@la.rebequita: A rite of passage for everyone’s first apartment. Or first divorce. #diyproject #diyfurniture #furnitureflip #furnituremakeover #ikeamalm

Rebecca | Honest DIY
Rebecca | Honest DIY
Open In TikTok:
Region: US
Monday 13 October 2025 18:55:42 GMT
244316
16397
83
454

Music

Download

Comments

hemdallyr
Hemdallyr :
not me looking at this exact nightstand being 25....💀
2025-10-18 09:56:13
397
sgong33
Steve G :
This was a trust the process… turned out very cute!
2025-10-14 11:40:53
896
pleasenoletsnot
Ughhh :
The razor sound 😍
2025-10-14 05:36:55
449
nick.immunologist
Dr. Nick The Immunologist :
Ohhh yea we would love to see a “remake/remodel” list on benable!
2025-10-14 14:17:44
270
tiffyberry19
Tiffany Berry :
It would look great with legs on the bottom if possible!
2025-10-15 02:27:33
105
kydoesthings
Ky :
I loved the "wiuwiuwiu" part 🙂‍↕
2025-10-18 12:44:51
29
anji_bee
Renaissance Woman :
the trim noise 😂😂😭😭😭
2025-10-13 22:57:57
78
five12studio
Clarissa :
Paintable wallpaper? Intrigued
2025-10-28 14:56:45
10
annacriv1
Anna Rivera :
Where did you find the wallpaper?
2025-10-13 19:08:15
21
otisdre
dre 🍉 :
I’ve had this nightstand since I was 12 tbh (i am 31)
2025-11-06 21:20:24
5
sillyflamingoart
Sillyflamingo_Art 🇨🇦 :
I painted mine pink! and it looks so cute!
2025-11-03 04:27:01
2
meganclack
meganclack :
This is an AMAZING DIY!!!
2025-10-15 00:33:45
9
oliviafordays
Oliviafordays :
Ooo you should add your favorite home improvement recs on Benable.
2025-10-14 12:04:30
6
appleheaded_brat777
appleheaded_brat777 :
My night stand is mine from when I was 7 and it’s falling apart but we love her sm
2025-10-15 04:37:02
6
yerrrrrrrr92
Selina :
You gave it a new life!
2025-10-13 22:59:42
8
lunchtimebath
Lunchtimebath :
Me 35 now with those exact nightstands we bought at 25 😩
2025-11-29 04:49:53
2
amand446789025
amand446789025🇨🇦 :
I def put contact paper on mine years ago and knobs and its still going strong!
2025-10-28 02:00:36
4
teresa.san.diego
Teresa San Diego :
Spectacular!
2025-10-13 20:07:00
5
sienaelizabeth
siena :
loveeee
2025-11-25 20:57:05
1
kingston_koochie
Dee_naaa :
Where’s the wallpaper from?
2025-11-19 02:03:25
0
divnai
divya :
Legit have the same nightstands, this is a huge inspo boost!! Great job!!
2025-10-23 20:09:29
4
alwaysyes24
Susanne CC @AlwaysYes :
What is the name of the razor tool you used? Thank you. 🤩
2025-10-17 10:07:14
0
manda_renee33
manda_renee33 :
Oh wow that looks beautiful
2025-10-15 01:07:58
4
signemaria78
Signe Maria🏳️‍🌈♊🇩🇰👑 :
that is beautiful 😍
2025-10-16 18:05:53
1
vicngo_aceo
vicngo_aceo :
Turned out cute! What was the budget for the wall paper, adhesive, razors and supplies? You could also use extra paper for a small matching basket or box
2025-10-14 23:04:32
4
To see more videos from user @la.rebequita, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada kehilangan yang masih bisa dicari. Ada perpisahan yang masih bisa diperjuangkan. Tapi kematian berbeda. Ia seperti pintu yang ditutup Tuhan dari sisi yang tidak bisa lagi kita ketuk. Tidak ada pesan yang bisa dikirim, tidak ada pelukan yang bisa dikejar, tidak ada kata “tunggu” yang mampu menahan langkahnya pulang. Aku sering merasa orang-orang tidak mengerti. Mereka bilang waktu akan membantu, seolah duka adalah luka biasa yang bisa mengering dengan sendirinya. Padahal kehilangan karena kematian bukan tentang melupakan seseorang. Itu seperti hidup dengan satu ruang kosong di dalam dada yang selamanya tidak akan terisi lagi. Kita hanya