Kendari berlangsung cukup tinggi. Menurutnya, perpindahan domisili dipengaruhi oleh berbagai faktor, dengan alasan pendidikan menjadi yang paling dominan. “Alasan yang paling banyak untuk pindah domisili adalah pendidikan, termasuk warga yang berpindah ke luar Sultra. Selain itu karena perkawinan dan pekerjaan,” kata Idris, Kamis (23/7/2026). Selain Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan menjadi daerah dengan jumlah penduduk pindah keluar terbanyak kedua, yakni mencapai 6.609 jiwa. Disusul Kabupaten Konawe sebanyak 6.497 jiwa, Kabupaten Muna 6.171 jiwa, Kabupaten Kolaka 5.790 jiwa, serta Kota Baubau 5.284 jiwa. Sementara itu, Kabupaten Buton Tengah mencatat 4.530 jiwa pindah keluar, Kabupaten Bombana 4.336 jiwa, Kabupaten Kolaka Utara 4.261 jiwa, Kabupaten Kolaka Timur 4.251 jiwa, Kabupaten Buton Selatan 3.355 jiwa, Kabupaten Buton 3.298 jiwa, Kabupaten Wakatobi 3.172 jiwa, Kabupaten Muna Barat 2.200 jiwa, Kabupaten Buton Utara 2.172 jiwa, Kabupaten Konawe Utara 1.992 jiwa, sedangkan Kabupaten Konawe Kepulauan menjadi daerah dengan jumlah perpindahan keluar paling sedikit, yakni 1.246 jiwa. Di sisi lain, meski menjadi daerah dengan angka perpindahan keluar tertinggi, Kota Kendari juga masih menjadi tujuan favorit perpindahan penduduk di Sulawesi Tenggara. Pada periode yang sama, sebanyak 12.672 jiwa tercatat pindah masuk ke Kota Kendari, terdiri dari 6.406 laki-laki dan 6.266 perempuan. Idris menjelaskan tingginya arus perpindahan masuk maupun keluar tersebut tidak lepas dari posisi strategis Kota Kendari sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi di Sultra. Kondisi itu membuat mobilitas penduduk di Kota Kendari jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Adapun daerah dengan jumlah penduduk pindah masuk terbesar setelah Kota Kendari adalah Kabupaten Kolaka sebanyak 12.471 jiwa. Selanjutnya Kabupaten Konawe Selatan 6.236 jiwa, Kabupaten Konawe 5.239 jiwa, Kota Baubau 3.804 jiwa, Kabupaten Muna 3.393 jiwa, Kabupaten Kolaka Utara 3.392 jiwa, Kabupaten Konawe Utara 3.365 jiwa, Kabupaten Buton Tengah 3.200 jiwa, Kabupaten Bombana 3.067 jiwa, Kabupaten Muna Barat 2.863 jiwa, Kabupaten Buton Selatan 2.798 jiwa, Kabupaten Buton 2.516 jiwa, Kabupaten Kolaka Timur 2.495 jiwa, Kabupaten Wakatobi 1.810 jiwa, Kabupaten Buton Utara 1.500 jiwa, dan Kabupaten Konawe Kepulauan 1.018 jiwa. Lebih lanjut, Idris menjelaskan masyarakat yang hendak mengurus perpindahan domisili cukup membawa Kartu Keluarga (KK) ke kantor Dukcapil di daerah asal untuk memperoleh surat keterangan pindah. Setelah tiba di daerah tujuan, KTP dan KK lama akan ditarik untuk diganti dengan dokumen kependudukan sesuai alamat yang baru. Ia juga mengimbau masyarakat agar mengurus perpindahan domisili melalui mekanisme resmi sehingga data administrasi kependudukan tetap akurat. Menurutnya, data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pelayanan publik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga perencanaan pembangunan di setiap daerah. #sultrafeeds #kawanfeeds

About