@hint6162: Fantasy world - Relaxation

AI Yang
AI Yang
Open In TikTok:
Region: KR
Wednesday 08 October 2025 08:15:30 GMT
106
6
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @hint6162, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jumat pagi, 24 Juli 2009, udara segar menyelimuti Bumi Perkemahan Dataran Tinggi Hirugano di Prefektur Gifu, Jepang. Kawasan hutan seluas 15 hektar ini sedang disewa secara eksklusif oleh SD Tokoname Nishi dari Prefektur Aichi untuk kegiatan perkemahan sekolah. Area tersebut dijaga ketat; tidak ada pengunjung luar, wisatawan, maupun kendaraan asing yang diizinkan masuk. Di antara rombongan anak-anak yang ceria pagi itu, terdapat Manami Shimomura, seorang siswi kelas 5 berusia 10 tahun. Manami adalah anak yang istimewa. Ia mengidap Down Syndrome dan pernah menjalani operasi jantung saat berusia lima bulan. Kondisi medis ini membuat perawakan dan staminanya jauh lebih kecil dari teman-teman seusianya tingginya hanya sekitar 120 cm dengan berat 20 kg. Pagi itu, rambutnya diikat dua, dan ia mengenakan kaus lengan panjang berwarna putih dan biru muda, celana merah muda pucat, serta sepatu kets biru muda. Tak ada satu pun yang menyangka bahwa pakaian tersebut akan menjadi petunjuk visual terakhir dari dirinya. JENDELA WAKTU YANG KRUSIAL Pukul 07:40, setelah sarapan, para siswa ditugaskan menyusuri rute sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Kegiatan ini adalah survei awal untuk acara
Jumat pagi, 24 Juli 2009, udara segar menyelimuti Bumi Perkemahan Dataran Tinggi Hirugano di Prefektur Gifu, Jepang. Kawasan hutan seluas 15 hektar ini sedang disewa secara eksklusif oleh SD Tokoname Nishi dari Prefektur Aichi untuk kegiatan perkemahan sekolah. Area tersebut dijaga ketat; tidak ada pengunjung luar, wisatawan, maupun kendaraan asing yang diizinkan masuk. Di antara rombongan anak-anak yang ceria pagi itu, terdapat Manami Shimomura, seorang siswi kelas 5 berusia 10 tahun. Manami adalah anak yang istimewa. Ia mengidap Down Syndrome dan pernah menjalani operasi jantung saat berusia lima bulan. Kondisi medis ini membuat perawakan dan staminanya jauh lebih kecil dari teman-teman seusianya tingginya hanya sekitar 120 cm dengan berat 20 kg. Pagi itu, rambutnya diikat dua, dan ia mengenakan kaus lengan panjang berwarna putih dan biru muda, celana merah muda pucat, serta sepatu kets biru muda. Tak ada satu pun yang menyangka bahwa pakaian tersebut akan menjadi petunjuk visual terakhir dari dirinya. JENDELA WAKTU YANG KRUSIAL Pukul 07:40, setelah sarapan, para siswa ditugaskan menyusuri rute sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Kegiatan ini adalah survei awal untuk acara "uji nyali" yang dijadwalkan pada malam hari. Manami berjalan dalam satu kelompok bersama tiga teman perempuan sekelasnya. Karena medan yang cukup panjang, fisik Manami mulai kelelahan dan langkahnya perlahan melambat. Menyadari jarak yang semakin jauh, ketiga temannya sempat berhenti beberapa kali untuk memastikannya. Namun, Manami memberi isyarat bahwa ia baik-baik saja dan meminta teman-temannya untuk terus berjalan lebih dulu. Menjelang pukul 08:00, ketiga temannya tiba di ujung rute susur sebuah pertigaan dengan jembatan kecil. Di titik terdalam rute tersebut, Kepala Sekolah Hiroaki Sawada berdiri berjaga untuk mengarahkan siswa berbelok ke kanan menuju alun-alun utama perkemahan. Ketiga siswi itu melewatianya dengan lancar, sementara Manami belum terlihat menyusul di belakang. Tepat pukul 08:00, Manami akhirnya tiba di hadapan kepala sekolah dengan napas yang agak tersengal. Kepala sekolah menyapanya hangat, memberikan semangat, "Kamu hebat. Setelah ini jalannya menurun, kok." Manami membalasnya dengan senyuman dan anggukan, lalu berjalan melewati pria berusia 49 tahun tersebut. Ia melangkah menyeberangi jembatan pendek itu. Jalur setapak di depannya memiliki medan yang kontras. Di sebelah kanan, mengalir sungai kecil berbatu yang sangat dangkal hanya sekitar 10 sentimeter. Di sebelah kiri, terdapat lereng curam yang tertutup rapat oleh semak rumput bambu (Kumazasa) setinggi tubuh manusia, membatasi jarak pandang secara drastis. Saat Manami melangkah ke area inilah, sebuah anomali ruang dan waktu terjadi. Antara pukul 08:01 hingga 08:03, Kepala Sekolah Sawada tidak langsung berjalan di belakang Manami untuk mengawalnya. Ia membalikkan badan ke arah jalur awal selama 1 hingga 2 menit untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang tertinggal. Dalam jeda waktu singkat saat kepala sekolah membelakanginya, Manami melangkah masuk ke dalam titik buta. Setelah yakin jalur di belakangnya kosong, kepala sekolah berbalik arah lagi dan berlari kecil menyusul ke alun-alun. Pukul 08:04, dua dari tiga teman Manami yang telah tiba di alun-alun merasa khawatir dan memutuskan memutar balik untuk menjemputnya. Di tengah jalan setapak yang lurus antara alun-alun dan jembatan, mereka berpapasan dengan kepala sekolah. Kepala sekolah berasumsi Manami sudah bersama mereka, sementara kedua anak itu justru sedang mencari Manami. Pada detik itulah, mereka menyadari kejanggalan yang mustahil: di sepanjang jalur lurus yang baru saja dilewati dari dua arah berlawanan, sosok Manami tidak ada. Ia menghilang tanpa suara jeritan, tanpa suara benda jatuh, murni dalam jendela waktu kurang dari empat menit. #hilang #penculikan

About