@luvtruecrime: #crime #murder #trial #court #justice #truecrime #truestory #courtroom #disturbing #crimedocumentary #truecrime #crimeinvestigation#TrueCrimeCommunity #criminal

True Crime
True Crime
Open In TikTok:
Region: US
Friday 26 September 2025 16:25:18 GMT
4726
113
3
14

Music

Download

Comments

lenorafoster
Lenora :
Prayers goes out to her family 🙏🌹
2025-09-26 21:31:17
1
keepthathatingvibeaway
Michellesoserious :
This is like the story where the girl unalived her boyfriend and slept next to him for 5 days continued doing daily things...I think the man's son found him..the couple lived together and it was the deceased man's home...
2025-09-26 19:54:17
2
jett4668
Jett :
🙏🙏🙏
2025-09-26 20:18:25
0
To see more videos from user @luvtruecrime, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


"Raka?" Sophia terbelalak kaget. "Lu ngapain pagi-pagi udah di rumah Om Fandy? Mana masuk main nyelonong aja!" "Gue cuma mau memastikan lu aman, Phia. Tadi pagi, kata Bimo kamu nangis saat telponan sama dia. Apa Pak Fandy nyakitin kamu?" "A nak muda," suara Fandy merendah dan dingin. "Sejak kapan kamu merasa punya hak untuk campur tangan dalam urusan rumah tangga saya? Sekarang Sophia adalah istri sah saya," potong Fandy tegas, memutar kata-katanya dengan penuh penekanan di setiap suku kata. Fandy menunduk sedikit, menatap Raka tepat di matanya. "Dia bukan lagi a nak kecil yang bebas kamu datangi kapan saja kamu mau." Raka mengepalkan tangannya rapat-rapat di samping paha. "Sophia nikah sama Bapak cuma karena dituntut orang tuanya! Dia bahkan belum siap jadi istri lelaki tua seperti Anda." "Raka, sudah!" teri ak Sophia panik. Gadis mungil itu berdiri di antara Fandy dan Raka, mendorong da da Raka pelan. "Lu ngomong apa sih?! Om Fandy gak ka sar sama gue! Kamu cuma salah paham doang! Aku nangis karena kangen sama orang tua aku. Aku kangen mancing di empang dekat rumah Papa." "Tapi Phia. Aku mengkhawatirkan kamu." "kamu pikir saya menyakiti Sophia?" potong Fandy tenang. Tanpa diduga oleh siapa pun, lelaki dengan setelan jas hitam formal itu berbalik arah dan mendekati Sophia. Dalam satu gerakan yang tenang namun tegas, Fandy melingkarkan lengan kekarnya di ping gang mungil Sophia, menarik tubuh gadis itu merapat tanpa jarak ke da danya. Sophia tersentak kaget. "Om Fandy—" Sebelum Sophia sempat menyelesaikan kalimatnya, Fandy menundukkan kepala dan langsung mendaratkan bi birnya tepat di atas bi bir Sophia. Cup. Itu bukan sekadar ciu man kilat. Fandy melumat lembut bibir tipis istrinya selama beberapa detik, memberikan penekanan yang dalam dan penuh kehangatan yang tak terbantahkan. Mata bulat Sophia membelalak sempurna, tu buhnya membeku seketika. Jantungnya mendadak berdegup kencang luar biasa seperti akan melompat keluar dari da da. Ini ... ciuman pertama mereka! Ciu man pertama Sophia seumur hidup. Setelah melepaskan ciu mannya perlahan, Fandy menatap Sophia dengan tatapan penuh kelembutan yang sangat langka, lalu mengusap sudut bi bir istrinya dengan ibu jari. "Maaf bikin kamu kaget, Sayang," bisik Fandy dengan suara berat yang begitu seksi di depan wajah Sophia yang sudah merah padam sampai ke telinga. "Seperti yang kamu lihat, hubungan saya dan istri saya sangat baik," ujar Fandy dingin, tatapannya menyiratkan kemenangan mutlak seorang pria dewasa atas bocah kemarin sore. "Kami cuma sedikit berdebat soal hal kecil semalam. Bukan urusan kamu." Raka mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik jaketnya. Hati pria itu hancur berkeping-keping melihat pemandangan tersebut. Kenyataan bahwa Sophia tidak menolak ciu man Fandy, menjadi bukti tak terbantahkan bahwa , tempat baginya di hati Sophia sudah tertutup rapat. "M-maaf ... kalau gitu gue permisi." Setelah pintu depan tertutup rapat, keheningan menyelimuti ruang makan. Fandy perlahan melepaskan pegangannya di ping gang Sophia. Sophia masih berdiri mematung dengan posisi menunduk, memegangi bi birnya dengan kedua tangan. "Om Fandy," cicit Sophia dengan suara sangat pelan, cengiran tengilnya lenyap berganti kepanikan luar biasa. "T-tadi itu ... ciuman pertama aku tahu!" Fandy menatap gadis seukuran botol Yakult di depannya itu. Sudut bi birnya terangkat tipis, membentuk senyuman menawan yang sangat jarang dia perlihatkan. "Saya tahu," sahut Fandy santai sambil mengambil tas kerjanya. "Itu hukuman karena membeberkan masalah rumah tangga kita dengan orang luar." Fandy membungkuk sedikit, menepuk puncak kepala Sophia gemas. "Saya berangkat kerja dulu, Istriku." Fandy melangkah pergi dengan percaya diri, meninggalkan Sophia yang menghentak-hentakkan kakinya di lantai marmer sambil memegangi pipinya yang makin panas. "Aaaargh! Si Kulkas sial an! Kenapa jantung gue jadi disko begini sih?!" teria k Sophia dalam hati. Judul: Cintai Aku, Om Penulis: Author Nyasar Aplikasi: KBM #cintaiakuom #authornyasar #fyp

About