@bangros20: Saya pernah menulis soal kesedihan PPPK yang pelantikannya diundur. Ratusan ribu mereka berdoa dengan lafaz yang sama di akun saya ini. Merinding saya dibuatnya. Doanya dikabulkan, pelantikan mereka dipercepat. Nah, sekarang hati mereka disakiti lagi oleh Kepala BKN. Mari kita lindas, eh salah, digilas, eh salah lagi, kupas soal hati PPPK yang tersakiti sambil seruput kopi tanpa gula, wak! Ucapan itu gampang. Namun, efeknya bisa lebih tajam dari jarum, menusuk ke hati. Banyak orang jatuh gara-gara hal sepele itu. Kini, sebuah kalimat yang keluar dari mulut Kepala BKN Zudan Arif Fakrullah jadi candu baru di warung kopi, di kantor desa, hingga grup WhatsApp alumni SMA. Katanya, PPPK hanyalah “tenaga siap pakai pengisi kekosongan PNS.” Sekilas terdengar manis, tapi di telinga 1,16 juta PPPK se-Indonesia, kalimat itu rasanya seperti dilempar sandal jepit waktu upacara bendera, memalukan, pedih, sekaligus bikin panas kuping. Mari kita bayangkan, wak! Indonesia punya dua kasta ASN: PNS, si raja permanen dengan singgasana pensiun, dan PPPK, sang kontraktor abadi, yang meski sama-sama menyandang predikat “pegawai negara” tetap dianggap seperti penyewa kos-kosan, kapan saja bisa diusir kalau kontraknya habis. Padahal, menurut Buku Statistik ASN Semester II 2024, ada sekitar 1.167.900 PPPK tercatat resmi. Itu bukan angka kecil. Sembilan puluh persen di antaranya (1.052.199 orang) bertempur di instansi daerah, sisanya (115.701 orang) di pusat. Kalau mereka mogok serentak, bisa-bisa Indonesia kembali ke zaman batu, karena guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian mendadak lenyap dari radar. Namun apa daya, label “ban serep” telanjur dilemparkan. Metafora itu menempel kuat, seolah PPPK adalah karet bundar yang hanya dicari ketika ban utama kempes. Lucunya, realitas justru menunjukkan “ban serep” ini dipakai tiap hari, sementara ban utama (PNS) kadang masih sibuk upacara, seminar, atau sekadar update status di media sosial dengan caption “ASN itu pengabdian.” Di sinilah filsafat pegawai menemukan panggungnya. Pegawai, kata para filsuf kantor, adalah makhluk yang hidup di antara slip gaji dan surat perintah kerja. Mereka bukan robot, melainkan manusia dengan harga diri. Ketika satu ucapan bisa merendahkan, ia seketika berubah menjadi pertempuran epik antara “yang merasa permanen” versus “yang disebut sementara.” Aliansi Dosen PPPK lalu menyerang balik. Mereka menuntut Kepala BKN mundur. Mundur, bukan sekadar mundur hormat seperti kucing berjalan mundur, tapi mundur dengan konsekuensi, kehilangan jabatan, melepas kursi empuk, dan mungkin kehilangan kesempatan selfie dengan pejabat lain. Tuntutan ini jadi headline, dan publik pun terbelah. Ada yang bilang wajar, ada yang bilang lebay, ada pula yang sekadar nimbrung biar terlihat peduli. Namun mari kita jujur, wak. Negara ini memang suka bermain peran. PNS dijadikan simbol stabilitas, PPPK simbol fleksibilitas. Satu abadi, satu kontrak. Satu punya pensiun, satu hanya punya BPJS. Tapi apakah itu berarti satu lebih rendah dari yang lain? Tidak juga. Karena pada akhirnya, guru PPPK tetap mendidik anak-anak bangsa, perawat PPPK tetap menyalakan lampu harapan di ruang IGD, dan penyuluh PPPK tetap menanam padi di hati petani. Kata-kata, memang gampang diucapkan. Tapi efeknya bisa lebih tajam dari keris pusaka. Sebuah pernyataan bisa mengubah seorang pahlawan jadi ban serep, atau sebaliknya, bisa mengangkat “kontraktor abadi” jadi martir yang rela berjuang meski sering diremehkan. Maka wahai pejabat, hati-hati dengan lidahmu. Sebab kadang, yang bikin negara gaduh bukanlah bom nuklir atau demonstrasi jutaan orang, melainkan satu kalimat tergelincir yang bikin satu juta lebih PPPK merasa diparkir di bagasi mobil tua bernama birokrasi. "Menjaga lisan itu memang berat ya, Bang. Banyak terpeleset gara-gara asal bacot" "Benar, wak. Akibat mulut jarang kena kopi." Ups. Foto Ai, hanya ilustrasi #camanewak Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar
Rosadi Jamani
Region: ID
Saturday 13 September 2025 23:56:43 GMT
Music
Download
Comments
ELdinarahman Shop :
Real dilapangan PPPK yg banyk kerjanya. multitalen
2025-09-14 05:20:17
1618
tiarasaras :
Kok yg diangkat PNS jaman SBY yg hanya setor nama gk kalian singgung? Knp kami yg PPPK jelas2 tes dan sdh honor bertahun2 dengan gaji gk sbrp disinggung2 terus!!
