Muhammad Rafli Al Fitrah :
Jika menoleh ke belakang, kisah hidup ini mungkin terlihat seperti perjalanan yang penuh luka, badai, dan kesunyian yang panjang. Ada banyak titik di mana rasanya beban begitu berat, hingga pikiran hampir menyerah, dan hati nyaris kehilangan arah. Tidak jarang terlintas, seandainya tak ada pertolongan yang datang tepat waktu, mungkin aku sudah terjebak dalam kegilaan, atau bahkan berhenti di usia yang masih terlalu muda.
Namun, di balik segala rapuh yang pernah kurasakan, ada kasih Allah yang senantiasa menahan langkahku agar tidak jatuh terlalu dalam. Ada tangan-Nya yang tak terlihat, yang menjaga agar aku tetap mampu berdiri, meski dunia seakan runtuh. Dia, dengan segala kebijaksanaan-Nya, tidak mengizinkan kehancuran itu merenggutku. Justru melalui luka, Dia menitipkan kekuatan. Melalui kegagalan, Dia menyelipkan pelajaran. Dan melalui air mata, Dia menyucikan hati agar lebih peka pada arti syukur.
Hari ini, ketika aku masih bisa melangkah, tersenyum, dan menatap ke depan, aku tahu bahwa hidupku bukan sekadar kebetulan. Aku adalah bukti bahwa rahmat-Nya selalu lebih besar daripada segala rasa putus asa. Dan mungkin, jika suatu saat nanti aku kembali merasa lelah, aku hanya perlu mengingat: aku ada di sini bukan karena kuatku sendiri, melainkan karena Allah tidak pernah berhenti menjagaku
2025-09-09 23:45:01