@mioraandrianajasoa: ☺️ #BBL #foryou #fyppppppppppppppppppppppp

Miora J♡elle
Miora J♡elle
Open In TikTok:
Region: MG
Thursday 04 September 2025 12:24:44 GMT
597
81
2
1

Music

Download

Comments

hasinayali
Hasina :
😍😍😍Wowww
2025-09-04 12:32:25
0
To see more videos from user @mioraandrianajasoa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

palingan GK rame nih VT,🗿 USS Zumwalt (DDG-1000) adalah kapal perusak (destroyer) paling canggih, terbesar, dan sekaligus paling kontroversial yang pernah dibangun oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Kapal ini merupakan kapal utama dari kelas Zumwalt, yang awalnya dirancang sebagai $4,4 miliar per unit. * Pengurangan Jumlah: Rencana awal 32 kapal dipangkas menjadi hanya 3 kapal (USS Zumwalt, USS Michael Monsoor, USS Lyndon B. Johnson) karena biaya terlalu tinggi. * Masalah Teknis: Sistem kelistrikan terintegrasi (IPS) yang revolusioner ternyata rentan terhadap gangguan dan sulit diperbaiki di lapangan. * Relevansi Dipertanyakan: Di era di mana rudal anti-kapal jarak jauh (seperti YJ-21 China) berkembang pesat, konsep kapal besar yang harus mendekat ke pantai untuk menembak (peran asli AGS) dianggap terlalu berisiko. 5. Status Terkini (2024–2026) * USS Zumwalt (DDG-1000): Sedang menjalani modifikasi intensif untuk pemasangan sistem rudal hipersonik. Sempat mengalami kerusakan sistem propulsi dan kebakaran kecil di masa lalu yang memperpanjang masa perbaikan. * Peran Masa Depan: Jika modifikasi hipersonik berhasil, ketiga kapal ini akan menjadi aset strategis unik AS untuk serangan presisi cepat terhadap target darat bernilai tinggi di wilayah Asia-Pasifik. Namun, jika gagal, mereka mungkin akan dini-pensiunkan lebih awal sebagai beban anggaran." width="135" height="240">
palingan GK rame nih VT,🗿 USS Zumwalt (DDG-1000) adalah kapal perusak (destroyer) paling canggih, terbesar, dan sekaligus paling kontroversial yang pernah dibangun oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Kapal ini merupakan kapal utama dari kelas Zumwalt, yang awalnya dirancang sebagai "kapal perang abad ke-21" dengan teknologi siluman (stealth) radikal. Namun, nasibnya berubah dari "masa depan AL AS" menjadi proyek yang dianggap gagal secara strategis akibat pembengkakan biaya dan perubahan doktrin perang. Berikut penjelasan mendalamnya: 1. Spesifikasi & Desain Revolusioner * Desain Tumblehome Hull: Berbeda dengan kapal perang tradisional yang melebar ke atas, lambung Zumwalt menyempit ke atas. Ini mengurangi luas permukaan radar secara drastis, membuatnya tampak sekecil kapal penangkap ikan kecil di layar radar musuh meskipun aslinya sangat besar. * Ukuran Raksasa: Panjang 183 meter dan bobot ~15.000 ton, lebih besar dari banyak kapal penjelajah (cruiser) era Perang Dingin. * Stealth Total: Tidak hanya radar, desainnya juga meminimalkan jejak panas, suara, dan sinyal elektronik. Semua peralatan dek disembunyikan di balik panel-panel halus. * Otomatisasi Tinggi: Dengan kru hanya ~140–150 orang (jauh lebih sedikit dibanding destroyer kelas Arleigh Burke yang butuh ~300+), berkat sistem otomatisasi canggih. 2. Senjata Utama: Kegagalan Proyek LRLS Masalah terbesar Zumwalt ada pada senjata utamanya: * Rencana Awal: Dilengkapi dua meriam raksasa Advanced Gun System (AGS) 155mm yang mampu menembakkan peluru roket jarak jauh (LRLS) hingga 100+ km untuk bombardemen darat. * Kenyataan Pahit: Biaya peluru LRLS membengkak dari 80.000 menjadi 800.000–1 juta per butir. Akibatnya, AL AS membatalkan pembelian peluru setelah hanya memproduksi sedikit. * Nasib Meriam: Dua meriam AGS tersebut kini tidak berfungsi karena tidak ada amunisi. Mereka menjadi "hiasan" mahal di atas kapal. 3. Transformasi Misi: Dari Darat ke Hipersonik Karena meriam utamanya useless, AL AS mengubah peran Zumwalt secara total: * Misi Baru: Fokus pada serangan permukaan jarak jauh dan integrasi rudal hipersonik. * Integrasi CPS (Conventional Prompt Strike): Tiga kapal kelas Zumwalt sedang dimodifikasi untuk membawa tabung peluncur besar di dek depan yang akan diisi dengan rudal balistik hipersonik. Ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan AS dari China dan Rusia dalam teknologi hipersonik. * Keterlambatan: Modifikasi ini mengalami banyak penundaan teknis dan anggaran, membuat kapal-kapal ini sering menganggur atau hanya melakukan latihan terbatas. 4. Masalah & Kontroversi ("White Elephant") Zumwalt sering disebut sebagai contoh klasik gold-plating (terlalu canggih hingga tidak praktis): * Biaya Membengkak: Biaya per kapal melonjak dari rencana awal 3,3 miliar menjadi >$4,4 miliar per unit. * Pengurangan Jumlah: Rencana awal 32 kapal dipangkas menjadi hanya 3 kapal (USS Zumwalt, USS Michael Monsoor, USS Lyndon B. Johnson) karena biaya terlalu tinggi. * Masalah Teknis: Sistem kelistrikan terintegrasi (IPS) yang revolusioner ternyata rentan terhadap gangguan dan sulit diperbaiki di lapangan. * Relevansi Dipertanyakan: Di era di mana rudal anti-kapal jarak jauh (seperti YJ-21 China) berkembang pesat, konsep kapal besar yang harus mendekat ke pantai untuk menembak (peran asli AGS) dianggap terlalu berisiko. 5. Status Terkini (2024–2026) * USS Zumwalt (DDG-1000): Sedang menjalani modifikasi intensif untuk pemasangan sistem rudal hipersonik. Sempat mengalami kerusakan sistem propulsi dan kebakaran kecil di masa lalu yang memperpanjang masa perbaikan. * Peran Masa Depan: Jika modifikasi hipersonik berhasil, ketiga kapal ini akan menjadi aset strategis unik AS untuk serangan presisi cepat terhadap target darat bernilai tinggi di wilayah Asia-Pasifik. Namun, jika gagal, mereka mungkin akan dini-pensiunkan lebih awal sebagai beban anggaran.

About