@arseliastefyy6: #deliveryallovernepal🇳🇵 #clothes #creatorsearchinsights #trend

SlayLady. Co
SlayLady. Co
Open In TikTok:
Region: NP
Monday 13 October 2025 12:47:40 GMT
4328
78
1
13

Music

Download

Comments

perry.queen98
Perry Queen :
🥰🥰🥰
2025-11-15 12:36:20
0
To see more videos from user @arseliastefyy6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pergantian Kapolri diwarnai kabar panas dari Jambi. Dugaan skandal percaloan seleksi Bintara Polri Polda Jambi 2026 mencuat dengan nilai yang disebut mencapai Rp28 miliar dan menyeret lebih dari 20 anggota Polri. Kasus ini kini bergulir ke Mabes Polri. Kuasa Hukum Briptu MD, Putra Tambunan, melaporkan dugaan sindikat tersebut ke Divpropam dan Kortas Tipidkor Polri, Senin (29/9/2026), didampingi Direktur LBH Makalam Justice Center, Romiyanto. Dalam laporan tersebut, muncul dugaan praktik “Kuota Khusus Susulan” untuk mengupayakan kelulusan peserta seleksi dengan imbalan uang. Putra Tambunan menyebut perkara bermula dari dugaan perintah mantan Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol Handoko, kepada Briptu MD untuk mengumpulkan calon peserta yang bersedia menyerahkan uang agar dibantu kelulusannya. MD disebut kemudian mengumpulkan 20 anggota Polri aktif. Perkara ini disebut berkaitan dengan dugaan transaksi puluhan miliar rupiah. Dugaan permainan juga disebut menyentuh sejumlah tahapan seleksi, mulai dari kesehatan, psikologi hingga akademik. Bahkan, muncul dugaan intervensi terhadap sistem seleksi. Kini pertanyaannya: siapa yang mengatur, siapa yang mengumpulkan, ke mana uang mengalir, dan sejauh mana dugaan intervensi terjadi? Laporan ke Mabes Polri diharapkan membuka seluruh mata rantai dugaan praktik tersebut. Seluruh tuduhan dan keterlibatan nama-nama yang disebut dalam laporan masih merupakan dugaan dan harus dibuktikan melalui proses hukum. Dan ditengah hangatnya persoalan tersebut, juga terdengar nada sumbang dari dalam kantor megah Polda Jambi. Seorang Wadirkrimum dilaporkan juga ke Divisi Propam Mabes Polri karena diduga melontarkan kalimat intimidatif kepada kuasa hukum MD yang sedang menjalankan tugasnya. Hal tersebut dinilai sudah merendahkan profesi advokat dan menuai banyak kecaman. #jambi #poldajambi #polisi #kapolri #calo
Pergantian Kapolri diwarnai kabar panas dari Jambi. Dugaan skandal percaloan seleksi Bintara Polri Polda Jambi 2026 mencuat dengan nilai yang disebut mencapai Rp28 miliar dan menyeret lebih dari 20 anggota Polri. Kasus ini kini bergulir ke Mabes Polri. Kuasa Hukum Briptu MD, Putra Tambunan, melaporkan dugaan sindikat tersebut ke Divpropam dan Kortas Tipidkor Polri, Senin (29/9/2026), didampingi Direktur LBH Makalam Justice Center, Romiyanto. Dalam laporan tersebut, muncul dugaan praktik “Kuota Khusus Susulan” untuk mengupayakan kelulusan peserta seleksi dengan imbalan uang. Putra Tambunan menyebut perkara bermula dari dugaan perintah mantan Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol Handoko, kepada Briptu MD untuk mengumpulkan calon peserta yang bersedia menyerahkan uang agar dibantu kelulusannya. MD disebut kemudian mengumpulkan 20 anggota Polri aktif. Perkara ini disebut berkaitan dengan dugaan transaksi puluhan miliar rupiah. Dugaan permainan juga disebut menyentuh sejumlah tahapan seleksi, mulai dari kesehatan, psikologi hingga akademik. Bahkan, muncul dugaan intervensi terhadap sistem seleksi. Kini pertanyaannya: siapa yang mengatur, siapa yang mengumpulkan, ke mana uang mengalir, dan sejauh mana dugaan intervensi terjadi? Laporan ke Mabes Polri diharapkan membuka seluruh mata rantai dugaan praktik tersebut. Seluruh tuduhan dan keterlibatan nama-nama yang disebut dalam laporan masih merupakan dugaan dan harus dibuktikan melalui proses hukum. Dan ditengah hangatnya persoalan tersebut, juga terdengar nada sumbang dari dalam kantor megah Polda Jambi. Seorang Wadirkrimum dilaporkan juga ke Divisi Propam Mabes Polri karena diduga melontarkan kalimat intimidatif kepada kuasa hukum MD yang sedang menjalankan tugasnya. Hal tersebut dinilai sudah merendahkan profesi advokat dan menuai banyak kecaman. #jambi #poldajambi #polisi #kapolri #calo

About