@lifeoflilia: Anua’s 9 piece skincare routine has gentle formulas!! #anuaskincare #anuaskincareset #anuaskincareproducts #anuaskincareroutine #anua @Anua Store US

Lil
Lil
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 24 September 2025 00:37:11 GMT
198
5
2
0

Music

Download

Comments

gracealexxandra
gracealexxandra :
love this queen✨✨✨
2025-10-07 03:36:45
1
To see more videos from user @lifeoflilia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bingung banget mau mulai dari mana karena jujur… BANYAK BANGET pelajaran yang bisa aku ambil dari buku ini 😭👍🏻 Bagus, bagus, bagus! Totally worth to read! Intinya, 5/5 ⭐️ buat Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Buku ini memang nggak 100% relate sama hidupku, apalagi karakter Ale yang menurutku jauh banget dari aku. Tapi, entah kenapa aku tetap bisa masuk ke dalam pikiran Ale, pikiran yang gelap, rumit, dan penuh rasa sakit. Ale hidup sendirian di tengah hiruk pikuk ibu kota. Udah kerja 10 tahun sebagai karyawan tetap, tapi nggak pernah benar-benar dianggap. Fisiknya yang “berbeda” bikin dia dikucilkan. Berat 137 kg, kulit gelap, gampang keringetan, dan katanya bau badannya menyengat. Semua itu bikin Ale minder dan merasa nggak berharga. Ale udah berusaha buat deket sama rekan kerja, tapi semuanya gagal. Dia ngerasa hidupnya gagal total. Tanpa teman, tanpa keluarga yang peduli, dia pun mulai kehilangan semangat hidup sampai akhirnya muncul niat impulsif buat mengakhiri semuanya. Di 24 jam terakhir sebelum rencana itu, Ale memutuskan buat melakukan hal-hal kecil yang selama ini nggak pernah ia lakukan. Salah satunya? Makan mie ayam. Tapi ternyata… warung mie ayamnya tutup. Di titik itu, dia marah banget. Bahkan buat urusan sepele kayak makan mie ayam aja, dia masih merasa gagal. Tapi ternyata dari kejadian sepele itulah titik balik hidup Ale dimulai. Dari kedai mie ayam yang tutup, Ale justru dipertemukan dengan orang-orang yang perlahan-lahan mengubah hidupnya. Mulai dari Murad, bandar narkoba yang ia temui di penjara, yang ternyata hidupnya jauh lebih kelam tapi tetap bisa jalan terus meski dengan caranya sendiri. Lalu ada Juleha dan Mami Loussie, dua wanita malam penghuni diskotik yang hidupnya keras banget. Demi sesuap nasi, mereka harus menjual diri. Dari kisah mereka, Ale merasa malu sendiri karena sadar ternyata hidupnya nggak separah itu. Di kampung kumuh dekat rel kereta, Ale bertemu lebih banyak orang dengan cerita-cerita hidup yang nggak kalah getir, tapi justru mereka yang ngajarin Ale arti kehidupan. Tentang bertahan, tentang menerima, dan tentang bagaimana tempat yang terlihat paling nggak manusiawi bisa jadi tempat paling manusiawi yang pernah ada. Kalimat Ale yang paling ngena buatku: “Bahkan tempat yang nggak manusiawi bisa lebih memanusiakan manusia.” Duh… rasanya langsung jleb. Kita tuh emang butuh tempat yang benar-benar nerima kita, tanpa ngehakimi, tanpa syarat. Aku sukaaa bangettt! Walau nggak sampai nangis, tapi banyak banget bagian yang bikin dada sesak. Novel ini ngajarin aku tentang menerima takdir, mengikhlaskan, mencintai diri sendiri, dan mengasihi tanpa menghakimi. Oh iya, ini novel 17+ ya, jadi siap-siap ketemu banyak bahasa kasar dan adegan yang cukup triggering. Karena emang tokohnya hidup di dunia yang keras banget. Jadi buat yang mau baca, be wise yaa. Ceritanya ditulis dari sudut pandang Ale langsung, jadi kita bener-bener diajak masuk ke isi kepalanya yang ribet, gelap, kadang nyebelin, tapi jujur banget. Serasa ikut jalan-jalan bareng Ale ketemu banyak orang dengan pengalaman mereka yang ternyata bisa banget dijadiin pelajaran hidup. Ada bagian mellow yang bikin ngantuk dikit sih HAHAHA tapi tetep kerasa banget feel-nya. Baca ini tuh rasanya kayak reality check yang lembut tapi dalem banget. Dan terakhir, pelajaran paling manis dari novel ini: Kalau kamu ngerasa nggak berharga buat orang lain, bisa jadi ada seseorang di luar sana yang selalu menghargai kamu tanpa kamu sadari.👍🏻👍🏻 #BookTok #Novel #seporsimieayamsebelummmati @briankhrisna
