@biti_ne: Chỉ thích và tin tưởng sử dụng khăn giấy nhà Fudo 🫶🏻✨💯 #bitine #xuhuong #unboxing #fyp #decor #khangiayfudo #khangiaysoitre #khangiaytreotuong #khangiaymini #homedesign

DiuEng
DiuEng
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 04 September 2025 12:40:02 GMT
84439
330
12
59

Music

Download

Comments

gem.tu23
Tự :
Tiện quá luôn. Đem đi học, đi làm, đi chơi được luôn á
2025-09-04 13:03:01
2
rei.churin
𐙚avenchurin˚。 :
Êm nha
2025-09-04 13:42:30
1
by.anhy
anhy✿ :
ưng nha bà
2025-09-05 08:34:38
1
dsphuonganh22
DS Phương Anh 💊 :
Giấy dùng tốt nha👍
2025-09-06 17:04:19
1
grayunbox
Gray :
dùng êm lắm luôn aa
2025-09-05 14:26:33
1
dat_nguyenqd
Đạt Nguyễn :
Ko chạy theo giá, xài đồ chất lượng nó khác lắm, 10đ
2025-11-29 04:47:31
0
bifunzone
bifunzone :
Giấy dai thật sự 😳
2025-09-04 13:32:53
0
To see more videos from user @biti_ne, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Langkah penguatan kedaulatan maritim Indonesia bergerak cepat semenjak galangan kapal nasional PT PAL Indonesia memegang kendali atas proyek modernisasi skala besar (refurbishment dan retrofit) untuk KRI Sriwijaya. Kapal induk ringan yang didatangkan dari Italia ini dimodifikasi secara struktural oleh para insinyur domestik agar fungsional sebagai markas terapung bagi armada nirawak (drone hub) seperti Bayraktar TB3 serta helikopter taktis TNI Angkatan Laut. Pembaruan utama difokuskan pada optimalisasi empat mesin turbin gas General Electric/Avio LM2500 untuk wilayah perairan tropis Nusantara. Sisi pertahanan dan kendali taktis KRI Sriwijaya dipersiapkan melalui integrasi sistem manajemen tempur elektronik modern dari Leonardo guna menjamin masa operasional optimal hingga dua dekade mendatang. Paralel dengan modernisasi tersebut, kepemilikan cetak biru mandiri memicu rencana besar PT PAL Indonesia untuk membangun kapal induk jenis Landing Helicopter Dock (LHD). Kapal mahakarya masa depan ini dirancang memiliki dimensi raksasa dengan panjang dek terbuka mencapai 238 meter dan kapasitas angkut maksimum yang sangat masif. Berbeda dari KRI Sriwijaya yang bertindak sebagai kapal induk ringan konvensional, LHD 238 meter ini dikembangkan sepenuhnya oleh insinyur lokal untuk mengoperasikan hingga 16 helikopter maupun drone tempur berbasis maritim secara simultan. Desain fungsional lambungnya juga diproyeksikan mampu mengangkut satu batalion tank amfibi serta ribuan personel militer guna menyokong operasi proyeksi kekuatan maritim jarak jauh maupun misi kemanusiaan darurat di wilayah kepulauan. Kekuatan gugus tempur laut Indonesia kian paripurna berkat penguasaan cetak biru kapal perusak (destroyer) modern yang siap diproduksi di galangan dalam negeri. Kapal perusak ini disiapkan dengan spesifikasi tempur tangguh menyerupai kombatan utama kelas dunia guna mengawal pergerakan KRI Sriwijaya maupun LHD 238 meter dari spektrum ancaman multidimensi. Persenjataannya mencakup modul Vertical Launching System (VLS) untuk meluncurkan rudal pertahanan udara jarak jauh, rudal antikapalbodi kecepatan tinggi, serta sistem deteksi sonar canggih. Guna menunjang kemampuan ofensif dan defensif armada pengawal ini, PT PAL Indonesia bahkan bersiap memulai produksi massal torpedo ringan anti-kapal selam Piranha untuk memastikan keunggulan mutlak di bawah permukaan laut. #blueprint #kapal #tni #indonesia #information
Langkah penguatan kedaulatan maritim Indonesia bergerak cepat semenjak galangan kapal nasional PT PAL Indonesia memegang kendali atas proyek modernisasi skala besar (refurbishment dan retrofit) untuk KRI Sriwijaya. Kapal induk ringan yang didatangkan dari Italia ini dimodifikasi secara struktural oleh para insinyur domestik agar fungsional sebagai markas terapung bagi armada nirawak (drone hub) seperti Bayraktar TB3 serta helikopter taktis TNI Angkatan Laut. Pembaruan utama difokuskan pada optimalisasi empat mesin turbin gas General Electric/Avio LM2500 untuk wilayah perairan tropis Nusantara. Sisi pertahanan dan kendali taktis KRI Sriwijaya dipersiapkan melalui integrasi sistem manajemen tempur elektronik modern dari Leonardo guna menjamin masa operasional optimal hingga dua dekade mendatang. Paralel dengan modernisasi tersebut, kepemilikan cetak biru mandiri memicu rencana besar PT PAL Indonesia untuk membangun kapal induk jenis Landing Helicopter Dock (LHD). Kapal mahakarya masa depan ini dirancang memiliki dimensi raksasa dengan panjang dek terbuka mencapai 238 meter dan kapasitas angkut maksimum yang sangat masif. Berbeda dari KRI Sriwijaya yang bertindak sebagai kapal induk ringan konvensional, LHD 238 meter ini dikembangkan sepenuhnya oleh insinyur lokal untuk mengoperasikan hingga 16 helikopter maupun drone tempur berbasis maritim secara simultan. Desain fungsional lambungnya juga diproyeksikan mampu mengangkut satu batalion tank amfibi serta ribuan personel militer guna menyokong operasi proyeksi kekuatan maritim jarak jauh maupun misi kemanusiaan darurat di wilayah kepulauan. Kekuatan gugus tempur laut Indonesia kian paripurna berkat penguasaan cetak biru kapal perusak (destroyer) modern yang siap diproduksi di galangan dalam negeri. Kapal perusak ini disiapkan dengan spesifikasi tempur tangguh menyerupai kombatan utama kelas dunia guna mengawal pergerakan KRI Sriwijaya maupun LHD 238 meter dari spektrum ancaman multidimensi. Persenjataannya mencakup modul Vertical Launching System (VLS) untuk meluncurkan rudal pertahanan udara jarak jauh, rudal antikapalbodi kecepatan tinggi, serta sistem deteksi sonar canggih. Guna menunjang kemampuan ofensif dan defensif armada pengawal ini, PT PAL Indonesia bahkan bersiap memulai produksi massal torpedo ringan anti-kapal selam Piranha untuk memastikan keunggulan mutlak di bawah permukaan laut. #blueprint #kapal #tni #indonesia #information

About