@nmd8152: الرد على @user4980238221766 الراحل الامين عبد الغفار- يا ملهمة - كامله#سودانيز_تيك_توك_مشاهير_السودان #تصميم_فيديوهات🎶🎤🎬 #مشاهدات #الانتشار_السريع #مشاهدات_تيك_توك

♻️ SULTAN TAHA  ♻️
♻️ SULTAN TAHA ♻️
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 14 September 2025 09:08:08 GMT
123348
2410
255
1285

Music

Download

Comments

user1506872936299
user1506872936299 :
له الرحمه
2026-07-10 09:18:22
0
wunawer
Yak madingdit :
فناني المفضل الراحل المقيم الأمين عبدالغفار، له الرحمة والمغفرة😭
2025-09-16 19:23:56
8
user9723291681718
الصحراء الغربية 🫆 :
ياملهمة🫶💔
2026-10-07 11:38:32
0
user412836557262
محمد جمعة سليمان :
2026-08-20 09:13:05
0
userk3lqq6ivn4
جاستن بيبر :
كتر من القامه
2026-08-16 18:39:42
0
user5613280271681
جورجيا :
يا سلام [قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر]
2026-09-27 16:42:54
0
user2587402271468
ودابشنب :
لك الرحمه والمغفره والعتق من النار
2026-10-01 04:22:02
0
user3631928459353
سلاله ماني خايف يا دوله :
بسبب هاذي الأغنية سكنت الأحزان في قلوبنا 😭😭😭😭لهو الرحمه والمغفره والعتق من النار يا ربي الكريم
2026-04-11 19:23:51
0
aboali237o
ايمن علي :
الشوق نبت فالجوف نما 🥺🥺
2026-07-13 13:33:29
1
.9912697
بت الملوك99⛰️🇻🇨🇸🇩♈ :
له الرحمه المغفرة 🤲🏾🤲🏾 احساس حلو وانا بسمع في الأغنية بااسمي🥹❤
2026-06-22 17:41:02
0
user7429540781690
مجاهد محمد وداعه وداعه :
لها الرحمه المغفرة ويسكنه فسيح جناتة
2026-05-15 20:23:48
0
abdoalrahim86
جريمة سليمان :
٩
2026-07-21 11:47:32
0
shawgi.gobara
shawgi Gobara :
صوت وآداء وابداع لا ولن يتكرر🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 لك الرحمة والمغفرة
2026-06-19 20:30:59
0
user5030323381998
محمد الطيب :
الله يرحمك يا فنان ياريع
2026-06-12 10:37:24
0
user4980238221766
sudani :
الله عليك يا رائع مشكور ❤️❤️❤
2025-09-20 07:50:47
1
mustafa_53588
Mustafa :
أحلى متابعة يارائع😎
2025-09-26 15:06:26
2
user8879201668663
مؤيد يوسف :
🥰🥰🥰🥰 ياسلام ياخ رووعه ربنا يرحمه ويغفر له
2025-10-09 20:16:22
0
user190845976055
محمد ابو الغالي :
ياخ ربنا يرحمه ويغفر له
2026-01-25 15:50:05
1
user6339032908840
ابو علي :
له الرحمة والمغفرة والعتق من النار يارب
2026-01-27 07:36:24
0
user4322126297459
موسى حامد 🇸🇩🇸🇸 :
ياسلام عليك اطربتنا
2026-03-24 10:38:20
0
user4503561130130
أبو محمد :
2026-04-05 13:00:17
0
.864980
حفيد الإشراف 🦅💪🇸🇩 :
🥰
2026-03-12 06:19:13
0
hashimahmed2703
hashimahmed2703 :
جميل 😍😍
2026-04-04 03:30:57
0
algeerautomatic
Ana wa Syarti 🚘 :
يا الله 🥰🥰🥰
2026-04-02 08:17:29
0
mohammed099048
محمد ود خليل ✌️ :
يا سلام عليك ربنا يحفظك و يرعاك اطربتنا
2025-10-13 13:36:36
0
To see more videos from user @nmd8152, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp
Kematian prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa menyisakan duka sekaligus tanda tanya bagi keluarga setelah diduga mengalami penganiayaan oleh empat seniornya di asrama hingga meninggal dunia, Kamis 10 September 2026. Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diselidiki Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau). Empat personel yang diduga terlibat juga telah menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK). Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan putranya diduga dianiaya oleh empat senior saat berada di asrama. Keempat personel tersebut masing-masing berinisial Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH. Mereka masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian Serda Ahmad. “Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari 11 September 2026. Menurut informasi yang diterima Toni dari sejumlah pihak, persoalan tersebut diduga bermula ketika Serda Ahmad diminta seniornya membeli makanan. Namun, makanan yang dibawa disebut tidak sesuai dengan permintaan. Serda Ahmad disebut diminta membeli mi kuah, tetapi justru membawa mi goreng. “Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab. Toni juga mengatakan dugaan penganiayaan terhadap putranya terjadi dalam dua waktu berbeda. Peristiwa pertama disebut berlangsung pada Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sedangkan dugaan penganiayaan kedua disebut terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. “Info yang saya dapat ada dua kali waktu penganiayaan yang pertama pukul 23.00 WIB dan yang kedua setelah itu dini hari nya pukul 03.00 WIB,” terang Toni yang menjabat sebagai Kabag Protokol Pemkab Magetan. Kabar kematian Serda Ahmad pertama kali diterima Toni sekitar pukul 04.00 WIB dari salah seorang rekan putranya. Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga menyebut Serda Ahmad meninggal akibat kecelakaan. Namun, tidak lama kemudian Toni mendapat informasi lain dari rekan putranya. Informasi tersebut menyebut kematian Serda Ahmad diduga berkaitan dengan penganiayaan oleh senior. “Saya dapat info saat sudah meninggal pukul 03.00 WIB. Saya dihubungi oleh temannya almarhum pukul 04.00 WIB,” lanjutnya. “Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan tapi dianiaya senior,” imbuh Toni. Sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, jenazah Serda Ahmad menjalani proses autopsi di Jakarta. Toni mengatakan keluarga juga memperoleh informasi mengenai adanya luka pada tubuh putranya. Informasi tersebut semakin menguatkan permintaan keluarga agar penyebab kematian Serda Ahmad diusut secara menyeluruh. “Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” jelas Toni. Toni meminta Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), hingga pihak terkait memastikan kasus kematian putranya diproses secara adil dan transparan. Ia berharap apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti, para pelaku mendapatkan sanksi berat. Toni juga meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan TNI AU. “Mohon kepada pak Presiden (Prabowo), pak KSAU, juga Kadis Psikologi yang jadi induk kantor anak saya. Mohon dengan hormat agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut seadil-adilnya,” kata Toni. “Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi kejadian di Mabes TNI AU, jadi istilahnya jadi percontohan nasional,” ujar Toni. “Harapan kami pada pelaku putusan sanksi yang berat kepada pelaku dan berharap tidak terulang lagi kejadian yang memakan nyawa prajurit anak tidak berdosa,” imbuhnya. Sumber: Memoindonesia.com #ahmadmuzammulfarisa #tniau #senior #mie #fyp

About