Arumi Nabastala :
Ketika hidupmu penuh dengan peperangan, kamu akan otomatis waspada setiap saat. Tubuhmu terus menyalakan alarm warning, padahal mungkin sebenarnya tidak ada ancaman. Energimu habis karena pedang itu terus kamu tegakkan.
Kemudian kamu akan kaget jika mendapat hal yg padahal itu menyenangkan, seperti perhatian, kasih sayang, rasa aman, stabilitas, atau kepedulian.
Tubuhmu terbiasa dengan luka, sehingga kamu lebih menerima rasa sakit. Red flag menjadi hal yg kamu wajarkan...
"Bukannya hidup tentang bertahan hidup?"
Benar. Namun, survival mode yg tiada istirahat akan menyabotase ruang untuk kita merasakan tenang, tumbuh, dan cinta. Sedangkan manusia butuh kelembutan untuk menjaga keseimbangan. Kita tidak diciptakan untuk berperang tanpa jeda.
Segelap apa pun fase yg pernah kamu lewati, tuntutan harus kuat karena kamu perlu berdiri sendiri, pada akhirnya kamu tetap manusia yg butuh rasa cinta. Kamu butuh ruang kelembutan, untukmu beristirahat dari medan perang yg menakutkan.
"Apakah itu harus dari pasangan?"
Kita memang perlu pasangan untuk saling mengasihi. Tapi, jangan lupakan cinta dari dalam dirimu, untuk dirimu. Jiwamu butuh diapresiasi dari tuannya sendiri, kamu butuh dicintai oleh dirimu sendiri.
2025-09-25 22:19:57