“Jika Tuhan menciptakan segalanya, apakah Dia juga menciptakan kejahatan?” “Apakah Tuhan itu pribadi seperti manusia atau bagian dari alam semesta itu sendiri?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu membuat para pemuka agama murka. Pada tahun 1656, Spinoza dikucilkan (dieksekusi secara sosial) oleh komunitas Yahudi Amsterdam lewat kutukan keras bernama herem. Isi kutukannya menyatakan bahwa: > “Tak seorang pun boleh berbicara, menulis, atau membaca tulisan Spinoza; ia dikutuk siang dan malam.” Sejak itu, ia hidup sederhana dan terisolasi, tapi bebas berpikir. Setelah diusir, Spinoza tinggal di pinggiran kota dan bekerja sebagai pembuat lensa kaca untuk mikroskop dan teleskop — pekerjaan yang halus dan berisiko bagi paru-paru (yang kelak menyebabkan kematiannya). Di sela pekerjaannya, ia menulis karya-karya yang akan mengubah dunia filsafat. Karya utamanya adalah “Ethica” (Etika) — ditulis dalam bahasa Latin, diterbitkan setelah ia meninggal. 📚 Pemikiran Besarnya 1. Tuhan adalah Alam (Deus sive Natura) Bagi Spinoza, Tuhan bukan sosok di luar dunia, tapi adalah keseluruhan keberadaan itu sendiri. 2. Kebebasan sejati adalah memahami Menurut Spinoza, manusia baru benar-benar bebas jika ia memahami sebab-sebab yang menggerakkan dirinya. > “Kebebasan bukan berarti bisa melakukan apa saja, tapi memahami mengapa kita melakukan sesuatu.” 3. Agama dan filsafat harus dipisahkan Ia menolak tafsir agama yang literal dan menekankan bahwa Kitab Suci harus dibaca dengan akal sehat, bukan fanatisme. Spinoza meninggal muda — di usia 44 tahun, akibat penyakit paru-paru karena terus menghirup debu kaca dari pekerjaannya. Ia hidup miskin, tapi meninggalkan warisan pemikiran yang sangat kaya. Setelah wafat, gagasannya menginspirasi banyak tokoh besar: Albert Einstein menyebut dirinya “penganut Tuhan Spinoza.” Nietzsche, Goethe, dan Hegel menyebutnya “orang yang tercerahkan lebih dulu dari zamannya.” Filsafatnya membuka jalan bagi rasionalisme modern dan sekularisme. - @ss3dream"/> “Jika Tuhan menciptakan segalanya, apakah Dia juga menciptakan kejahatan?” “Apakah Tuhan itu pribadi seperti manusia atau bagian dari alam semesta itu sendiri?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu membuat para pemuka agama murka. Pada tahun 1656, Spinoza dikucilkan (dieksekusi secara sosial) oleh komunitas Yahudi Amsterdam lewat kutukan keras bernama herem. Isi kutukannya menyatakan bahwa: > “Tak seorang pun boleh berbicara, menulis, atau membaca tulisan Spinoza; ia dikutuk siang dan malam.” Sejak itu, ia hidup sederhana dan terisolasi, tapi bebas berpikir. Setelah diusir, Spinoza tinggal di pinggiran kota dan bekerja sebagai pembuat lensa kaca untuk mikroskop dan teleskop — pekerjaan yang halus dan berisiko bagi paru-paru (yang kelak menyebabkan kematiannya). Di sela pekerjaannya, ia menulis karya-karya yang akan mengubah dunia filsafat. Karya utamanya adalah “Ethica” (Etika) — ditulis dalam bahasa Latin, diterbitkan setelah ia meninggal. 📚 Pemikiran Besarnya 1. Tuhan adalah Alam (Deus sive Natura) Bagi Spinoza, Tuhan bukan sosok di luar dunia, tapi adalah keseluruhan keberadaan itu sendiri. 2. Kebebasan sejati adalah memahami Menurut Spinoza, manusia baru benar-benar bebas jika ia memahami sebab-sebab yang menggerakkan dirinya. > “Kebebasan bukan berarti bisa melakukan apa saja, tapi memahami mengapa kita melakukan sesuatu.” 