@bepnhachin: Bánh tráng dẻo ủ bơ, bánh mềm dẻo mà thơm bơ chấm với muối sặc cay đơn giản mà ngon nè#bepnhachin #xuhuong #homnayangi #banhtrang #banhtrangubo

bepnhachin
bepnhachin
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 09 September 2025 11:01:55 GMT
14551
79
7
23

Music

Download

Comments

the.men
It's me...💞💞💞 :
Bánh tráng ủ bơ muối sặc giá sỉ ntn
2026-04-02 13:09:39
0
dajsytran.92
Út Thân :
Bánh tráng dẻo lại thơm bơ ăn cuốn lắm luôn🥰
2025-09-09 14:45:18
0
bepnhachin
bepnhachin :
Bánh tráng ủ bơ, bánh mềm dẻo mà thơm bơ lắm á
2025-09-09 11:17:04
0
mi.l5596
Mi Lê :
🥰
2025-10-08 15:47:44
0
h.thi65
HÀ.65 :
quá ngon lắm ạ
2025-09-11 03:27:21
0
thoatran_ne
Thoa Trần nè 🦐🍓 :
Mê btrang xỉu Chin ơi
2025-09-10 10:39:08
1
To see more videos from user @bepnhachin, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (26/3/2026). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah titik, terutama di kawasan Lelilef, sejak siang hari. Sejumlah pekerja tambang dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) turut memadati antrean di Pertamina setempat. Bahkan, banyak di antaranya sudah mengantre sebelum layanan dibuka. “Saya antre dari jam 11 siang, tapi Pertamina baru buka jam 3 sore. Kalau tidak antre sekarang, saya tidak bisa dapat bensin,” ujar salah satu pengendara roda dua yang ditemui di lokasi. Kelangkaan juga berdampak pada tidak tersedianya BBM eceran di kios-kios sekitar Lelilef dan Weda. Warga mengaku, sebelumnya masih ada penjual bensin eceran dengan harga mencapai Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per botol ukuran penuh, namun kini sudah sulit ditemukan. Sementara itu, warga dari luar wilayah bahkan harus membawa BBM sendiri untuk kebutuhan keluarga. Salah satu pengendara asal Oba mengaku sengaja datang membawa 10 liter bensin untuk adiknya yang bekerja di kawasan IWIP. “Saya dari Oba, ke Halmahera Tengah Lelilef antar bensin untuk adik saya yang kerja di IWIP sekitar 10 liter, karena di kampung saya tidak langka,” kata seorang pengendara yang sedang beristirahat saat ditemui. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Ekonomi Setda Halmahera Tengah, Haulida Husen, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim ke lapangan. “Sejak menerima informasi, kami langsung arahkan tim untuk melakukan pengecekan ke SPBU Weda dan berkoordinasi dengan SPBU Kobe,” jelasnya. Ia menyebutkan, hasil pemantauan sementara menunjukkan distribusi BBM masih berjalan normal, namun terkendala keterlambatan armada pemasok ke wilayah Halmahera Tengah. “Masalah utamanya ada pada keterlambatan pasokan yang masuk,” ungkapnya. Pemerintah daerah juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya gangguan distribusi di tingkat pengecer. Untuk mengantisipasi kelangkaan yang lebih luas, SPBU diminta sementara tidak melayani pembelian oleh pengecer.
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (26/3/2026). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah titik, terutama di kawasan Lelilef, sejak siang hari. Sejumlah pekerja tambang dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) turut memadati antrean di Pertamina setempat. Bahkan, banyak di antaranya sudah mengantre sebelum layanan dibuka. “Saya antre dari jam 11 siang, tapi Pertamina baru buka jam 3 sore. Kalau tidak antre sekarang, saya tidak bisa dapat bensin,” ujar salah satu pengendara roda dua yang ditemui di lokasi. Kelangkaan juga berdampak pada tidak tersedianya BBM eceran di kios-kios sekitar Lelilef dan Weda. Warga mengaku, sebelumnya masih ada penjual bensin eceran dengan harga mencapai Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per botol ukuran penuh, namun kini sudah sulit ditemukan. Sementara itu, warga dari luar wilayah bahkan harus membawa BBM sendiri untuk kebutuhan keluarga. Salah satu pengendara asal Oba mengaku sengaja datang membawa 10 liter bensin untuk adiknya yang bekerja di kawasan IWIP. “Saya dari Oba, ke Halmahera Tengah Lelilef antar bensin untuk adik saya yang kerja di IWIP sekitar 10 liter, karena di kampung saya tidak langka,” kata seorang pengendara yang sedang beristirahat saat ditemui. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Ekonomi Setda Halmahera Tengah, Haulida Husen, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim ke lapangan. “Sejak menerima informasi, kami langsung arahkan tim untuk melakukan pengecekan ke SPBU Weda dan berkoordinasi dengan SPBU Kobe,” jelasnya. Ia menyebutkan, hasil pemantauan sementara menunjukkan distribusi BBM masih berjalan normal, namun terkendala keterlambatan armada pemasok ke wilayah Halmahera Tengah. “Masalah utamanya ada pada keterlambatan pasokan yang masuk,” ungkapnya. Pemerintah daerah juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya gangguan distribusi di tingkat pengecer. Untuk mengantisipasi kelangkaan yang lebih luas, SPBU diminta sementara tidak melayani pembelian oleh pengecer.

About