@naiiinteresanteee: Lo q más quiero #amiga #mejoresamigos #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

🤫
🤫
Open In TikTok:
Region: ES
Monday 20 October 2025 20:36:11 GMT
13752
145
1
24

Music

Download

Comments

usseeerr6666
🦦 :
lo mejor qe tengo❤️‍🩹
2025-10-20 21:56:29
0
To see more videos from user @naiiinteresanteee, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jaren —
Jaren — "Jaren selingkuh." Matamu terbelalak. Jantungmu seolah berhenti berdetak. Perasaanmu tak karuan dan ingin meledak. Hatimu masih menolak, sementara intuisimu langsung menangkap. Kamu menggerakkan matamu, menatap ... Jaren yang kini ada di sampingmu. Sementara telingamu masih mendengar ucapan Juan. "Percaya sama gua dan intuisi lo, Y/N. Kemarin gua sama Satya buntutin dia." Merasa terus ditatap, akhirnya Jaren menoleh. Tatapannya dingin. Wajahnya datar. "Kamu kenapa?" tanya dia. "Kalau lo ga percaya dan belum percaya gua, lo bisa datang ke apartemen di Jalan Sudirman." "Nomor berapa?" sahutmu pada Juan. Tanpa mengalihkan tatapanmu pada Jaren. Matamu sudah berkaca-kaca, tapi air mata tak luruh. "2101." Kamu mengangguk. "Oke, thank you, Ju." Jaren bingung. Dia terus menatap kamu. Setidaknya sampai kamu berhenti menatapnya. Sambungan terputus. Begitupun dengan kontak mata kalian. "Siapa? Juan?" Jaren bertanya. "Ngapain dia telepon kamu di jam segini?" Kamu menghela napas panjang, kemudian menatapnya dengan senyuman manismu. "Bukan Juan, tapi Jiju," jawabmu. Jaren mengangguk percaya. "Nomor apa yang kamu maksud?" "Nomor urutan," jawabmu singkat. Kamu mendekat padanya, menyandarkan kepalamu di bahunya. "Kamu mau pulang?" "Kamu ngusir aku?" Jaren menatapmu. "Gak biasanya kamu nyuruh aku pulang." Kamu mendongak ke atas. "Bukan ngusir, aku cuma takut ... ada yang nunggu kamu di rumah." "Aku pulang jam 11." Dia kembali fokus pada ponselnya. Sementara kamu terus bersandar di bahunya. "I love you, Jaren," ucapmu. I hope you aren't what my intuition says you are, batinmu. *** 2101 Kamu tepat berada di depan pintu itu. Jantungmu berdetak sangat cepat. Ingin semuanya cepat terjawab. Dan jawaban yang diinginkan hatimu ... adalah tidak. Jaren tak seperti itu. Tak lama kemudian, telingamu mendengar suara ... c*mb*an yang nyaring. Kamu tak bergerak. Kamu tetap di tempat, membelakangi dua orang yang sedang menuju ke pintu itu. Langkah dan kegiatan mereka berhenti kala melihat dirimu. Dia ... Jaren. "Dia siapa?" Di sampingnya ... ada perempuan yang dia rangkul. Air matamu berjatuhan. Isakmu terdengar oleh mereka. Isak tangisan itu ... sudah satu tahun Jaren dengar. Tak mungkin dia tak mengenalnya. Namun Jaren tak langsung percaya. "Siapa kamu?" Suara Jaren menghentikan isak tangisanmu. Kamu membalikkan seluruh badanmu pada mereka. Mereka terkejut melihatmu. "Ternyata ... 'nomor' yang semalem kamu bilang, itu nomor tempat perselingkuhan aku. Tau dari mana kamu?" Jaren—pacarmu, seluruh hidupmu, separuh napasmu—mengaku berselingkuh. "Jaren," panggilmu. "Kamu warna di hidup aku, kamu cahaya di hidup aku, kamu rumah tempat aku pulang, kamu tempat ternyaman aku. Makanya aku selalu percaya kamu." "Aku ... aku udah matiin intuisi aku, aku selalu percaya kamu, aku yakin kamu gak akan berpaling dari aku, tapi—" Kamu menunduk. Seluruh badanmu lemas. Jantungmu seolah berhenti berdetak. Kamu menangis kencang. Duniamu ... runtuh. "Aku kurang apa, Jaren?" tanyamu disela-sela tangismu. Jaren menatapmu. Tak rasa bersalah di wajahnya. Bahkan dia diam saja saat melihatmu menangis kencang seperti ini. "Aku salah apa sama kamu, Jaren?!" Kamu kembali menatapnya. Matamu sudah merah. "AKU SALAH APA?!" "Kamu gak salah," celetuk Jaren. "Aku yang salah." "KAMU EMANG SALAH!" teriakmu. "BUKAN CUMA SALAH—TAPI SAKIT!" Kamu menatap perempuan di sampingnya. "Kamu, kalau Jaren bisa lakuin ini ke aku, dia juga bisa lakuin hal yang sama ke kamu! Selingkuh itu penyakit!" Jaren membawa perempuan itu berlindung di punggungnya. "Aku selingkuh. Aku udah ngaku. Jangan bawa-bawa dia. Kita selesai." Dia melepaskan gelang hitam yang selalu ada di pergelangan tangannya. Kemudian dia sodorkan gelang itu padamu. "Pergi, aku udah gak butuh kamu." "BRENGSEK!" Kamu menepis kencang tangannya. "Kamu gak pantas dan gak akan dapat cinta sempurna, Jaren Algara!" Satu kutukan. Untuk pertama kalinya, kamu pergi tanpa berharap Jaren akan menyusulmu. #juhoon #pov #foryoupage #cortis #lewatberanda

About