@nyhoctiengtrung: #foryou #buthightlight #butdeli #butdanhdau #dodunghoctap

Học xong HSK4
Học xong HSK4
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 07 September 2025 05:16:15 GMT
2894
30
5
0

Music

Download

Comments

hateenglish_26
🎅 明銮将永远活在我的心中 🎅 :
đầu
2025-09-07 05:18:13
1
polish_ka64
Polish :
你在哪里买的?
2025-09-07 05:18:51
1
To see more videos from user @nyhoctiengtrung, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

120 Tahun Gempa Bumi dan Tsunami di Seluruh Dunia (1901 — 2020). Visual ini menampilkan seluruh gempa bumi yang tercatat secara instrumental selama 120 tahun, dari 1 Januari 1901 hingga 31 Desember 2020. Dalam animasi tersebut, setiap titik yang muncul mewakili episentrum gempa, dengan ukuran lingkaran menunjukkan magnitudo dan warna menunjukkan kedalaman sumber gempa. Seiring waktu, terlihat bahwa sebagian besar gempa terkonsentrasi di sepanjang batas lempeng tektonik dunia, terutama di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang membentang dari pantai barat Amerika, Alaska, Jepang, Filipina, Indonesia, hingga Selandia Baru. Animasi ini juga menyoroti sejumlah gempa besar penghasil tsunami yang tercatat dalam sejarah modern, seperti Gempa Ekuador–Kolombia 1906 (Mw 8,8), Kamchatka 1952 (Mw 9,0), Alaska 1964 (Mw 9,2), Sumatra–Andaman 2004 (Mw 9,1), Chile 2010 (Mw 8,8), Tohoku Jepang 2011 (Mw 9,0), dan Haida Gwaii Kanada 2012 (Mw 7,9). Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi akibat proses subduksi, yaitu ketika satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya sehingga menimbulkan akumulasi tegangan selama puluhan hingga ratusan tahun sebelum akhirnya dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa megathrust yang mampu mengangkat atau menurunkan dasar laut dan memicu tsunami lintas samudra. Selama periode 1901–2020, perkembangan teknologi seismologi turut memengaruhi jumlah gempa yang tercatat. Pada awal abad ke-20, hanya gempa besar yang dapat dideteksi oleh jaringan instrumen yang masih terbatas. Namun seiring berkembangnya seismometer modern, telekomunikasi, dan pengolahan sinyal digital, semakin banyak gempa kecil hingga menengah yang berhasil direkam sehingga kepadatan titik pada animasi meningkat drastis setelah pertengahan abad ke-20. Dari sisi dampak, gempa dan tsunami selama 120 tahun tersebut telah menyebabkan jutaan korb4n jiwa serta kerugian ekonomi yang sangat besar. Tsunami Samudra Hindia 2004 saja menew4skan lebih dari 230.000 orang di 14 negara, sementara tsunami Tohoku 2011 menew4skan hampir 20.000 orang dan memicu krisis nuklir Fukushima. Animasi ini memperlihatkan bahwa sebagian besar tsunami besar berasal dari zona subduksi aktif, tempat terjadinya gempa berkekuatan sangat besar yang mampu menggeser dasar laut dalam skala luas. Oleh karena itu, peta dan animasi global seperti ini menjadi alat penting bagi para ilmuwan untuk memahami pola aktivitas seismik dunia, meningkatkan sistem peringatan dini tsunami, serta memperkuat mitigasi bencana di wilayah-wilayah yang paling rentan terhadap gempa dan tsunami di masa depan. Video: Youtube (Pacific TWC) Literasi: Pacific Tsunami Warning Center (PTWC), NOAA, NOAA National Centers for Environmental Information (NCEI), USGS Earthquake Catalog, IRIS Seismology, UNESCO Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC).
120 Tahun Gempa Bumi dan Tsunami di Seluruh Dunia (1901 — 2020). Visual ini menampilkan seluruh gempa bumi yang tercatat secara instrumental selama 120 tahun, dari 1 Januari 1901 hingga 31 Desember 2020. Dalam animasi tersebut, setiap titik yang muncul mewakili episentrum gempa, dengan ukuran lingkaran menunjukkan magnitudo dan warna menunjukkan kedalaman sumber gempa. Seiring waktu, terlihat bahwa sebagian besar gempa terkonsentrasi di sepanjang batas lempeng tektonik dunia, terutama di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang membentang dari pantai barat Amerika, Alaska, Jepang, Filipina, Indonesia, hingga Selandia Baru. Animasi ini juga menyoroti sejumlah gempa besar penghasil tsunami yang tercatat dalam sejarah modern, seperti Gempa Ekuador–Kolombia 1906 (Mw 8,8), Kamchatka 1952 (Mw 9,0), Alaska 1964 (Mw 9,2), Sumatra–Andaman 2004 (Mw 9,1), Chile 2010 (Mw 8,8), Tohoku Jepang 2011 (Mw 9,0), dan Haida Gwaii Kanada 2012 (Mw 7,9). Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi akibat proses subduksi, yaitu ketika satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya sehingga menimbulkan akumulasi tegangan selama puluhan hingga ratusan tahun sebelum akhirnya dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa megathrust yang mampu mengangkat atau menurunkan dasar laut dan memicu tsunami lintas samudra. Selama periode 1901–2020, perkembangan teknologi seismologi turut memengaruhi jumlah gempa yang tercatat. Pada awal abad ke-20, hanya gempa besar yang dapat dideteksi oleh jaringan instrumen yang masih terbatas. Namun seiring berkembangnya seismometer modern, telekomunikasi, dan pengolahan sinyal digital, semakin banyak gempa kecil hingga menengah yang berhasil direkam sehingga kepadatan titik pada animasi meningkat drastis setelah pertengahan abad ke-20. Dari sisi dampak, gempa dan tsunami selama 120 tahun tersebut telah menyebabkan jutaan korb4n jiwa serta kerugian ekonomi yang sangat besar. Tsunami Samudra Hindia 2004 saja menew4skan lebih dari 230.000 orang di 14 negara, sementara tsunami Tohoku 2011 menew4skan hampir 20.000 orang dan memicu krisis nuklir Fukushima. Animasi ini memperlihatkan bahwa sebagian besar tsunami besar berasal dari zona subduksi aktif, tempat terjadinya gempa berkekuatan sangat besar yang mampu menggeser dasar laut dalam skala luas. Oleh karena itu, peta dan animasi global seperti ini menjadi alat penting bagi para ilmuwan untuk memahami pola aktivitas seismik dunia, meningkatkan sistem peringatan dini tsunami, serta memperkuat mitigasi bencana di wilayah-wilayah yang paling rentan terhadap gempa dan tsunami di masa depan. Video: Youtube (Pacific TWC) Literasi: Pacific Tsunami Warning Center (PTWC), NOAA, NOAA National Centers for Environmental Information (NCEI), USGS Earthquake Catalog, IRIS Seismology, UNESCO Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC).

About