@indahbulan00:

indahbulan
indahbulan
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 28 September 2025 15:09:17 GMT
8840793
28489
470
1844

Music

Download

Comments

es.teh.bandung3
Es Teh Bandung :
oh ya ba buat berapa tahun
2025-12-30 03:48:39
0
kue.ultah.banjarnegara
kue ultah bna :
kereeeen
2025-12-07 08:54:11
0
irohrohiti7
Iroh :
murah bangt ya..
2025-12-05 05:57:15
0
dika.alexdika.ale
dika :
udah co kk
2026-01-22 03:05:18
0
umibila.eva
umiBila eva :
mau
2026-01-21 12:01:27
0
user6519166000802
tutikkepo :
yg ukura bsr gk ada kk
2026-04-15 06:42:01
0
scc_1700
yya.. :
mending beli di pasar,aja liat langsung barangnya gak kecewa
2025-12-03 11:50:13
7
ibunyadiah_21
nurul ilmiyah :
yg dewasa ada kk
2026-04-03 05:02:28
0
rinisepri
RiniSepri :
saya mau dong ambil 5.aja ya
2026-03-10 09:07:53
0
pesankusu039
[BAGUS}{™°^°]¶ :
aku dapat 45 dong
2025-12-31 12:49:35
0
ina.sabu42
yeni hidju :
yg benar sa kk
2026-02-15 07:17:53
0
musriahwonokarto
Musraih :
mahal ongkir nya mbak
2025-12-29 12:07:20
0
ceriwis325
ceriwis :
BB anak 60 bisa g bun
2026-02-22 01:37:18
0
iranamaku1
Bunda :
untuk 10 thn ada bun..
2026-01-23 14:46:02
0
user23567930
suraika :
saya pernah beli 5 tapi bahannya tipis😏
2025-10-29 03:14:32
27
yyy29392
Bagus beef :
kainnya bagus apa tipis kak nanti pas d pakai sobek
2026-01-22 12:20:59
0
eni.endhel1
eni endhel :
anak umur 11 d etalase berapa
2026-01-20 05:17:06
0
ardistecuu234
𝙏𝙖𝙖𝙎𝙩𝙚𝙘𝙪𝙪💦 :
buat umur 10 THN ada ga bun
2026-01-26 09:48:43
0
sumarni5788
sumarni5788 :
aku beli gak pernah sepeti Nyang di promo.kan
2025-11-25 23:36:30
10
fanssspersiku
YTTA :
untuk umur 13 BS gk
2026-03-28 10:09:54
0
roaenirandusari
mamah bilal :
buat anak umur berapa?
2026-01-01 07:04:34
0
furqon599_
itsfurr :
itu untuk umur berapa mbk
2025-12-06 19:28:48
0
muhammadarka29
Muhammad Arka :
bagus banget Kaka , lumayan buat di pake maen sehari hari
2026-02-20 23:23:54
1
sobujlovers
Sobujlovers :
bener ini 50 rbu dapat 5
2026-01-01 13:09:10
0
ranii8447
Rani R :
anak ku umur 8th tapi BB nya di atas 25,kg pake ukuran apa kak?
2026-04-10 05:23:40
0
To see more videos from user @indahbulan00, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About