2025-09-14 23:22:00
468
Moefidah :
sy jg kecewa dg pernyataan beliau.. saya PNS sangat terbantu sekarang dengan keberadaan P3K
2025-09-14 04:17:59
535
iswahyudi :
kami juga tidak berharap PPPK pak, tapi fakta dilapangan sejak 2011-2025 tidak ada penerimaan CPNS, meskipun ada formasi sangat sedikit, usia kami terus bertambah dan kecerdasan kami terus terkikis, dengan pernyataan bapak sekarang sangat menyakitkan bagi kami.. terus berkarya membangun negeri pak, jangan jadikan kami pijakan untuk bapak mencari jabatan, DUNIA INI PAK!!
2025-09-14 03:36:09
634
ninikgunar :
Alahhh PNS di kantorku ajahhh kerjanya duduk2 malah nggak ke kantor ke kantornya cuman absen doang nahh yg kerja tuhh PPPk honorer jd jangan lah kau para petinggi memandang sebelah kami
2025-09-14 03:37:50
696
Oke sip👍 :
PNS di sekolah saya kebanyakan pemalass, suka ngatur, GK mau diatur🗿🗿🗿
2025-09-14 09:36:50
179
M.O :
Banyak yang Masuk PPPK dengan Jalur yang salah (SK FIKTIF). ada yang baaru selesai kuliah langsung bisa mendaftar PPPK karena. Keluarga ada di pemerintahan (ORDAL) takut bersaing
2025-09-14 07:37:21
46
Rafiisoppeng.1 :
ada baiknya PPPK yg sdh mengabdi lama dialihkan jadi PNS
2025-09-14 06:58:46
138
Pak Bani :
Nyatanya kinerja PPPK tak kalah dari PNS.
2025-09-14 01:36:45
463
VIRMAN :
prof zudan itu ga salah ngomong, emang itu sdh diatur undang-undang, klo memang pppk mau sama dgn pns ya aturan undang-undangnya yg harus dirubah
2025-09-14 06:00:24
197
DD MAESTRO :
Bergurulah pada SBY tidak CAT dan neko2...tetep tes tp yg honorer diangkat jadi PNS semua.
2025-09-14 06:52:29
57
Agli Apparel :
PPPK kadang jadi ajang balas budi kepala daerah terpilih utk memasukkan "orang2nya" menjadi abdi negara 🥺
2025-09-14 02:22:44
43
Alan Syah :
tolong di pahami dulu saudara saudari dari perkataan kepala BKN,,,, beliau berbicara teknis n peraturan perundangan undangan yg berlaku sekrang ya seperti itu,,,, jdi beliau juga berkata KLO teknis n peraturannya mau dirubah silahkan undangan undangannya di rubah dulu,,, itu yg saya pahami dari isi video yg beredar usahakan nonton sampai habis
2025-09-14 05:41:38
128
Ucup :
intinya orang semakin di janjikan ini itu semakin melonjak, tuntutanya macam macam,bisanya menyalahkan pemerintah
2025-09-14 05:02:03
104
Geloradutashop :
TETAP SEMANGAT REKAN2 PPPK ,MEMANG SAAT INI PEJABAT KITA PADA EMBER MULUTNYA ,TETAPLAH DIGARIS PENGABDIAN ,KARENA KEDEPAN PASTI AKAN LEBIH BAEK
2025-09-14 00:58:44
77
Batu Kuwung :
Supaya adil, PNS dan P3K kerja lebih 5 tahun test lgi, ga lulus putus kontrak. Gmn?
