@alamine.sall93: Film yusuf en wolof #youssef #يوسف #بسم_الله_الرحمن_الرحيم #Filmyusufenwolof #islamic

𝐀𝐥𝐚𝐦𝐢𝐧𝐞.𝐬𝐚𝐥𝐥 ✪
𝐀𝐥𝐚𝐦𝐢𝐧𝐞.𝐬𝐚𝐥𝐥 ✪
Open In TikTok:
Region: SN
Friday 24 October 2025 21:36:14 GMT
675829
121085
5559
2696

Music

Download

Comments

weuza.le.noble0
weuza le noble :
kou beugue yonanté yallah youssouff rék Lalale j’aime🥰
2025-10-24 22:12:34
1514
ziarnalabayelayiiew
abdou aziz ndoye laye :
mande si Youssef la diagui adouna
2025-10-25 11:41:06
109
matardiop6526
Diop Talibe serigne Saliou sel :
wax lén yén niepou Alhamdolilah ❤️❤️😭🙏
2025-10-25 14:05:32
203
alamine.sall93
𝐀𝐥𝐚𝐦𝐢𝐧𝐞.𝐬𝐚𝐥𝐥 ✪ :
السلام عليكم ورحمة الله🥰
2025-10-25 12:56:11
269
bayesaliou859
B-🧸aye ✈️🥷 saliou🩸Ndiaye 🔋 :
Machallah 🥰 🥰
2025-10-24 21:47:10
121
matzolenfantnoir
Fatou Seydi :
Filme bi lii masi dioye ❤🙏🙏🙏
2025-10-25 12:25:12
281
falloudiagne_44
pro :
kou beugué yonante yalla Yousouf lalale j'aime
2025-10-25 09:33:24
171
user26053023726956
user26053023726956 :
Machallla ❤
2025-10-24 22:17:15
94
soda_2114
soda ~la salihate❤🫴 :
magui fataliko day sane sama famille nieupp diodane tokk Di ko sétane sétane nane ko bamou diékh mais dama si diague Lou beuri 😔🥰🥰
2025-10-25 12:07:06
39
princendiaye165
prince ndiaye💖🔐💍 :
Kou beugue youssouf rk lalal j’aime
2025-10-25 14:18:49
58
mylife.84
Le FC Barcelone DRIBBLE :
Suite bi guir yalla
2025-10-25 09:34:51
41
coupledarmanko
Darmanko bi :
Dépui démbe bataye momelaye sétane 😍
2025-10-25 13:41:24
18
fallou.diouf885
f.galas bayou mbene🤍🌟✔️ :
ndeysane ❤❤
2025-10-25 00:23:04
29
user18556009572975
dabbaMboup :
kou beugué yonante yalla yousouf.lalale j'aime
2025-10-27 16:27:05
21
djipson077
KYLIYAN MBAPPE BO SENEGAL 🇸🇳 :
صل الله عليه وسلم 😭
2025-10-24 22:10:22
52
khoudiakambel
S Khoudia macira Campbell :
Bilahi film bi depuis ma nek khale lako beg bilahi sama hol bi ohhh Ken dou sunu borom
2025-10-25 15:49:36
28
noreynilavage01
Noreyni Lavage 🚗🏍 :
Sénégal bouniou beugué mou dieum kanam nanou li roye li Youssouf diangue lé👍❤️🙏
2025-10-29 23:33:16
9
ballarassoul
Balla Rassoul :
صلى الله عليه وسلم ❤
2025-10-28 13:17:43
11
awa.ndiaye44290
awa ndiaye :
bilaye nima beugue yonenteti yalla youssouf mane ak yalla reka ko hame🥰🥰🥰
2025-10-27 21:09:33
9
user47816751909967
صور :
مساء الله
2025-10-27 13:20:33
9
ibrahima9536
ibrahima cissé Baça :
يوسف الصديق😳😳
2025-10-28 14:09:06
5
coumbathiam8890
Coumba mame bamba :
Sallalahou alla Mouhamed ❤️🙏❤️🙏❤
2025-10-27 14:10:42
11
bintouabiha7
ABM🌸 :
يوسف عليه السلام ❤
2025-10-25 14:56:41
15
thiam.yamal10
✪𝒯𝒽𝒾𝒶𝓂 ⍟𝓎𝒶𝓂𝒶𝓁 ✪ 🔟🤙 :
اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
2025-10-27 20:07:53
7
To see more videos from user @alamine.sall93, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jejak Keikhlasan Kiai Desa: Mengenang Perjuangan KH. Mursyid Sendangsuro Di sudut Dusun Sendangsuro, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, nama KH. Mursyid abadi di hati warga bukan karena kemegahan pondok pesantren ataupun gelaran besar keduniawian. Beliau adalah potret nyata dari keteguhan seorang kiai desa (kiai kampung) yang mendedikasikan seluruh sisa umurnya untuk menyalakan obor syariat dan menuntun batin masyarakat kecil menuju Allah SWT. Pilar Ilmu di Madrasah Manba'ul Ulum Setiap pagi, langkah kaki KH. Mursyid terayun meninggalkan rumah demi menunaikan amanah sebagai pendidik. Beliau merupakan salah satu guru dan pejuang ikhlas di Madrasah Manba'ul Ulum Bandungsari. Di ruang-ruang kelas madrasah itulah, dengan penuh kesabaran, beliau menanamkan dasar-dasar ilmu fiqih, cara bersuci yang sah, aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, serta akhlakul karimah kepada anak-anak petani dan warga desa. Bagi KH. Mursyid, mengajar madrasah bukan sekadar profesi, melainkan sebuah khidmah (pengabdian) suci agar generasi muda pedesaan tidak buta agama dan memiliki benteng iman yang kokoh di tengah perubahan zaman. Penjaga Batin Dusun Melalui Tarekat Naqsyabandiyah Di samping mengajarkan ilmu syariat secara formal, KH. Mursyid memikul tanggung jawab rohani yang mendalam di lingkungannya. Beliau dipercaya menjadi guru tarekat di Dusun Sendangsuro, menuntun jemaah setempat mengamalkan Tarekat Naqsyabandiyah. Meski beliau bukan pemegang kemursyidan utama (mursyid thoriqoh), peran beliau sebagai guru dusun merupakan ujung tombak spiritual warga. Di bawah bimbingan beliau, surau dan rumah-rumah di Sendangsuro