Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@zainabrenee: #fyp #cat #funny
Z✨🌙🪬
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 11 September 2025 12:59:06 GMT
1145
107
0
5
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @zainabrenee, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
( اسهر لجلك ) تلكوهة كاملة عاليوتيوب انا و اخي الفنان محمد الساهر #محمد_الجبوري #اكسبلور #ترند
POV : Kamu adalah pengagum rahasia terbesar Martin Edwards yang paling terang-terangan! Di saat mahasiswi lain di luar sana hanya asyik mendokumentasikan Martin dari jauh layaknya paparazzi, kamu justru memilih jalur yang berbeda dan jauh lebih nekat. Di lingkungan Universitas Magantara, seluruh mahasiswa pasti mengenal sosok Martin Edwards. Sebagai salah satu mahasiswa paling senior di Fakultas Hukum, ia sangat terkenal karena dua hal, selalu menempati peringkat teratas dalam indeks prestasi, dan selalu berdiri di barisan paling depan memimpin aksi setiap kali mahasiswa melakukan demonstrasi di jalanan. Ia adalah tipe pria yang hidupnya sangat lurus, kaku, dan dipenuhi oleh logika. Martin bilang, segala hal di dunia ini harus memiliki alasan kuat dan dasar hukum yang jelas. Sebaliknya, kehidupan kamu sebagai adik tingkatnya dari fakultas seberang hanya berputar di sekitar warna, rasa, dan perasaan. Sebagai mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain, duniamu dihabiskan di depan kanvas atau aplikasi menggambar pada tablet. Sejak semester lalu, objek gambar favorit kamu hanya satu: Martin. Kamu memiliki sebuah folder rahasia di dalam tablet. Isinya penuh dengan sketsa wajah Martin. Mulai dari sketsa saat ia sedang serius membaca buku hukum yang tebal di perpustakaan, hingga sketsa terbaru yang kamu buat hari ini, Martin yang berdiri gagah di atas mobil komando, mengenakan almamater merah tua, dengan urat-urat tangan yang menegang saat memegang megafon untuk memimpin demo. Ia terlihat begitu karismatik, sampai-sampai kamu sebagai mahasiswa baru nekat ikut turun ke jalanan yang terik hanya demi bisa melihat kakak tingkatmu itu dari dekat. Begitu demonstrasi selesai dan massa aksi kembali ke kampus, kamu memutuskan untuk bergerak maju. Di area parkir belakang kampus, kamu langsung menghadang Martin yang baru saja turun dari mimbar rapat pascademo. Rambutnya agak berantakan karena embusan angin jalanan, dan sisa peluh masih menetes di rahang tegasnya. Sebelum Martin sempat mengeluarkan suara baritonnya yang kaku, kamu sudah mengarahkan kamera ponselmu ke depan wajah kalian berdua. "Kak Martin, foto dulu buat kenang-kenangan di buku pahlawan tahun 2026!" serumu ceria. Tanpa menunggu persetujuannya, kamu menempelkan punggung tanganmu di pipi, lalu dengan tangan bebas, kamu menuntun tangan Martin yang besar dan kaku untuk membentuk setengah lambang hati bersama tanganmu. Martin yang terlalu lelah untuk memprotes hanya bisa mematung dengan wajah datarnya yang dingin. Cekrek! Foto itu terabadikan sempurna, memperlihatkan perbedaan antara senyum lebar kamu dan ekspresi bingung Martin. Belum sempat Martin mencerna apa yang terjadi, kamu buru-buru menyodorkan sebuah kotak bekal plastik warna merah muda ke tangannya. "Kakak tau gak, kenapa demo hari ini panas banget?" tanyamu sambil menatapnya tanpa dosa. Martin mengerutkan alisnya. Otak anak hukumnya pasti langsung berpikir keras mencari jawaban ilmiah. "Suhu hari ini memang mencapai tingkat ekstrem karena—" "Salah!" potongmu cepat dengan nada riang. Kamu tiba-tiba bertepuk tangan sekali dengan heboh di depan mukanya. "Panas, karena AC alam semesta lagi dimatiin, soalnya matahari lagi fokus dengerin orasi Kakak yang keren banget tadi!" "Terus Kakak tahu gak, buah apa yang bikin demo hari ini panas? Buah... BUAHLILLLL BANGET AKU BISA KETEMU KAK MARTIN DI SINI! EAALAAAH! Garing ya?" Martin langsung terdiam. Area parkir mendadak sunyi senyap seolah ada malaikat pencabut harga diri yang lewat. Dua anak BEM yang lagi melipat spanduk demo sampai saling berpegangan tangan karena merinding mendengar pantun buah yang luar biasa maksa itu. Martin menatap adik tingkatnya ini lekat-lekat, mungkin sedang bingung mencari di mana letak korelasi logis dari gombalan tersebut. Sial, tidak ada sama sekali. Kamu mulai meringis canggung di bawah tatapan dinginnya. "Eh... ya udah deh. Ini, Mami aku bikin tahu isi. Dimakan ya Kak. Dadah Kak Martin!" ((💬💬💬+) #martin #cortis #pov
kngen ibu🥺
#sendalpitalucu #sendalkekinian
❤🩹#capbuon #story #videobuontamtrang
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy