@hale22888: Mukbang hồng da tre mỹ vị nhân gian Việt Nam nha cả nhà #mukbang #hongdatre #thainguyen #anngon #traicayvietnam

hale888
hale888
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 26 September 2025 15:55:20 GMT
2827
9
2
2

Music

Download

Comments

phuongtaophoi
Phương tạo phôi :
Quá ngon bạn ơi 🥰🥰🥰
2025-09-27 03:57:28
0
To see more videos from user @hale22888, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

9 ANAK DI SLEMAN TERPAPAR RADIKALISME DAN KONTEN KEKERASAN LEWAT MEDSOS Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman mencatat sembilan anak usia sekolah di Sleman terpapar radikalisme serta kecanduan konten kekerasan di media sosial dalam rentang tahun 2025 hingga 2026. Temuan ini merupakan hasil kerja sama intelijen lintas instansi, khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Kepala Kesbangpol Sleman, M. Aji Wibowo mengatakan, dari total sembilan anak tersebut, tiga anak tercatat pada tahun 2025 dan enam anak lainnya terpantau sepanjang tahun 2026. Seluruh anak yang terlibat merupakan pelajar jenjang SMP dan SMA dengan rentang usia antara 12 hingga 17 tahun. Anak-anak tersebut segera dilakukan penanganan dengan dijemput dan direhabilitasi bekerjasama dengan Pemda DIY maupun Densus 88 Polri.
9 ANAK DI SLEMAN TERPAPAR RADIKALISME DAN KONTEN KEKERASAN LEWAT MEDSOS Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman mencatat sembilan anak usia sekolah di Sleman terpapar radikalisme serta kecanduan konten kekerasan di media sosial dalam rentang tahun 2025 hingga 2026. Temuan ini merupakan hasil kerja sama intelijen lintas instansi, khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Kepala Kesbangpol Sleman, M. Aji Wibowo mengatakan, dari total sembilan anak tersebut, tiga anak tercatat pada tahun 2025 dan enam anak lainnya terpantau sepanjang tahun 2026. Seluruh anak yang terlibat merupakan pelajar jenjang SMP dan SMA dengan rentang usia antara 12 hingga 17 tahun. Anak-anak tersebut segera dilakukan penanganan dengan dijemput dan direhabilitasi bekerjasama dengan Pemda DIY maupun Densus 88 Polri. "Yang 2026 ini, yang 6 anak, juga sudah kita bina juga bekerja sama dengan pemerintah provinsi, melalui koordinasi dengan Densus 88 juga," ujar Aji Wibowo, Kamis (20/8/2026). Para anak yang terpapar ini tidak langsung diproses hukum sebagai anak yang berhadapan hukum atau pelaku tindak pidana terorisme, melainkan ditempatkan di asrama Balai Perlindungan Perempuan dan Anak (BPPA) DIY untuk menjalani rehabilitasi selama 10 hingga 14 hari. Di sana, mereka mendapat pendampingan psikis dan pendekatan khusus agar masa depannya bisa diselamatkan. Sebagai langkah pencegahan di tingkat daerah, Kesbangpol Sleman bersama Satpol PP dan pihak sekolah juga secara rutin menggalakkan program goes to school atau menyambangi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi literasi digital serta pengawasan berkala terhadap gawai siswa. Hal ini menjadi penting. Sebab, menurut Aji, anak yang terpapar radikalisme maupun konten kekerasan di Sleman ini, umumnya bermula dari akses media sosial (medsos) yang tidak terkendali. Mereka belum mengenal mana yang baik dan beresiko, sehingga kemudian mencoba-coba dan terpengaruh gerakan radikalisme. Apalagi anak yang kurang perhatian orangtua dan memiliki pengalaman atau trauma tertentu seperti anak korban bullying, merasa kesepian, tidak memiliki teman maka pelarian anak cenderung mencurahkan hatinya ke handphone. Mereka tergabung dalam grup-grup WhatsApp. Mereka yang selama ini kesepian, merasa mempunyai teman lewat grup tersebut dan ikut-ikutan ingin menunjukkan eksistensi atau jati dirinya, dengan eksistensi yang keliru. Karena itu, pihaknya mengimbau orangtua agar senantiasa memperhatikan putra-putrinya agar energi mereka bisa diarahkan ke hal yang positif. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Ahmad Syarifudin Editor : Afifudin Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #anak #radikalisme #konten #kekerasan

About