belajar berjalan sambil membawanya. Yang paling menyakitkan bukan saat pemakaman selesai, bukan saat tanah terakhir dijatuhkan di atas peristirahatanmu. Yang paling menyakitkan adalah hari-hari setelahnya. Ketika hidup tetap berjalan seperti biasa, sementara duniaku diam-diam berhenti di hari kepergianmu. Matahari masih terbit, orang-orang masih tertawa, tetapi ada bagian dari diriku yang ikut dikubur bersamamu dan tidak pernah benar-benar kembali. Kadang aku membayangkan diriku sebagai rumah tua yang kehilangan lampu di berandanya. Dari luar masih tampak berdiri, masih terlihat utuh. Namun setiap malam, ada gelap yang tidak bisa dijelaskan kepada siapa pun. Sebab orang yang dulu menjadi cahaya itu sudah tidak ada. Dan tidak peduli berapa banyak lampu baru yang dinyalakan, tetap saja bukan cahaya yang sama. Aku rindu dengan cara yang tidak bisa disembuhkan. Rindu yang tidak membutuhkan balasan, hanya membutuhkan keajaiban yang tidak mungkin terjadi. Sebab kematian adalah satu-satunya perpisahan yang bahkan harapan pun tidak berani menjanjikan pertemuan ulang di dunia ini. Maka jika hari ini aku masih menangis, itu bukan karena aku belum menerima kepergianmu. Aku hanya sedang berusaha hidup dengan kenyataan bahwa seseorang yang begitu berarti bagiku kini hanya bisa kutemui dalam doa. Dan tidak ada yang lebih menyakitkan daripada mencintai seseorang yang alamatnya kini bukan lagi rumah, melainkan langit.
Ada kehilangan yang masih bisa dicari. Ada perpisahan yang masih bisa diperjuangkan. Tapi kematian berbeda. Ia seperti pintu yang ditutup Tuhan dari sisi yang tidak bisa lagi kita ketuk. Tidak ada pesan yang bisa dikirim, tidak ada pelukan yang bisa dikejar, tidak ada kata “tunggu” yang mampu menahan langkahnya pulang. Aku sering merasa orang-orang tidak mengerti. Mereka bilang waktu akan membantu, seolah duka adalah luka biasa yang bisa mengering dengan sendirinya. Padahal kehilangan karena kematian bukan tentang melupakan seseorang. Itu seperti hidup dengan satu ruang kosong di dalam dada yang selamanya tidak akan terisi lagi. Kita hanya belajar berjalan sambil membawanya. Yang paling menyakitkan bukan saat pemakaman selesai, bukan saat tanah terakhir dijatuhkan di atas peristirahatanmu. Yang paling menyakitkan adalah hari-hari setelahnya. Ketika hidup tetap berjalan seperti biasa, sementara duniaku diam-diam berhenti di hari kepergianmu. Matahari masih terbit, orang-orang masih tertawa, tetapi ada bagian dari diriku yang ikut dikubur bersamamu dan tidak pernah benar-benar kembali. Kadang aku membayangkan diriku sebagai rumah tua yang kehilangan lampu di berandanya. Dari luar masih tampak berdiri, masih terlihat utuh. Namun setiap malam, ada gelap yang tidak bisa dijelaskan kepada siapa pun. Sebab orang yang dulu menjadi cahaya itu sudah tidak ada. Dan tidak peduli berapa banyak lampu baru yang dinyalakan, tetap saja bukan cahaya yang sama. Aku rindu dengan cara yang tidak bisa disembuhkan. Rindu yang tidak membutuhkan balasan, hanya membutuhkan keajaiban yang tidak mungkin terjadi. Sebab kematian adalah satu-satunya perpisahan yang bahkan harapan pun tidak berani menjanjikan pertemuan ulang di dunia ini. Maka jika hari ini aku masih menangis, itu bukan karena aku belum menerima kepergianmu. Aku hanya sedang berusaha hidup dengan kenyataan bahwa seseorang yang begitu berarti bagiku kini hanya bisa kutemui dalam doa. Dan tidak ada yang lebih menyakitkan daripada mencintai seseorang yang alamatnya kini bukan lagi rumah, melainkan langit.

About