@revlife10: Fernando Alonso pulled off one of the most legendary overtakes in F1 history at Suzuka 2005, flying around Michael Schumacher at 130R with pure bravery and precision. A moment that proved why he’s one of the greatest.#f1 #fyp #fernandoalonso #schumacher #Suzuka

revlife10
revlife10
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 30 September 2025 00:30:56 GMT
17310
538
9
102

Music

Download

Comments

2ruizz_
marc :
simplemente alonso 🪄🎩
2025-11-24 21:51:51
8
mikeshelby86
Mike Shelby :
130R de Suzuka!!!
2025-10-24 14:56:49
1
formula1_editss1
Formula One Edits :
2025-12-18 17:34:50
3
urfavlebanese010
كريم :
what turn was it?
2025-10-20 17:05:27
0
franzhermannracing3
FranzHermannRacing³ :
might be the best overtake ever
2025-11-19 17:53:21
2
vadim000lol
vadim000lol :
@Ни я 🥺🦶🏻 жаль что ты не понимаешь насколько это легендарный момент
2026-07-18 12:51:21
0
To see more videos from user @revlife10, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Space Launch System (SLS) adalah roket kelas super heavy-lift (pengangkat beban sangat berat) yang dikembangkan oleh NASA. Roket ini merupakan tulang punggung utama dari program Artemis, yang bertujuan untuk membawa manusia kembali ke Bulan dan mempersiapkan misi eksplorasi luar angkasa lebih jauh, seperti ke Mars. ​Berikut adalah penjelasan mengenai karakteristik dan cara kerja SLS: ​1. Apa itu SLS? ​SLS dirancang sebagai roket yang paling kuat dan mampu mengirimkan muatan besar, termasuk wahana antariksa Orion (yang membawa astronaut), kargo, serta peralatan pendukung, langsung ke Bulan dalam satu peluncuran. Karena ukurannya yang masif—dengan ketinggian mencapai 98 meter (pada konfigurasi awal)—SLS sering disebut sebagai roket raksasa NASA. ​2. Struktur Utama SLS ​SLS menggunakan teknologi yang diwariskan dari desain Space Shuttle (Pesawat Ulang Alik) namun dikembangkan dengan kapabilitas yang jauh lebih modern. Komponen utamanya meliputi: ​Core Stage (Tahap Inti): Bagian tengah roket yang sangat besar, menampung hidrogen cair dan oksigen cair sebagai bahan bakar untuk empat mesin RS-25. Mesin ini adalah mesin yang sama yang digunakan pada Space Shuttle namun dengan peningkatan performa. ​Solid Rocket Boosters (SRB): Dua pendorong berbahan bakar padat yang terpasang di sisi kiri dan kanan core stage. SRB ini memberikan lebih dari 75% daya dorong total saat roket lepas landas selama dua menit pertama penerbangan. ​3. Cara Kerja Singkat ​Peluncuran (Lift-off): Saat peluncuran, empat mesin core stage menyala bersamaan dengan dua SRB. Kombinasi ini menghasilkan tenaga dorong yang sangat besar untuk melawan gravitasi Bumi. ​Pemisahan (Separation): Setelah dua menit terbang, bahan bakar di dalam dua SRB akan habis. Keduanya kemudian dilepaskan dari roket utama dan jatuh ke laut (yang dirancang untuk dapat diambil kembali). ​Akselerasi: Setelah SRB terlepas, core stage terus menyala untuk mendorong wahana antariksa hingga mencapai orbit Bumi. ​Menuju Bulan: Setelah core stage mencapai kecepatan yang diperlukan dan bahan bakarnya habis, tahap atas roket (Interim Cryogenic Propulsion Stage) akan menyala untuk memberikan dorongan akhir yang dibutuhkan wahana Orion agar keluar dari orbit Bumi dan menuju Bulan. ​Mengapa SLS Penting? ​Hingga saat ini, SLS adalah satu-satunya roket yang memiliki kapasitas dan daya dorong yang cukup untuk membawa wahana berawak seperti Orion secara langsung ke orbit Bulan tanpa perlu melakukan beberapa peluncuran terpisah untuk merakit komponen di orbit Bumi. #fyp #Astronomy #belajarastronomi #TikTokSeries #astro
Space Launch System (SLS) adalah roket kelas super heavy-lift (pengangkat beban sangat berat) yang dikembangkan oleh NASA. Roket ini merupakan tulang punggung utama dari program Artemis, yang bertujuan untuk membawa manusia kembali ke Bulan dan mempersiapkan misi eksplorasi luar angkasa lebih jauh, seperti ke Mars. ​Berikut adalah penjelasan mengenai karakteristik dan cara kerja SLS: ​1. Apa itu SLS? ​SLS dirancang sebagai roket yang paling kuat dan mampu mengirimkan muatan besar, termasuk wahana antariksa Orion (yang membawa astronaut), kargo, serta peralatan pendukung, langsung ke Bulan dalam satu peluncuran. Karena ukurannya yang masif—dengan ketinggian mencapai 98 meter (pada konfigurasi awal)—SLS sering disebut sebagai roket raksasa NASA. ​2. Struktur Utama SLS ​SLS menggunakan teknologi yang diwariskan dari desain Space Shuttle (Pesawat Ulang Alik) namun dikembangkan dengan kapabilitas yang jauh lebih modern. Komponen utamanya meliputi: ​Core Stage (Tahap Inti): Bagian tengah roket yang sangat besar, menampung hidrogen cair dan oksigen cair sebagai bahan bakar untuk empat mesin RS-25. Mesin ini adalah mesin yang sama yang digunakan pada Space Shuttle namun dengan peningkatan performa. ​Solid Rocket Boosters (SRB): Dua pendorong berbahan bakar padat yang terpasang di sisi kiri dan kanan core stage. SRB ini memberikan lebih dari 75% daya dorong total saat roket lepas landas selama dua menit pertama penerbangan. ​3. Cara Kerja Singkat ​Peluncuran (Lift-off): Saat peluncuran, empat mesin core stage menyala bersamaan dengan dua SRB. Kombinasi ini menghasilkan tenaga dorong yang sangat besar untuk melawan gravitasi Bumi. ​Pemisahan (Separation): Setelah dua menit terbang, bahan bakar di dalam dua SRB akan habis. Keduanya kemudian dilepaskan dari roket utama dan jatuh ke laut (yang dirancang untuk dapat diambil kembali). ​Akselerasi: Setelah SRB terlepas, core stage terus menyala untuk mendorong wahana antariksa hingga mencapai orbit Bumi. ​Menuju Bulan: Setelah core stage mencapai kecepatan yang diperlukan dan bahan bakarnya habis, tahap atas roket (Interim Cryogenic Propulsion Stage) akan menyala untuk memberikan dorongan akhir yang dibutuhkan wahana Orion agar keluar dari orbit Bumi dan menuju Bulan. ​Mengapa SLS Penting? ​Hingga saat ini, SLS adalah satu-satunya roket yang memiliki kapasitas dan daya dorong yang cukup untuk membawa wahana berawak seperti Orion secara langsung ke orbit Bulan tanpa perlu melakukan beberapa peluncuran terpisah untuk merakit komponen di orbit Bumi. #fyp #Astronomy #belajarastronomi #TikTokSeries #astro

About