@copwatch9725: Dad Leaves Toddler in a Hot Car While He Shops at Walmart Part1 #cops #police #policeofficer #viral #copstiktok

copwatch9725
copwatch9725
Open In TikTok:
Region: US
Friday 10 October 2025 17:01:12 GMT
512
11
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @copwatch9725, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

GUBERNUR SEBUT UDARA AMAN, DATA KARHUTLA KALTIM JUSTRU MENUNJUKKAN ANCAMAN SERIUS. Pada 15 September 2026, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan kualitas udara di wilayahnya masih aman dan terkendali. Namun, dalam kesempatan yang sama, ia mengakui bahwa aktivitas sekolah masih diliburkan dan masyarakat diberikan masker untuk beraktivitas di luar ruangan, dan Program MGB masih berjalan dan masih program prioritas. Perkembangan berikutnya menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Pemerintah Provinsi Kaltim melaporkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sendawar, Kutai Barat, sempat mencapai 409 atau masuk kategori berbahaya. Sementara itu, laporan BPBD per 11 Oktober mencatat akumulasi sekitar 8.516 hektare lahan terbakar, dengan kualitas udara PM2.5 berstatus tidak sehat. Persoalannya bukan sekadar apakah pernyataan gubernur saat itu benar atau salah. Kondisi udara memang dapat berubah. Namun, ketika keselamatan masyarakat dipertaruhkan, setiap klaim bahwa situasi masih aman harus disertai data yang transparan, terukur, dan sesuai kondisi masing-masing wilayah. Pemerintah tidak cukup hanya memastikan keadaan terkendali. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa masyarakat benar-benar terlindungi. Di tengah ancaman karhutla yang terus berulang, seberapa jauh pemerintah daerah telah menjalankan tanggung jawab pencegahan, pengawasan, dan perlindungan kesehatan publik? Sumber: detikNews (15/9/2026), Setda Kaltim (8/10/2026), BPBD Kaltim (12/10/2026). #KocokPolitik #Karhutla #KalimantanTimur #RudyMasud #KrisisLingkungan KualitasUdara
GUBERNUR SEBUT UDARA AMAN, DATA KARHUTLA KALTIM JUSTRU MENUNJUKKAN ANCAMAN SERIUS. Pada 15 September 2026, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyatakan kualitas udara di wilayahnya masih aman dan terkendali. Namun, dalam kesempatan yang sama, ia mengakui bahwa aktivitas sekolah masih diliburkan dan masyarakat diberikan masker untuk beraktivitas di luar ruangan, dan Program MGB masih berjalan dan masih program prioritas. Perkembangan berikutnya menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Pemerintah Provinsi Kaltim melaporkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sendawar, Kutai Barat, sempat mencapai 409 atau masuk kategori berbahaya. Sementara itu, laporan BPBD per 11 Oktober mencatat akumulasi sekitar 8.516 hektare lahan terbakar, dengan kualitas udara PM2.5 berstatus tidak sehat. Persoalannya bukan sekadar apakah pernyataan gubernur saat itu benar atau salah. Kondisi udara memang dapat berubah. Namun, ketika keselamatan masyarakat dipertaruhkan, setiap klaim bahwa situasi masih aman harus disertai data yang transparan, terukur, dan sesuai kondisi masing-masing wilayah. Pemerintah tidak cukup hanya memastikan keadaan terkendali. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa masyarakat benar-benar terlindungi. Di tengah ancaman karhutla yang terus berulang, seberapa jauh pemerintah daerah telah menjalankan tanggung jawab pencegahan, pengawasan, dan perlindungan kesehatan publik? Sumber: detikNews (15/9/2026), Setda Kaltim (8/10/2026), BPBD Kaltim (12/10/2026). #KocokPolitik #Karhutla #KalimantanTimur #RudyMasud #KrisisLingkungan KualitasUdara

About