3. Agama dan filsafat harus dipisahkan Ia menolak tafsir agama yang literal dan menekankan bahwa Kitab Suci harus dibaca dengan akal sehat, bukan fanatisme. Spinoza meninggal muda — di usia 44 tahun, akibat penyakit paru-paru karena terus menghirup debu kaca dari pekerjaannya. Ia hidup miskin, tapi meninggalkan warisan pemikiran yang sangat kaya. Setelah wafat, gagasannya menginspirasi banyak tokoh besar: Albert Einstein menyebut dirinya “penganut Tuhan Spinoza.” Nietzsche, Goethe, dan Hegel menyebutnya “orang yang tercerahkan lebih dulu dari zamannya.” Filsafatnya membuka jalan bagi rasionalisme modern dan sekularisme. - @ss3dream - Tikwm"/> “Jika Tuhan menciptakan segalanya, apakah Dia juga menciptakan kejahatan?” “Apakah Tuhan itu pribadi seperti manusia atau bagian dari alam semesta itu sendiri?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu membuat para pemuka agama murka. Pada tahun 1656, Spinoza dikucilkan (dieksekusi secara sosial) oleh komunitas Yahudi Amsterdam lewat kutukan keras bernama herem. Isi kutukannya menyatakan bahwa: > “Tak seorang pun boleh berbicara, menulis, atau membaca tulisan Spinoza; ia dikutuk siang dan malam.” Sejak itu, ia hidup sederhana dan terisolasi, tapi bebas berpikir. Setelah diusir, Spinoza tinggal di pinggiran kota dan bekerja sebagai pembuat lensa kaca untuk mikroskop dan teleskop — pekerjaan yang halus dan berisiko bagi paru-paru (yang kelak menyebabkan kematiannya). Di sela pekerjaannya, ia menulis karya-karya yang akan mengubah dunia filsafat. Karya utamanya adalah “Ethica” (Etika) — ditulis dalam bahasa Latin, diterbitkan setelah ia meninggal. 📚 Pemikiran Besarnya 1. Tuhan adalah Alam (Deus sive Natura) Bagi Spinoza, Tuhan bukan sosok di luar dunia, tapi adalah keseluruhan keberadaan itu sendiri. 2. Kebebasan sejati adalah memahami Menurut Spinoza, manusia baru benar-benar bebas jika ia memahami sebab-sebab yang menggerakkan dirinya. > “Kebebasan bukan berarti bisa melakukan apa saja, tapi memahami mengapa kita melakukan sesuatu.” 3. Agama dan filsafat harus dipisahkan Ia menolak tafsir agama yang literal dan menekankan bahwa Kitab Suci harus dibaca dengan akal sehat, bukan fanatisme. Spinoza meninggal muda — di usia 44 tahun, akibat penyakit paru-paru karena terus menghirup debu kaca dari pekerjaannya. Ia hidup miskin, tapi meninggalkan warisan pemikiran yang sangat kaya. Setelah wafat, gagasannya menginspirasi banyak tokoh besar: Albert Einstein menyebut dirinya “penganut Tuhan Spinoza.” Nietzsche, Goethe, dan Hegel menyebutnya “orang yang tercerahkan lebih dulu dari zamannya.” Filsafatnya membuka jalan bagi rasionalisme modern dan sekularisme. - @ss3dream"/>

@ss3dream: manusia membuat bendera lalu menancapkannya dan berkata Tuhan di pihak kami tapi bagaimana jika Tuhan tidak memihak bangsa manapun. "Tuhan tidak punya bangsa favorit inilah pemikiran spinoza dan ini hanyalah cara pandang bisa benar dan bisa saja salah Nama lengkapnya ialah Baruch Spinoza (atau Benedictus de Spinoza) Lahir: 24 November 1632, Amsterdam, Belanda Wafat: 21 Februari 1677, Den Haag, Belanda Keturunan: Yahudi Portugis yang melarikan diri dari Inkuisisi Spanyol Profesi: Filsuf, pengrajin lensa optik Spinoza lahir di