@stevieadelkawengian: pinggang ku jadi ramping sekarang #liangyating #korset

Stevie ber^uang🤑
Stevie ber^uang🤑
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 15 September 2025 00:29:27 GMT
221
5
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @stevieadelkawengian, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🚨Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penyalahgunaan dana siap pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyeret Bima Setiawan, adik mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Bima, yang juga menjabat sebagai tenaga ahli Kepala BNPB, diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perusahaan penyedia barang dan jasa yang memperoleh proyek pengadaan senilai sekitar Rp148 miliar sepanjang 2024-2026. Dilansir Investortrust, Jumat (16/10/2026), KPK menemukan dugaan aliran dana pengadaan tersebut ke perusahaan yang terafiliasi dengan Bima, sebelum digunakan melalui PT Alfa Veritas Energizer (AVE) untuk membeli saham PT Medela Potentia (MDLA). Kepemilikan saham itu mencapai 150,4 juta lembar atau sekitar 1,07 persen, dengan nilai pasar mencapai Rp30,98 miliar per 13 Oktober 2026. Kasus ini menjadi sorotan karena dana yang diduga disalahgunakan merupakan anggaran yang disiapkan pemerintah untuk penanganan kondisi darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta banjir di Aceh dan Sumatera. KPK menduga terdapat konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa BNPB, terutama karena sejumlah vendor disebut terafiliasi dengan Bima. Dari total pengadaan Rp148 miliar, rinciannya mencapai Rp45,76 miliar pada 2024, Rp52,27 miliar pada 2025, dan sekitar Rp50 miliar pada 2026. Bima kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 12 huruf i Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Meski demikian, Rp30,98 miliar merupakan nilai saham saat diperiksa KPK, bukan angka yang telah dipastikan sebagai jumlah dana bencana yang digunakan untuk membelinya. sumber: nowdots (ig) preset: @iggy`Wolvest🕷  #korupsi #bnpb #saham #fyp #4upage
🚨Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penyalahgunaan dana siap pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyeret Bima Setiawan, adik mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Bima, yang juga menjabat sebagai tenaga ahli Kepala BNPB, diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perusahaan penyedia barang dan jasa yang memperoleh proyek pengadaan senilai sekitar Rp148 miliar sepanjang 2024-2026. Dilansir Investortrust, Jumat (16/10/2026), KPK menemukan dugaan aliran dana pengadaan tersebut ke perusahaan yang terafiliasi dengan Bima, sebelum digunakan melalui PT Alfa Veritas Energizer (AVE) untuk membeli saham PT Medela Potentia (MDLA). Kepemilikan saham itu mencapai 150,4 juta lembar atau sekitar 1,07 persen, dengan nilai pasar mencapai Rp30,98 miliar per 13 Oktober 2026. Kasus ini menjadi sorotan karena dana yang diduga disalahgunakan merupakan anggaran yang disiapkan pemerintah untuk penanganan kondisi darurat, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta banjir di Aceh dan Sumatera. KPK menduga terdapat konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa BNPB, terutama karena sejumlah vendor disebut terafiliasi dengan Bima. Dari total pengadaan Rp148 miliar, rinciannya mencapai Rp45,76 miliar pada 2024, Rp52,27 miliar pada 2025, dan sekitar Rp50 miliar pada 2026. Bima kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 12 huruf i Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Meski demikian, Rp30,98 miliar merupakan nilai saham saat diperiksa KPK, bukan angka yang telah dipastikan sebagai jumlah dana bencana yang digunakan untuk membelinya. sumber: nowdots (ig) preset: @iggy`Wolvest🕷 #korupsi #bnpb #saham #fyp #4upage

About