@kh.nhi.nguyn: Đừng vội tắm lá cho con nữa nha mấy mom. Tui vừa tìm ra “chân ái” mùa muỗi đốt đây… #khanhinguyen #lovinskin #geltamgoithaoduoclovinskin #geltamchobe #tamgoichobe

Khả Nhi Nguyễn
Khả Nhi Nguyễn
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 22 October 2025 12:15:20 GMT
377
41
49
8

Music

Download

Comments

anhmedollar
Ánh - Mẹ Dollar 🥰☘️ :
Để tui mua dùng coi sao
2025-10-22 12:19:34
1
thanhthao.998
Mẹ Cá - Bắp 🐳🌽 :
Mùi thơm k m
2025-10-23 13:30:59
1
phuongle.2901
Ở đây bán đồ xinh🛒🛍 :
Shop tư vấn nhiệt tình, đóng gói cẩn thận, giao hàng nhanh, sp chất lượng
2025-10-23 11:51:28
1
beerbabyiu
Beer Baby Iu :
Bà nhỏ cưng quá dợ
2025-10-23 04:45:57
1
giadinhembethovashin
Gia Đình Em Bé Thỏ và Shin :
Ẻm cưng quá à
2025-10-23 03:36:57
1
sundayne.69
Tui Nhung nè 🥑🍉 :
thơm lâu hông b
2025-10-23 03:01:10
1
mebotaodunggireviewnay
MẸ BƠ TÁO DÙNG GÌ- REVIEW NẤY :
Cái này mùi dữ lâu hem bà
2025-10-23 02:59:20
1
besam0606
Vitamin Sam❤️ :
Thơm lắm luôn
2025-10-23 02:49:07
1
mebedau36
Em bé Đậu (Nhật Minh) 🐉 :
Dùng thích lắm lunnn, mùi thơm nhẹ nữa
2025-10-23 02:48:17
1
banhbaodayroine
Bánh Bao Đây Rồi! 👼🏻 :
Dùng oke lắm nha.
2025-10-23 02:30:10
1
xoaichua1309
Xoaiiuoilaiu 🥭 :
tiện lắm
2025-10-22 17:36:07
1
becutoi2023
Bé Củ Tỏi 🧄 :
Chân ái
2025-10-22 16:59:23
1
_bebow.sayhi
𝐁𝐞́ 𝐁𝐨̛ 𝐬𝐚𝐲𝐡𝐢 🥑 :
Thơm dai hem bà
2025-10-22 16:55:23
1
iiann.ry
Ryan, đến đây! 🐬 :
St dùng ổn quá
2025-10-22 15:46:16
1
bexoaixinh7
Mẹ bé Xoài🥭 :
Mùi có bị nồng k bà
2025-10-22 15:12:51
1
gialam.221024
Hồng Uyên (mẹ và bé) :
Xịn quá bà
2025-10-22 15:00:34
1
2mebaongan
Mẹ Bảo - Ngân 🍀 :
Mùi dễ chịu không b?
2025-10-22 14:42:34
1
miuneee1_2
ʟàᴍ đẹᴘ ᴄùɴɢ ᴍɪᴜ ɴʜᴀ :
Dùng OK lắm
2025-10-22 14:12:21
1
meboi.xinchao
Mẹ bé bối :
Mùi ưng lắm luon
2025-10-22 13:38:36
1
hoangmymy0909
Hoàng My My :
Xài mê lém mja
2025-10-22 13:15:13
1
miu.tp.lm.review
𝑴𝒊𝒖 𝒅𝒂𝒊𝒍𝒚 🌤️ :
Mùi dễ chịu hong đó bàa
2025-10-22 13:11:52
1
lepham_95
Bé Nhã Đan :
Cổ xênh 🥰
2025-10-22 13:09:09
1
ng.vy23
SocsFam🐿️ :
Có như này tiện hẳn ha
2025-10-22 12:56:03
1
ngocdoancwpzezs
Mẹ su Rivieu :
Trời con tui cũng vật mỗi lần bị cắn sót
2025-10-22 12:20:01
1
embem0n
Mẹ Mon Rì Viu :
Dùng ưng lams á b
2025-10-22 12:18:39
1
To see more videos from user @kh.nhi.nguyn, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kasus dugaan malapraktik yang menyebabkan meninggalnya seorang balita berinisial NDMP di RSUD Prambanan, Sleman, masih menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Hingga kini, keluarga mengaku belum memperoleh rekam medis lengkap yang dibutuhkan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. - NDMP diketahui meninggal dunia setelah menjalani tindakan medis yang disebut melibatkan tiga kali sedasi atau pembiusan. Kondisi tersebut mendorong keluarga korban untuk mencari kejelasan terkait prosedur dan penanganan medis yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. - Kuasa hukum keluarga korban, Purnomo Susanto, mengatakan pihak RSUD Prambanan hanya memberikan resume medis kepada keluarga. Menurutnya, dokumen tersebut tidak memuat informasi rinci mengenai seluruh tindakan medis yang diterima korban selama menjalani perawatan. Karena itu, keluarga korban mendesak penyidik Polda DIY untuk