komunitas Yahudi Sephardic di Amsterdam. Ia dididik untuk menjadi rabbi (pemuka agama Yahudi), tapi sejak muda ia mulai mempertanyakan dogma-dogma keagamaan. Ia bertanya hal-hal yang dianggap berbahaya waktu itu — seperti: > “Jika Tuhan menciptakan segalanya, apakah Dia juga menciptakan kejahatan?” “Apakah Tuhan itu pribadi seperti manusia atau bagian dari alam semesta itu sendiri?” Pertanyaan-pertanyaan seperti itu membuat para pemuka agama murka. Pada tahun 1656, Spinoza dikucilkan (dieksekusi secara sosial) oleh komunitas Yahudi Amsterdam lewat kutukan keras bernama herem. Isi kutukannya menyatakan bahwa: > “Tak seorang pun boleh berbicara, menulis, atau membaca tulisan Spinoza; ia dikutuk siang dan malam.” Sejak itu, ia hidup sederhana dan terisolasi, tapi bebas berpikir. Setelah diusir, Spinoza tinggal di pinggiran kota dan bekerja sebagai pembuat lensa kaca untuk mikroskop dan teleskop — pekerjaan yang halus dan berisiko bagi paru-paru (yang kelak menyebabkan kematiannya). Di sela pekerjaannya, ia menulis karya-karya yang akan mengubah dunia filsafat. Karya utamanya adalah “Ethica” (Etika) — ditulis dalam bahasa Latin, diterbitkan setelah ia meninggal. 📚 Pemikiran Besarnya 1. Tuhan adalah Alam (Deus sive Natura) Bagi Spinoza, Tuhan bukan sosok di luar dunia, tapi adalah keseluruhan keberadaan itu sendiri. 2. Kebebasan sejati adalah memahami Menurut Spinoza, manusia baru benar-benar bebas jika ia memahami sebab-sebab yang menggerakkan dirinya. > “Kebebasan bukan berarti bisa melakukan apa saja, tapi memahami mengapa kita melakukan sesuatu.” 3. Agama dan filsafat harus dipisahkan Ia menolak tafsir agama yang literal dan menekankan bahwa Kitab Suci harus dibaca dengan akal sehat, bukan fanatisme. Spinoza meninggal muda — di usia 44 tahun, akibat penyakit paru-paru karena terus menghirup debu kaca dari pekerjaannya. Ia hidup miskin, tapi meninggalkan warisan pemikiran yang sangat kaya. Setelah wafat, gagasannya menginspirasi banyak tokoh besar: Albert Einstein menyebut dirinya “penganut Tuhan Spinoza.” Nietzsche, Goethe, dan Hegel menyebutnya “orang yang tercerahkan lebih dulu dari zamannya.” Filsafatnya membuka jalan bagi rasionalisme modern dan sekularisme.

ss3dream
ss3dream
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 27 October 2025 07:30:12 GMT
325998
22131
1101
701

Music

Download

Comments

bijiadun
bijiadun :
sederhana tapi batak toba ga terima
2025-10-28 00:39:18
797
his.historycall
historia :
dan dengan bangganya guild sebelah mengatakan kami lah bangsa pilihan tuhan 🗿🗿🗿
2025-10-28 00:09:06
1910
jellyashaa
hualian~ :
poin ke 3 itu ngena banget sih, "kitab suci harus dibaca dengan akal sehat bukan fanatisme"
2025-10-28 09:32:57
1016
user6reebqlp42
user22299140879 :
sederhana tapi batak dan toba gk terima 😹
2025-10-28 15:03:18
140
moel09090909
￴￴￴￴￴￴ :
gw pernah denger ,kalo tuhan kita itu dari agama Islam, kristen ,yahudi itu satu tuhan yaitu Allah ta'ala atau bisa di sebut dalam golongan orang kristen yahwe ,tetapi cara penyampaian dari orang dulu ny berbeda beda jadi menjadi agama yg Ter pisah
2025-10-28 11:29:29
66
joe.lian.ndo
Joe Lian Ndo :
ada sih bangsa favorit Tuhan yaitu kumpulan orang2 dari segala bangsa yang taat dan perintah Tuhan Semesta alam, namanya Imamat Rajani Umat Kepunyaan Tuhan Sendiri.