Bingung banget mau mulai dari mana karena jujur… BANYAK BANGET pelajaran yang bisa aku ambil dari buku ini 😭👍🏻 Bagus, bagus, bagus! Totally worth to read! Intinya, 5/5 ⭐️ buat Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Buku ini memang nggak 100% relate sama hidupku, apalagi karakter Ale yang menurutku jauh banget dari aku. Tapi, entah kenapa aku tetap bisa masuk ke dalam pikiran Ale, pikiran yang gelap, rumit, dan penuh rasa sakit. Ale hidup sendirian di tengah hiruk pikuk ibu kota. Udah kerja 10 tahun sebagai karyawan tetap, tapi nggak pernah benar-benar dianggap. Fisiknya yang “berbeda” bikin dia dikucilkan. Berat 137 kg, kulit gelap, gampang keringetan, dan katanya bau badannya menyengat. Semua itu bikin Ale minder dan merasa nggak berharga. Ale udah berusaha buat deket sama rekan kerja, tapi semuanya gagal. Dia ngerasa hidupnya gagal total. Tanpa teman, tanpa keluarga yang peduli, dia pun mulai kehilangan semangat hidup sampai akhirnya muncul niat impulsif buat mengakhiri semuanya. Di 24 jam terakhir sebelum rencana itu, Ale memutuskan buat melakukan hal-hal kecil yang selama ini nggak pernah ia lakukan. Salah satunya? Makan mie ayam. Tapi ternyata… warung mie ayamnya tutup. Di titik itu, dia marah banget. Bahkan buat urusan sepele kayak makan mie ayam aja, dia masih merasa gagal. Tapi ternyata dari kejadian sepele itulah titik balik hidup Ale dimulai. Dari kedai mie ayam yang tutup, Ale justru dipertemukan dengan orang-orang yang perlahan-lahan mengubah hidupnya. Mulai dari Murad, bandar narkoba yang ia temui di penjara, yang ternyata hidupnya jauh lebih kelam tapi tetap bisa jalan terus meski dengan caranya sendiri. Lalu ada Juleha dan Mami Loussie, dua wanita malam penghuni diskotik yang hidupnya keras banget. Demi sesuap nasi, mereka harus menjual diri. Dari kisah mereka, Ale merasa malu sendiri karena sadar ternyata hidupnya nggak separah itu. Di kampung kumuh dekat rel kereta, Ale bertemu lebih banyak orang dengan cerita-cerita hidup yang nggak kalah getir, tapi justru mereka yang ngajarin Ale arti kehidupan. Tentang bertahan, tentang menerima, dan tentang bagaimana tempat yang terlihat paling nggak manusiawi bisa jadi tempat paling manusiawi yang pernah ada. Kalimat Ale yang paling ngena buatku: “Bahkan tempat yang nggak manusiawi bisa lebih memanusiakan manusia.” Duh… rasanya langsung jleb. Kita tuh emang butuh tempat yang benar-benar nerima kita, tanpa ngehakimi, tanpa syarat. Aku sukaaa bangettt! Walau nggak sampai nangis, tapi banyak banget bagian yang bikin dada sesak. Novel ini ngajarin aku tentang menerima takdir, mengikhlaskan, mencintai diri sendiri, dan mengasihi tanpa menghakimi. Oh iya, ini novel 17+ ya, jadi siap-siap ketemu banyak bahasa kasar dan adegan yang cukup triggering. Karena emang tokohnya hidup di dunia yang keras banget. Jadi buat yang mau baca, be wise yaa. Ceritanya ditulis dari sudut pandang Ale langsung, jadi kita bener-bener diajak masuk ke isi kepalanya yang ribet, gelap, kadang nyebelin, tapi jujur banget. Serasa ikut jalan-jalan bareng Ale ketemu banyak orang dengan pengalaman mereka yang ternyata bisa banget dijadiin pelajaran hidup. Ada bagian mellow yang bikin ngantuk dikit sih HAHAHA tapi tetep kerasa banget feel-nya. Baca ini tuh rasanya kayak reality check yang lembut tapi dalem banget. Dan terakhir, pelajaran paling manis dari novel ini: Kalau kamu ngerasa nggak berharga buat orang lain, bisa jadi ada seseorang di luar sana yang selalu menghargai kamu tanpa kamu sadari.👍🏻👍🏻 #BookTok #Novel #seporsimieayamsebelummmati @briankhrisna

About