bergema oleh kekhusyukan zikir sirr—zikir hening di dalam hati. Beliau dengan sabar mendampingi para tetangga, petani, dan buruh tani untuk tetap menghidupkan hati mengingat Allah di sela-sela lelahnya memeras keringat di sawah dan ladang. Kehadiran beliau membuat suasana Dusun Sendangsuro senantiasa terasa adem, tenteram, dan berkah. Warisan Kesederhanaan bagi Gus Ubed dan Gus Shobah Sebagai kiai desa yang bersahaja, KH. Mursyid tidak meninggalkan warisan berupa harta benda yang melimpah. Warisan terbesar dan paling berharga yang beliau tinggalkan adalah keteladanan hidup, ilmu yang bermanfaat, serta dua putra yang salih: Ubed dan Shobah. Di bawah atap rumah yang penuh kesederhanaan, Gus Ubed dan Gus Shobah tumbuh besar dengan melihat langsung bagaimana ayah mereka menghabiskan waktu demi umat. Mereka menghirup wangi ilmu madrasah dan ketenangan zikir tarekat sejak dini. Didikan langsung dari KH. Mursyid membentuk karakter putra-putranya agar melanjutkan estafet perjuangan, menjaga tradisi keilmuan, serta merawat amaliah zikir yang telah lama mengakar di bumi Sendangsuro. KH. Mursyid telah memberi keteladanan sejati: bahwa keluhuran seorang ulama tidak diukur dari seberapa besar pesantrennya, melainkan dari seberapa besar keikhlasannya dalam mengabdi dan membawa manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Jejak Keikhlasan Kiai Desa: Mengenang Perjuangan KH. Mursyid Sendangsuro Di sudut Dusun Sendangsuro, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, nama KH. Mursyid abadi di hati warga bukan karena kemegahan pondok pesantren ataupun gelaran besar keduniawian. Beliau adalah potret nyata dari keteguhan seorang kiai desa (kiai kampung) yang mendedikasikan seluruh sisa umurnya untuk menyalakan obor syariat dan menuntun batin masyarakat kecil menuju Allah SWT. Pilar Ilmu di Madrasah Manba'ul Ulum Setiap pagi, langkah kaki KH. Mursyid terayun meninggalkan rumah demi menunaikan amanah sebagai pendidik. Beliau merupakan salah satu guru dan pejuang ikhlas di Madrasah Manba'ul Ulum Bandungsari. Di ruang-ruang kelas madrasah itulah, dengan penuh kesabaran, beliau menanamkan dasar-dasar ilmu fiqih, cara bersuci yang sah, aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, serta akhlakul karimah kepada anak-anak petani dan warga desa. Bagi KH. Mursyid, mengajar madrasah bukan sekadar profesi, melainkan sebuah khidmah (pengabdian) suci agar generasi muda pedesaan tidak buta agama dan memiliki benteng iman yang kokoh di tengah perubahan zaman. Penjaga Batin Dusun Melalui Tarekat Naqsyabandiyah Di samping mengajarkan ilmu syariat secara formal, KH. Mursyid memikul tanggung jawab rohani yang mendalam di lingkungannya. Beliau dipercaya menjadi guru tarekat di Dusun Sendangsuro, menuntun jemaah setempat mengamalkan Tarekat Naqsyabandiyah. Meski beliau bukan pemegang kemursyidan utama (mursyid thoriqoh), peran beliau sebagai guru dusun merupakan ujung tombak spiritual warga. Di bawah bimbingan beliau, surau dan rumah-rumah di Sendangsuro bergema oleh kekhusyukan zikir sirr—zikir hening di dalam hati. Beliau dengan sabar mendampingi para tetangga, petani, dan buruh tani untuk tetap menghidupkan hati mengingat Allah di sela-sela lelahnya memeras keringat di sawah dan ladang. Kehadiran beliau membuat suasana Dusun Sendangsuro senantiasa terasa adem, tenteram, dan berkah. Warisan Kesederhanaan bagi Gus Ubed dan Gus Shobah Sebagai kiai desa yang bersahaja, KH. Mursyid tidak meninggalkan warisan berupa harta benda yang melimpah. Warisan terbesar dan paling berharga yang beliau tinggalkan adalah keteladanan hidup, ilmu yang bermanfaat, serta dua putra yang salih: Ubed dan Shobah. Di bawah atap rumah yang penuh kesederhanaan, Gus Ubed dan Gus Shobah tumbuh besar dengan melihat langsung bagaimana ayah mereka menghabiskan waktu demi umat. Mereka menghirup wangi ilmu madrasah dan ketenangan zikir tarekat sejak dini. Didikan langsung dari KH. Mursyid membentuk karakter putra-putranya agar melanjutkan estafet perjuangan, menjaga tradisi keilmuan, serta merawat amaliah zikir yang telah lama mengakar di bumi Sendangsuro. KH. Mursyid telah memberi keteladanan sejati: bahwa keluhuran seorang ulama tidak diukur dari seberapa besar pesantrennya, melainkan dari seberapa besar keikhlasannya dalam mengabdi dan membawa manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

About