meminta rekam medis lengkap dari pihak rumah sakit guna mendukung proses penyelidikan yang sedang berjalan. - Purnomo menilai akses terhadap informasi medis menjadi bagian penting bagi keluarga untuk mengetahui secara utuh rangkaian penanganan yang dilakukan terhadap korban. Selain itu, keluarga juga ingin memperoleh kepastian terkait penyebab kematian NDMP, di luar penjelasan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar operasional. - Sementara itu, kuasa hukum keluarga lainnya, Intan Nur Rahmawati, menegaskan bahwa keluarga berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan kepastian atas kasus yang tengah menjadi perhatian publik tersebut. - Kasus dugaan malapraktik ini sebelumnya viral di media sosial setelah ibu korban bersama tim kuasa hukum melaporkan perkara tersebut ke Polda DIY. Dalam laporan tersebut, dua orang dilaporkan, yakni Direktur RSUD Prambanan dan seorang dokter yang terlibat dalam penanganan korban. - Hingga saat ini, penyidik Polda DIY masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sedikitnya lima orang saksi untuk mendalami dugaan malapraktik tersebut. #jogjatv #seputarjogja
Kasus dugaan malapraktik yang menyebabkan meninggalnya seorang balita berinisial NDMP di RSUD Prambanan, Sleman, masih menyisakan tanda tanya bagi pihak keluarga. Hingga kini, keluarga mengaku belum memperoleh rekam medis lengkap yang dibutuhkan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. - NDMP diketahui meninggal dunia setelah menjalani tindakan medis yang disebut melibatkan tiga kali sedasi atau pembiusan. Kondisi tersebut mendorong keluarga korban untuk mencari kejelasan terkait prosedur dan penanganan medis yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. - Kuasa hukum keluarga korban, Purnomo Susanto, mengatakan pihak RSUD Prambanan hanya memberikan resume medis kepada keluarga. Menurutnya, dokumen tersebut tidak memuat informasi rinci mengenai seluruh tindakan medis yang diterima korban selama menjalani perawatan. Karena itu, keluarga korban mendesak penyidik Polda DIY untuk meminta rekam medis lengkap dari pihak rumah sakit guna mendukung proses penyelidikan yang sedang berjalan. - Purnomo menilai akses terhadap informasi medis menjadi bagian penting bagi keluarga untuk mengetahui secara utuh rangkaian penanganan yang dilakukan terhadap korban. Selain itu, keluarga juga ingin memperoleh kepastian terkait penyebab kematian NDMP, di luar penjelasan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar operasional. - Sementara itu, kuasa hukum keluarga lainnya, Intan Nur Rahmawati, menegaskan bahwa keluarga berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan kepastian atas kasus yang tengah menjadi perhatian publik tersebut. - Kasus dugaan malapraktik ini sebelumnya viral di media sosial setelah ibu korban bersama tim kuasa hukum melaporkan perkara tersebut ke Polda DIY. Dalam laporan tersebut, dua orang dilaporkan, yakni Direktur RSUD Prambanan dan seorang dokter yang terlibat dalam penanganan korban. - Hingga saat ini, penyidik Polda DIY masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sedikitnya lima orang saksi untuk mendalami dugaan malapraktik tersebut. #jogjatv #seputarjogja

About