2025-09-14 06:53:42
12
Iftah Jmb :
Sudah kotonton video bapak itu seluruh menyeluruh, tidak ada yang salah dari ucapannya.. dia hanya menyampaikan apa yang tersurat..
2025-09-14 05:41:03
26
hettycholistiani :
Dari awal undang undang nya PPPK itu kan kerja kontrak,mau diperpanjang atau tidak itu tergantung daerah msng "tp makin lama makin banyak tuntutan
2025-09-14 06:54:54
127
Lella Adhia :
jangan mau d adu domba antara PNS dan P3K,,,,qta sama2 mengabdi tuk negara,,,,,
2025-09-14 04:30:46
32
Yenita Sesriani :
kadang kebenaran itu pahit... padahal yg disampaikan sesuai dengan aturan yg ada, bukan kata2 kosong tanpa dasar. Itupun dah Alhamdulillah di situasi saat ini jika terangkat P3K, jangan menyerah kawan2 P3K Krna bukan tidak mungkin pengabdian kalian menjadi sebab diangkat jadi PNS. Alhamdulillah gaji kalian lebih baik daripada honor bahkan dari PNS yg baru diangkat.
2025-09-14 06:18:07
20
@Cha.Ghayaora :
brp sih gaji PPPK? aku JD guru dr 2009 br seblm JD PPPK. udah terjun kerja numpuk, beban bimbing anak bertambah...di sekolah semangat ngajar, plg dah kek g ada tulang lemes. ikhlas aja..g usah deh dipancing²
2025-09-14 01:54:59
18
farida queen :
ya Allah...klo kita membandingkan kemudahan tes PPPK dengan tes CPNS,,, kami yang PPPK juga banyak sudah mengikuti tes, tapi formasi tidak sebanyak pencarian PPPK. Kami juga ikut tes, disertai juga masih banyak yg belum lulus.
Lalu pada jaman pak SBY karena gak ada pengelompokan ASN seperti ini banyak juga honorer yang diangkat tanpa tes.
gini amat negeri ini,,,
di saat kita di sekolah kita mengajarkan untuk tidak melakukan bullying tapi pada kenyataannya para pemimpin kita melakukannya 😢
2025-09-14 05:59:40
12
SobatCuanID :
pak Zudan cuma menyampaikan yg ada di UU lho. bukan sekadar opini. yg disampaikan adalah fakta. jd kalau pngen diubah ya UU ASN yang harus diubah. dan yang bisa ngubah itu DPR
2025-09-14 08:16:09
9
IwanSyuhada :
begini ya bapak2 ibu2 PNS (pegawai negeri sipil) yg di sesalkan itu ucapan beliau " dadaah dadaaah, saya mau piknik dulu..." emangnya habis di PHK orang seneng dan bahagia?? begitu maksdnya bapak2 ibu PNs yg terhormat... semoga di fahami
2025-09-14 06:30:45
7
Monza_Cool :
di semua lembaga pendidikan terutama SD, jumlah PNS tdk lebih dari 50% jumlah PPPK. di lembaga kami PNS nya 3 orang saja sdh plus KS. klo soal kinerja, boleh di tnyakan langsung ke KS, ke murid, atau bahkan ke wali murid, apakah ada perbedaan atau bahkan lebih buruk atau lebih baik dari PNS?? kerja kita sama, beban kita bahkan terkadang lbh krn ditmbh kan dg menjadi guru extra dll. klo mmg harus di gantikan PNS seharus nya bukan orang²nya yg diganti tp stts nya pak. Krn PPPK jg tes, bahkan sblm² bnyak yg tdk luluss dan mengulang smpai 4x tes. walau sbnrnya mereka sblmnya sdh mengabdi puluhan th dg gaji yg jauuhh dari kata layak.
2025-09-14 06:30:26
7
To see more videos from user @bangros20, please go to the Tikwm
homepage.