2025-10-27 14:54:31
173
danial_bajindul
danial goswell :
tidak ada bangsa favorit Tuhan, Tuhan berpihak ke semua orang bukan ke bangsa atau manusia tertentu✌
2025-10-28 00:05:15
226
zantex.x
Zantex :
Batak : Alah mana mungkin...
2025-10-28 09:46:25
15
felixxyard
Culess Still here :
[foto]
2025-11-03 07:35:00
17
bagas.maulana109
saydin bagas m :
bahkan nabi Ibrahim pun di bilang dari golongan mreka padahal nabi Ibrahim adalah orang yg lurus menyembah Allah dan melaksanakan sholat hanya saja pengikutku kembali ke jalan yg seaat
2025-11-01 21:29:54
27
goodboy150396
goodboy :
siapa yang pertama kali ciptain bahasa?
2025-12-05 17:50:58
0
kedamaianhening888
🗽⃢⃢😎Vhecen'k :
Setuju Karna Tuhan untuk Semua Manusia Tidak ada Manusia dan Bangsa Favorit dia👍🥰
2025-10-27 12:37:11
72
rellzttt
rellzt :
Tuhan punya favorite adalah Tuhan tuhanan
2025-10-27 19:45:00
18
akun16203
Akun :
"Kalau mau debat usahakan jangan menghina biar mencerminkan umat agama kalian masing masing"
2025-10-31 05:16:08
8
adam_reve_90s
Adam Reve :
apalagi arab........🤣🤣🤣🤣🤣 jadi arab juga gak ya.........🤣🤣🤣🤣🤣
2025-11-01 02:57:09
1
haris87504
Haris :
keren nih orang, tapi jangan percaya mentah2 juga😁
2025-10-28 05:14:45
5
ellierosav
aone :
Tuhan mana dulu nih
2025-10-28 00:17:17
17
pekerja_sawit_dadakan
Penyintas Covid19 :
betul, saya pun juga sepemikiran dengan beliau, Tuhan ngga mungkin punya bangsa favorit, seandainya ada, pasti bakalan bangsa itu terus yang akan memimpin dunia. buktinya abad demi abad seluruh bangsa bergantian memimpin dunia, ngga ada yang abadi memimpin, dari bangsa Yunani, Romawi, Persia, arab, Mongol, han, rus, turki, jermanik, franka, bangsa Portugis, dll. semuanya bergiliran memimpin dunia seandainya ada bangsa pilihan tuhan, bangsa itu pasti akan terus memimpin umat manusia tanpa bisa digantikan oleh bangsa lain.
2025-10-29 15:30:55
7
marjaya_8412
המשיח הוא המושיע ALEX MS :
masih banyak yang belum mengerti kenapa ada "BANGSA PILIHAN" jika ada hikmat dan kebijaksanaan dalam manusia, pasti akan mengerti
2025-10-30 10:23:09
3
rose320691
Rossi :
dunia tanpa agama pasti tentram
2025-11-11 13:27:44
3
khon9_guan
KhongGuan :
sebelum menyakini perkataan seorang tokoh...mungkin dibaca juga latar belakangnya...baru kita paham kenapa dia berkata demikian
2025-12-14 01:16:37
0
wellbaby_29
Mami Concon 👶🏻 :
tapi nyata nya Tuhan memang punya lihat lah siapa yang berkuasa dari dulu sampe sekarang Amerika & Israel. ingat ya bukan karna gua ga dukung mereka tapi liat kenyataan dan sejarah
2025-10-28 00:11:55
3
n1n0.26
N1NOO. :
nabi Ibrahim aja butuh beberapa hari menanyakan siapa tuhan kita,bahkan itupun tuhan trsbt menyampaikan sabdanya ke Ibrahim,lh kita manusia biasa menanyakan tuhan,fomo
2025-10-28 01:53:56
2
sem_.963
sem :
yang ngomong berdarah yahudi lo🥀
2025-10-29 05:13:55
3
hohoho633
hii :
tuhan membuat satu agama dan manusia membuat pelbagai agama...hmm...
2025-10-29 11:14:05
1
To see more videos from user @ss3dream, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About