@xuannammai97: Nhân duyên trời ban #xuhuongtiktok

Xuân Nam 97
Xuân Nam 97
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 03 October 2025 04:37:16 GMT
10125
127
7
5

Music

Download

Comments

lap_nguyen77
Hiền Giả Ẩn Núp :
A mình mất khi đang chạy thận bị tai biến . Mình ôm anh trong tay , trước khi hôn mê a bảo a đau đầu quá em ơi . Mình nhớ mãi ko quên . Chúc các bạn đang chạy thận được an lành 🥺
2025-10-22 13:45:32
2
hihuhoha28
hihuhoha28 :
công nhận sức chịu đựng a ghê gớm thật , thôi e gửi lời chúc sức khoẻ anh nhiều nhé ❤
2025-10-04 13:41:57
0
nangdichimphan
bảo trung 38E :
😂😂😂 nhất bạn
2025-10-03 05:32:50
1
hpkhiyeuanh25251325
HP KHI BÊN ANH :
thương e c.cố gắng nghe ko e🥰🥰🥰 chúc e thật nhiều sk để vượt qua bệnh tật🥰🥰🥰
2025-10-03 05:56:55
2
betram995
тʀâм 🌸 :
🥺🥺
2025-10-19 23:23:03
0
nguyenlan21yb
Userdgghhjjjk :
Ib m chỉ cho cách tự làm tại nhà nhé tốt cho bệnh lắm
2025-10-24 06:06:53
0
To see more videos from user @xuannammai97, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

| Skandal Korupsi Dana Siap Pakai BNPB di Tengah Karhutla Kalimantan | Di saat masyarakat Kalimantan dan tim gabungan berjuang di lapangan menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebuah ironi besar justru terjadi di pusat pemerintahan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengondisian proyek pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penetapan tersangka ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan tim penindak KPK di Gedung BNPB, Jakarta Pusat. Dari total 14 orang yang sempat diamankan, penyidik menetapkan lima tersangka utama yang terdiri dari pejabat internal BNPB Gabriel Purwaka Sigit selaku Kasubdit Kedaruratan sekaligus PPK, dua Tenaga Ahli BNPB yakni Bima Setiawan (adik dari Kepala BNPB) dan Richard Erlangga, serta dua pihak swasta yaitu Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian. Para tersangka diduga kuat bersekongkol menilap anggaran darurat demi meraup keuntungan pribadi melalui pengondisian proyek yang disinyalir telah berlangsung secara sistematis sejak tahun 2022. Dalam operasi penindakan tersebut, KPK menyita barang bukti bernilai fantastis berupa uang tunai Rp3,3 miliar, ratusan gram logam mulia, hingga aset kripto senilai miliaran rupiah. Langkah tegas KPK ini menuai gelombang kecaman keras dari publik dan anggota DPR RI yang menilai tindakan merampok dana kemanusiaan di tengah penderitaan warga terdampak asap sebagai perbuatan yang sangat nir-empati. Di sisi lain, pihak BNPB menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan memastikan bahwa penanganan karhutla di daerah tetap berjalan optimal. Bagaimana pandangan Anda mengenai penyelewengan dana darurat bencana di saat masyarakat sedang berjuang melawan kabut asap ini? Tulis pendapat Anda di kolom komentar! 👇 #potretsurabaya #BNPB #Karhutla #Kalimantan #KorupsiDanaBencana
| Skandal Korupsi Dana Siap Pakai BNPB di Tengah Karhutla Kalimantan | Di saat masyarakat Kalimantan dan tim gabungan berjuang di lapangan menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebuah ironi besar justru terjadi di pusat pemerintahan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengondisian proyek pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penetapan tersangka ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilancarkan tim penindak KPK di Gedung BNPB, Jakarta Pusat. Dari total 14 orang yang sempat diamankan, penyidik menetapkan lima tersangka utama yang terdiri dari pejabat internal BNPB Gabriel Purwaka Sigit selaku Kasubdit Kedaruratan sekaligus PPK, dua Tenaga Ahli BNPB yakni Bima Setiawan (adik dari Kepala BNPB) dan Richard Erlangga, serta dua pihak swasta yaitu Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian. Para tersangka diduga kuat bersekongkol menilap anggaran darurat demi meraup keuntungan pribadi melalui pengondisian proyek yang disinyalir telah berlangsung secara sistematis sejak tahun 2022. Dalam operasi penindakan tersebut, KPK menyita barang bukti bernilai fantastis berupa uang tunai Rp3,3 miliar, ratusan gram logam mulia, hingga aset kripto senilai miliaran rupiah. Langkah tegas KPK ini menuai gelombang kecaman keras dari publik dan anggota DPR RI yang menilai tindakan merampok dana kemanusiaan di tengah penderitaan warga terdampak asap sebagai perbuatan yang sangat nir-empati. Di sisi lain, pihak BNPB menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan dan memastikan bahwa penanganan karhutla di daerah tetap berjalan optimal. Bagaimana pandangan Anda mengenai penyelewengan dana darurat bencana di saat masyarakat sedang berjuang melawan kabut asap ini? Tulis pendapat Anda di kolom komentar! 👇 #potretsurabaya #BNPB #Karhutla #Kalimantan #KorupsiDanaBencana

About